النتائج 1 إلى 10 من 10

الموضوع: Jawaban yang empunya ilmu pengetahuan Al Quran kepada Habib Al Habib, dengan bayan penjelasan yang hak tidak ada keraguan padanya Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (Raqib dan Atid)

  1. افتراضي Jawaban yang empunya ilmu pengetahuan Al Quran kepada Habib Al Habib, dengan bayan penjelasan yang hak tidak ada keraguan padanya Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (Raqib dan Atid)


    - 1 -

    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    30 - 12 - 1428 هـ
    08 - 01 - 2008 مـ
    12:21 صـــباحاً
    ــــــــــــــــــ


    Jawaban yang empunya ilmu pengetahuan Al Quran kepada Habib Al Habib, dengan bayan penjelasan yang hak tidak ada keraguan padanya
    Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (Raqib dan Atid)..


    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim
    Allah Ta'ala berfirman:
    Dan mereka tidak membawa kepadamu sesuatu kata-kata yang ganjil (untuk menentangmu) melainkan Kami bawakan kepadamu kebenaran dan penjelasan yang sebaik-baiknya (untuk menangkis segala yang mereka katakan itu). (33)
    Maha Benar Allah
    [Al Furqan]

    Allah Ta'ala berfirman:
    Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. (19)
    Maha Benar Allah
    [Al Qiyaamah]



    Hanya kepada Allah aku memohon pertolongan, aku menerima bayan keterangan yang hak bagi Al Quran dengan wahyu tafhim, bukan dengan was-was bisikan syaitan yang direjam; bahkan aku membuktikan kebenaran bayan keterangan yang hak dengan istinbath -dengan mengeluarkan keputusan hukum- dalil hujjah yang terang dan jelas dari Al Quran, kitab suci Allah yang menerangkan, aku menyeru ke jalan Tuhanku dengan bashirah ilmu pengetahuan -dengan hujjah yang nyata- dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri hanya kepada Allah, selanjutnya..


    Wahai Habib Al Habib, untukmu bayan keterangan yang hak mengenai perkara malaikat Atid dan malaikat Raqib, demikian juga untukmu pemberitahuan kemenanganku ke atas dirimu sebelum berhiwar, bahawa kelak aku akan mengalahkanmu dengan kebenaran dan membungkammu dengan sebenar-benarnya dengan izin Allah, jika sungguh engkau inginkan kebenaran, agar engkau tahu bahawa aku adalah kebenaran dari Tuhanmu

    Bilamana bangkit kesombongan dalam dirimu dengan dosa, maka kelak Allah akan mengadakan untukmu syaitan, dan menjadikan syaitan itu sebagai temanmu (qarin), dan syaitan itu akan menghalang-halangimu dari hidayah petunjuk, setelah hidayah petunjuk itu datang kepadamu

    Namun bilamana tidak bangkit kesombongan dalam dirimu dengan dosa, maka kelak Allah akan memilihmu dan menjadikanmu termasuk para wakil utusan terhormat yang benar di seluruh dunia sebelum kemunculan, yaitu orang-orang yang membenarkan bayan keterangan yang hak bagi ayat-ayat Tuhan mereka, dan mereka tidak menghendaki jalan Allah bengkok, mereka tidak mengatakan terhadap Allah pada perkara yang tidak mereka ketahui, dan mereka mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik darinya

    Maka jadilah engkau termasuk kalangan mereka, aku berharap dari Allah agar engkau menjadi termasuk kalangan mereka, apakah tidak cukup bagimu, aku telah khabarkan kepadamu sebelum engkau mengumumkan mengenai perkara yang ingin engkau katakan kepada dunia, bahawa engkau ini adalah Al Mahdi Al Muntadhar, aku telah menyatakan kepada mereka mengenai perkara yang ingin engkau katakan, sebelum sempat engkau mengatakannya
    ?
    Sebagaimana yang Tuhanku mengilhamkanku tentang perkara yang ingin engkau katakan sebelum engkau sempat mengatakannya, bahawa engkau ini adalah Al Mahdi Al Muntadhar, maka seperti itu jugalah Dia mengilhamkanku bayan keterangan yang hak bagi Al Quran, jadi janganlah engkau menjadi orang polos yang lurus bendul, dengan membenarkan bayan keterangan yang hak yang engkau minta, selagimana aku tidak membawakan dalil hujjah dari Al Quran itu sendiri, dan menjelaskannya secara terperinci dengan ilmu pengetahuan yang menyakinkan, tanpa syak dan ragu lagi, yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku

    Aku tidak mengatakan terhadap Allah dengan bayan keterangan bagi Al Quran mengenai perkara yang tidak aku ketahui, lalu mengikuti persangkaan yang sedikitpun tidak berguna untuk mendapatkan kebenaran; bahkan aku membimbing kepada petunjuk dan menetapkan dengan keadilan dengan kebenaran Al Quran, dan dengan kebenaran itulah aku tuntun umat ke jalan yang lurus


    Untukmu bayan keterangan yang benar dari kebenaran itu sendiri, pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dan mereka tidak membawa kepadamu sesuatu kata-kata yang ganjil (untuk menentangmu) melainkan Kami bawakan kepadamu kebenaran dan penjelasan yang sebaik-baiknya (untuk menangkis segala yang mereka katakan itu). (33)
    Maha Benar Allah
    [Al Furqan]


    Allah Ta'ala berfirman:
    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (16) (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. (17) Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (18) Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. (19)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Untuk kalian bayan keterangan yang lengkap mengenai perkara Raqib dan Atid, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar dengan izin Allah Tuhan Semesta Alam:


    Sesungguhnya Raqib dan Atid termasuk dari kalangan malaikat Allah yang didekatkan, Allah mengutus kedua malaikat itu untuk melaksanakan tugas menjaga amal perbuatan manusia dan perkataan yang mereka ucapkan, yang baik dan yang buruk

    Bilamana manusia menyebut Allah dengan lisannya, maka malaikat Raqib mencatat lafaz zikir itu, jika manusia menyebut Allah dalam dirinya tanpa mengucapkannya dengan lisan dan bibir, maka ketika itu malaikat Raqib tidak tahu apa yang manusia bisikkan di dalam hatinya, namun yang demikian itu diketahui oleh Dzat yang menciptakan manusia, Allah lebih dekat pada manusia dari urat lehernya dengan ilmu pengetahuan-Nya, lantas Allah mewahyukan kepada malaikat Raqib mengenai zikir tersembunyi yang dibisikkan di dalam diri manusia, lalu Raqib menerima wahyu dari Tuhannya dan dia mencatatkan zikir itu dalam kitab yang disucikan yang ada padanya


    Malaikat Raqib adalah duta utusan bagi syurga Al Ma'wa, yang mencatatkan perkataan dan amal perbuatan baik yang dapat menuntun ke syurga, kerana itu Allah menamakannya duta utusan, yakni duta utusan bagi syurga yang mencatat zikir kepada Allah, ucapan dan amalan yang baik.

    Allah Ta'ala berfirman:
    Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, (11) Maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya, (12) di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, (13) yang ditinggikan lagi disucikan, (14) di tangan para penulis (malaikat) -safarah-, (15) yang mulia lagi berbakti. (16)
    Maha Benar Allah
    ['Abasa]

    Bermakna tidaklah dia mencatatkan selain kebaikan dari pembicaraan dan bisikan rahasia manusia, kerana itu Allah Ta'ala berfirman:
    Maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya, (12) di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, (13) yang ditinggikan lagi disucikan, (14) di tangan para penulis (malaikat) -safarah-, (15) yang mulia lagi berbakti. (16)
    Maha Benar Allah
    ['Abasa]


    As Safarah -para penulis- adalah malaikat-malaikat duta utusan syurga Al Ma'wa, pada setiap manusia ada satu malaikat di kalangan mereka yang namanya Raqib, yang berada di sisi kanan manusia dan bertugas menyertai manusia dari permulaan, sejak hujjah mula ditegakkan hingga ke pengakhiran di penghujung tempat kembalinya yang kekal


    Adapun Atid, maka dia juga termasuk kalangan malaikat Allah yang dimuliakan dan didekatkan, termasuk malaikat yang keras dan kasar dengan sebenar-benarnya, dia adalah duta utusan bagi neraka Jahannam, yang bertugas mencatatkan setiap ucapan dan amal perbuatan buruk yang membawa ke neraka, dia menuliskan hingga apa yang dibisikkan di dalam diri manusia

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dan jika kalian melahirkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan kalian itu
    Maha Benar Allah
    [Al Baqarah:284]


    Akan tetapi malaikat Atid tidak tahu perkara yang dibisikkan oleh manusia di dalam dirinya; namun dia menerimanya dengan wahyu dari Dzat yang menciptakan manusia, yang lebih dekat pada manusia dari urat lehernya dengan ilmu pengetahuan-Nya dan pendengaran-Nya; Dzat yang menyertai mereka di manapun mereka berada, yang Maha Mendengar dan Maha Melihat;

    Dia-lah Allah, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Tuhan Semesta Alam yang Maha Mengetahui mata-mata yang khianat, dan Dia Maha Mengetahui segala perkara yang disembunyikan di dalam hati; sekiranya engkau mengeraskan ucapanmu, maka Dia Maha Mengetahui rahasia dan perkara yang lebih tersembunyi; Allah, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, bagi-Nya semua nama-nama yang baik

    Adapun perkara yang diucapkan oleh manusia dengan bibir dan lisan, sekiranya perkara itu kebaikan, maka malaikat Raqib akan mencatatnya, namun sekiranya perkara itu kejahatan, maka malaikat Atid pula yang akan mencatatnya, mereka tidak mencatatkan semua gumaman manusia, namun ucapan perkataan yang membawa ke syurga atau yang menjerumuskan ke neraka, kerana itu Allah Ta’ala berfirman:
    Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, (11) Maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya, (12) di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, (13) yang ditinggikan lagi disucikan, (14) di tangan para penulis (malaikat) -safarah-, (15) yang mulia lagi berbakti. (16)
    Maha Benar Allah
    [‘Abasa]


    Maka kita temukan para malaikat pencatat sebagai duta utusan bagi syurga itu, mereka tidak menuliskan dari bisikan dan ucapan rahasia kecuali zikir dan semua perkataan yang ada kebaikan, seperti perintah untuk bersedekah, berbuat kebajikan dan perbaikan antara manusia, dan kesemuanya itu hanya sebahagian dari tugas malaikat yang diwakilkan untuk menyertai manusia, Raqib dan Atid



    Kemudian kita beralih pada tugas mereka yang kedua yaitu: Ketika tiba ketetapan mati yang telah ditentukan dalam Kitab yang tertulis -Lauh Mahfuz- bagi seorang manusia, dan telah dekat ajalnya yang ditakdirkan -segala sesuatu ada ketentuan ajalnya yang telah tertulis, dan Allah-lah yang menentukan waktunya yang telah ditetapkan, tidaklah suatu diri mengalami kematian kecuali dengan izin Allah jua, sebagai suatu ketetapan yang telah ditentukan waktunya-, maka ketika itu malaikat Raqib dan Atid sendiri yang menjadi malaikat maut, yang bertugas untuk mengambil nyawa

    Bilamana manusia itu termasuk penghuni neraka, maka Allah mewahyukan kepada malaikat Atid, bahawa dialah malaikat maut yang ditugaskan untuk mencabut nyawanya, lalu malaikat Raqib membantu malaikat Atid untuk mencabut nyawa manusia itu, setelah perintah kepada malaikat maut Atid yang ditugaskan untuk mengambil nyawa orang-orang kafir dari kalangan penghuni neraka, yang telah Allah adakan syaitan baginya sebagai teman, yang menghalang-halanginya dari jalan kebenaran, dan membisikkan pada manusia bahawa dia termasuk kalangan yang mendapat petunjuk


    Bagi setiap manusia yang mengingkari Al Quran ada satu malaikat bernama Atid yang akan ditugaskan untuk menyabut nyawanya, Allah tidak menjadikan malaikat maut itu satu sahaja, Maha Suci Dia! Jika demikian, bagaimana malaikat maut yang satu dapat mencabut nyawa manusia, lalu terbahagi-bahagi di sini dan di sana, sedangkan dalam masa yang sama ramai manusia yang mati di setiap tempat
    !

    Ya Subhaanallaah, aduhai Maha Suci Allah, yang rahmat-Nya dan ilmu pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu, Dia-lah yang Maha Berkuasa atas tiap-tiap sesuatu, yang demikian itu adalah sifat untuk Allah sahaja, Maha Suci Dia, Allah tidak menjadikan adanya dua hati dalam diri manusia, jinn dan tidak juga malaikat, bahkan sifat Allah-lah yang tiada suatu apapun yang semisal-Nya itu, Maha Berkuasa lagi Maha Mendengarkan semua perkara, lagi Maha Menciptakan semua yang Dia kehendaki dalam satu masa, Dia tidak lalai dan tidak lupa, tidak mengantuk dan tidak tidur, Dia tidak pernah lengah dari suatu apapun lagi Maha Berkuasa atas tiap-tiap sesuatu dalam satu masa

    Maka dari itu, mungkin seorang dari kalian mahu menyela ucapanku dengan mengatakan: “Allah Ta’ala berfirman:
    Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) kalian akan mematikan kalian, kemudian hanya kepada Tuhan kalianlah kalian akan dikembalikan". (11) Maha Benar Allah [As Sajdah]”

    Untuk itu Al Mahdi Al Muntadhar Nasser Mohammed Al Yamani membalasnya, aku katakan: Aku bersumpah demi Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, bahawasanya malaikat maut yang ditugaskan mencabut nyawa orang-orang kafir adalah malaikat Atid; dialah “thooir” manusia -nahas dan malang- di lehernya jika hujjah telah ditegakkan terhadapnya.

    Allah Ta’ala berfirman:
    Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kalian, sesungguhnya jika kalian tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kalian dan kalian pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami". (18) Utusan-utusan itu berkata: "Thooir -nahas dan malang- kalian ada beserta kalian. Apakah jika kalian diberi peringatan (kalian bernasib malang)? Sebenarnya kalian adalah kaum yang melampaui batas". (19)
    Maha Benar Allah
    [Yaa Siin]


    Akan tetapi bukan hanya satu “thooir”, malah pada setiap manusia yang berpaling ada “thooir”, dan ianya adalah malaikat maut Atid
    Allah Ta’ala berfirman:
    Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan “thooir-nya” sebagaimana tetapnya kalung pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. (13) "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu". (14)
    Maha Benar Allah
    [Al Israa]


    Barangkali ada seorang dari umat Islam mahu menyelaku dengan mengatakan: “Tetapi malaikat maut itu namanya Izrail”, untuk itu aku balasnya, aku katakan:

    Marilah kita kembali mencari keputusan hukum dari Al Quran, siapakah yang lebih baik dari Allah dalam memberikan keputusan hukum bagi kaum yang mengetahui, mereka tidak mengikuti persangkaan yang sama sekali tidak berguna untuk mendapatkan kebenaran

    Demi Allah, andai tidak demi mensucikan-Nya, bahawa tiada suatu apapun yang serupa dengan-Nya, nescaya aku tidak mahu mulakan hiwar tentang perkara Izrail! Akan tetapi akidah kepercayaan kalian mengenai perkara Izrail ini menyamai suatu sifat dari sifat-sifat Allah, Dzat yang tiada suatu apapun sama seperti-Nya, ianya adalah sifat qudrah kemahakuasaan dan sifat ilmu pengetahuan yang meliputi segala perkara dalam satu masa yang sama

    Andai tidak kerana akidah kepercayaan kalian mengenai Izrail itu bersekutu dengan suatu sifat dari sifat-sifat Allah, Maha Suci Dia, nescaya aku tidak berbicara panjang lebar mengenai hakikat Izrail; suatu nama yang tidak Allah turunkan bukti keterangan apapun mengenainya dalam Al Quran, namun Allah menurunkan dalam Al Quran, nama-nama semua malaikat maut yang mencabut nyawa seluruh manusia, yang tidak pernah meninggalkan seorangpun dari mereka, meskipun bilangan malaikat maut adalah dua kali ganda bilangan manusia seluruhnya dari kalangan terdahulu dan kalangan terkemudian

    Allah menurunkan dalam Al Quran kesemua nama-nama mereka, yang tidak pernah meninggalkan seorangpun dari mereka, dan tidak ada sama sekali di antara malaikat-malaikat itu yang namanya Izrail


    Demikian juga aku dapati mereka menerima wahyu secara langsung dari Dzat yang Maha Hidup lagi Maha Mandiri, Allah Tuhan Semesta Alam, yang telah menciptakan manusia, Dia Maha Mengetahui semua yang dibisikan oleh manusia di dalam hati, Dia lebih dekat padanya dari urat lehernya, maka Allah mewahyukan kepada Raqib dan Atid akan perkara yang dibisikkan oleh manusia di dalam dirinya

    Para malaikat tidak tahu apa yang dibisikkan oleh manusia dalam hati; tiada yang tahu kecuali Dzat yang telah menciptakannya, yang Maha Mengetahui segala yang terpendam di hati, manakala semua yang diucapkan oleh manusia dengan lisan dan kedua bibirnya, maka para malaikat itu mengetahuinya, jika baik perkara yang diucapkannya itu, maka malaikat Raqib akan mencatatnya, namun jika perkara buruk yang diucapkannya, maka malaikat Atid pula yang akan merekodkannya

    Malah kalian tahu wahai sekalian umat Islam, bahawa malaikat Raqib dan malaikat Atid itu, kedua-duanya ada bersama setiap orang, mereka adalah dua malaikat yang satunya bernama Raqib dan yang lainnya bernama Atid, demikian juga kalian tahu bahawa kedua malaikat itu tidak hanya dua sahaja yang mengetahui amal perbuatan manusia, Maha Suci Dzat yang ilmu pengetahuan-Nya meliputi segala-galanya, suatu sifat bagi Allah yang Maha Esa semata-mata, Maha Suci Dia
    !
    Bahkan setiap manusia ada dua malaikat yang menyertainya, yang satu namanya malaikat Raqib sebagaimana yang kalian tahu dan yang satunya lagi namanya malaikat Atid, sesungguhnya Allah telah menjadikan kedua malaikat itu sebagai duta utusan bagi syurga dan neraka, mereka itulah para malaikat penulis yang mulia lagi berbakti, yang mencatatkan setiap ucapan dan amalan manusia, yakni duta utusan syurga yang penuh kenikmatan dan duta utusan neraka yang menyala-nyala, barangsiapa yang berzikir mengingati Allah, Maha Suci Dia, maka zikirnya akan dicatatkan oleh malaikat Raqib, duta utusan syurga


    Beralih pula pada tugas mereka yang kedua yaitu ketika menjelang kematian, maka sama-sama kita meneliti dalam Al Quran, siapakah malaikat maut yang mencabut nyawa manusia, sama ada manusia yang termasuk dari kalangan penghuni syurga atau dari kalangan penghuni neraka

    Adapun para penghuni neraka, maka aku dapati dalam Al Quran, Allah menugaskan dan mewakilkan malaikat maut Atid untuk mengambil nyawa mereka, ini bermakna setiap manusia, di antara mereka itu ada malaikat maut yang diserahi tugas untuk mencabut nyawa, yang namanya malaikat Atid, malaikat maut itu bukanlah satu malaikat sahaja yang mencabut nyawa-nyawa manusia, maka hendaklah kita mencari keputusan hukum dari Al Quran jika sungguh kalian beriman kepada Al Quran


    Sebagaimana yang telah kami nyatakan kepada kalian sebelum ini, bahawa “al hafadhah” adalah para malaikat penjaga yang Allah utuskan untuk mencatat amal perbuatan baik dan buruk manusia, maka mereka selalu ada menemani manusia sampai tiba ajalnya, lalu para malaikat itu mencabut nyawanya dan mengangkatnya, dan mereka tidak pernah cuai dan melalaikan tanggungjawab mereka dengan meninggalkan manusia itu sekalipun setelah kematiannya;

    Bahkan mereka sentiasa menemani manusia dan tidak cuai menjalankan tugas mereka, demikian itu kerana mereka diberi tanggungjawab untuk selalu menyertai para penghuni neraka hatta setelah kematian, sehinggalah hari umat manusia dibangkitkan untuk menghadap Tuhan Semesta Alam


    Sebagaimana yang telah kami katakan kepada kalian sebelum ini, bahawa: Para malaikat penjaga amalan adalah malaikat Raqib dan malaikat Atid, yang telah Allah utuskan untuk menemani manusia dan mencatatkan amal perbuatannya dan ucapan perkataannya sehingga tiba ajalnya, lalu para malaikat itu menerima perintah wahyu dari Allah untuk mengambil nyawa manusia itu

    Allah Ta’ala berfirman:
    Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepada kalian malaikat-malaikat penjaga (hafazah), sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (61)
    Maha Benar Allah
    [Al An’aam]


    Namun berbeza halnya jika manusia itu dari kalangan penghuni syurga, maka yang ditugaskan untuk menarik ruhnya dengan lembut adalah malaikat Raqib, duta utusan syurga, dan malaikat Atid membantu malaikat Raqib untuk mengambil nyawa orang yang beriman dengan perlahan, sementara jika orang yang mati itu termasuk kalangan penghuni neraka, maka yang ditugaskan untuk mencabut nyawanya adalah malaikat Atid (yang keras dan kasar), duta utusan neraka, sementara malaikat Raqib pula yang membantunya


    Tidaklah sama penghuni neraka dan penghuni syurga dalam kematian mereka, begitu juga sakaratul maut bagi mereka berbeza, yang demikian itu kerana malaikat maut Raqib dan Atid menarik ruh orang yang beriman dengan perlahan dan lembut, manakala jika orang itu termasuk penghuni neraka, maka para malaikat itu mencabut dan mengeluarkan ruhnya dengan cambukan mereka, dengan pukulan keras pada wajah dan punggung orang-orang kafir dengan pukulan yang menyakitkan

    Lantaran itu kita temukan dalam Al Quran, bahawa para malaikat pencabut nyawa memukul orang-orang kafir dengan tangan mereka (untuk mencabut nyawa) dengan pukulan yang keras

    Allah Ta’ala berfirman:
    Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawa-nyawa kalian" Di hari ini kalian dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kalian selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kalian selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya
    Maha Benar Allah
    [Al An’aam:93]


    Sepertimana yang telah kami katakan kepada kalian, bahawa pukulan malaikat dengan tangan terhadap orang-orang kafir dengan pukulan yang keras, ianya adalah tingkatan pertama azab seksaan, kemudian para malaikat membawanya ke neraka Jahannam pada ketetapan yang telah ditentukan

    Allah Ta’ala berfirman:
    Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah oleh kalian siksa neraka yang membakar" (50) Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya, (51)
    Maha Benar Allah
    [Al Anfaal]


    Setelah memukul dan mencabut nyawa, para malaikat menyeretnya untuk merasakan azab seksaan yang membakar, namun dia memekik dengan keras: "Aduhai celakanya, ke manakah kalian membawaku?" Demikian itu kerana dia sadar setelah pukulan keras di setiap hujung jari mereka dari arah depan dan arah belakang, lantas para malaikat membawa ruh pendosa itu ke neraka Jahannam, dan ketika itu dia menangis sambil berteriak: "Aduhai celakanya, ke manakah kalian membawaku?" Kerana dia sadar setelah dipukul dengan keras, akan ada azab seksaan neraka Jahannam

    Sebab itu Allah Ta’ala berfirman:
    Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah oleh kalian siksa neraka yang membakar" (50)
    Maha Benar Allah
    [Al Anfaal]


    Demikian juga para malaikat mempertanyakan kepadanya sebelum dia dicampakkan ke dalam lubang di neraka Jahannam itu sendiri, malaikat Atid menanyakan kepadanya: “Apa kejahatan yang telah engkau perbuat?”. Lalu orang kafir itu menawarkan perdamaian dengan meninggalkan penantangannya di balik belakang punggungnya, bahkan tunduk menyerah diri lalu mengatakan: “Kami tidak melakukan kejahatan apapun”. Maka ketika itu mereka mengingkari semua perkara yang telah dicatatkan oleh malaikat Atid

    Namun malaikat Atid membalasnya: “Benar ada, engkau telah berbuat kejahatan, aku tidak menganiayamu sedikitpun, kelak Allah yang akan memutuskan antara aku dan dirimu dengan sebenar-benarnya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan perbuatan kalian

    Allah Ta’ala berfirman:
    (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun"
    Maha Benar Allah
    [An Nahl:28]


    Maka dalam situasi ini manusia itu mengingkari perkara yang telah dicatatkan oleh malaikat Atid, meskipun dia belum lagi membaca catatan amalannya itu, hanya sahaja malaikat Atid menanyakan padanya tentang perbuatannya, Atid bertanya: “Apa yang telah engkau lakukan?”, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun"
    Maha Benar Allah
    [An Nahl:28]

    Allah Ta’ala berfirman:
    (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun"
    Maha Benar Allah
    [An Nahl:28]


    Kemudian kita perhatikan balasan malaikat Atid terhadap manusia ini, yang mengingkari perkara yang dicatatkan oleh malaikat Atid terhadapnya

    Allah Ta’ala berfirman:
    (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan”. (28)
    Maha Benar Allah
    [An Nahl]

    Malaikat yang mengatakan:
    “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan”, adalah malaikat Atid yang telah dituduh berbuat aniaya oleh manusia itu; kerana itu Atid mengatakan : “Benar ada, engkau telah berbuat kejahatan, aku tidak menganiayamu sedikitpun, kelak Allah yang akan memutuskan antara aku dan dirimu dengan sebenar-benarnya, sesungguhnya aku tidak zalim terhadapmu sedikitpun, sebab itu dia mengatakan “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan”, yakni kelak Dia-lah yang akan memutuskan antara kita dengan kebenaran, adakah aku ini mengada-adakan kebohongan terhadapmu dengan perkara yang tidak engkau perbuat

    Kemudian pada Hari Kiamat manusia yang kafir itu datang dengan malaikat Atid yang menggiringnya, agar Allah-lah yang memutuskan antara mereka berdua kerana Dia-lah yang Maha Mengetahui perbuatan manusia, kerana itu malaikat Atid -yang dituduh mengada-adakan perkara oleh manusia kafir- menjadi lawan bagi manusia itu, dan Atid menggiringnya kepada Allah pada Hari Kiamat untuk memberikan keputusan antara mereka dengan kebenaran


    Manakala malaikat Raqib pula pada situasi ini menjadi saksi “asy syahiid”, ini kerana dia ada hadir menyaksikan perbuatan jahat yang dilakukan oleh manusia, akan tetapi dia tidak ditugaskan untuk mencatat amal perbuatan yang buruk, namun dia adalah saksi terhadap yang demikian kesemuanya, sebab itu pada Hari Kiamat dia disebut sebagai “syahiid” yang menjadi saksi, lalu dia menyatakan kesaksiannya di hadapan Allah, bahawasanya semua catatan Atid adalah benar

    Lantas manusia yang kafir itu menggugat kesaksian sang penyaksi, malaikat Raqib, malah bersumpah kerana Allah, demi Allah dia tidak melakukan kejahatan

    Allah Ta’ala berfirman:
    Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan kalian yang dulu kalian katakan (sekutu-sekutu) Kami?". (22) Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah". (23) Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta kepada diri mereka sendiri dan hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan. (24)
    Maha Benar Allah
    [Al An’aam]


    Allah Ta’ala berfirman:
    (Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan musyrikin) sebagaimana mereka bersumpah kepada kalian; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh suatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta. (18)
    Maha Benar Allah
    [Al Mujaadilah:18]


    Maka pada situasi ini Allah mengunci mulut-mulut mereka, lantas Allah membuatkan tangan-tangan mereka dapat berbicara, juga kaki-kaki mereka dan kulit mereka, semuanya bersaksi terhadap mereka dengan perbuatan yang pernah mereka lakukan

    Kemudian Allah membukakan kembali kunci mulut-mulut mereka, lantas mereka berbicara mengatakan kepada tangan-tangan mereka, kaki-kaki mereka dan kulit mereka: “Mengapa kalian bersaksi terhadap kami?”, lalu anggota tubuh mereka menjawab: Allah, -yang dapat membuatkan segala sesuatu berbicara-, Dia-lah yang telah membuatkan kami ini dapat berkata-kata"

    Maka ketika itu keluarlah perintah ketuhanan kepada malaikat Atid dan malaikat Raqib, agar mereka berdua mencampakkan manusia itu ke dalam neraka Jahannam, dan ketika itu qarin yang menyertai manusia (syaitan) berkata: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku tidak membuatnya sesat, akan tetapi dia sendirilah yang berada dalam kesesatan yang jauh". Allah membalas: “Janganlah kalian bertengkar di hadapanku pada hari ini, sesungguhnya Aku telah memberikan janji ancaman kepada kalian dahulu, keputusannya di sisi-Ku tidak dapat diubah, dan Aku tidak menganiaya para hamba

    Allah Ta’ala berfirman:
    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (16) (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. (17) Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (18) Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. (19) Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman. (20) Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring (saaiq) dan seorang malaikat penyaksi (syahiid). (21) Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. (22) Dan yang menyertai dia berkata: "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku". (23) Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (24) yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (25) yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia olehmu berdua ke dalam siksaan yang sangat". (26) Yang menyertai dia berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh". (27) Allah berfirman: "Janganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepada kalian". (28) Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku (29) (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab: "Masih adakah tambahan?" (30)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Sebagaimana yang telah kami beritahukan kepada kalian sebelumnya, “al hafazah” adalah para malaikat penjaga yang ditugaskan menyertai manusia dari permulaan hingga ke pengakhiran, dan sesungguhnya telah jelas bagi kalian bahawa yang menggiring “as saaiq” adalah malaikat Atid, manakala yang jadi saksi “asy syahiid” adalah qarin (teman) yang menyertai Atid, yaitu malaikat Raqib sang pencatat kebaikan;

    Bahkan Allah menjadikan malaikat Raqib sebagai penyaksi yang sebenar-benarnya, kerana dia ada hadir semasa perbuatan jahat dilakukan oleh manusia, malaikat Raqib tidak melihat malaikat Atid membuat catatan terhadap manusia, selain dari perkara-perkara jahat yang dikerjakan oleh manusia itu, dan terhadap yang demikian itu malaikat Raqib termasuk kalangan yang menyaksikan

    Kerana itu dia memberikan kesaksiannya di hadapan Allah, dia mengatakan:
    Dan yang menyertai dia berkata: "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku". (23) [Qaaf], itulah kesaksian yang dinyatakan oleh malaikat Raqib yang menyertai malaikat Atid di hadapan Allah, bahawa semua yang dicatatkan oleh Atid adalah benar, dia sedikitpun tidak menganiaya manusia


    Malaikat Raqib adalah “qarin” yang menyertai “as saaiq” yang menggiring, “as saaiq” adalah malaikat Atid yang menggiring manusia kepada Tuhannya untuk memutuskan perkara antara keduanya, adakah Atid berbuat aniaya kepada manusia

    Namun jangan kalian lupa bahawa manusia mengingkari semua perbuatan jahat yang dicatatkan oleh malaikat Atid, kerana itu manusia yang melakukan perkara-perkara buruk itu berkata bahawa dia tidak melakukan kejahatan apapun, lantas Atid pula yang mengada-adakan kebohongan terhadapnya, jika manusia itu benar tidak melakukan kejahatan, perhatikanlah oleh kalian akan pengingkarannya

    Allah Ta’ala berfirman:
    (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan”. (28)
    Maha Benar Allah
    [An Nahl:28]


    Sebab itu kita dapati malaikat Atid menggiring manusia itu kepada Tuhannya, untuk memutuskan perkara antara mereka dengan sebenar-benarnya, ingatlah kalian akan kata-kata malaikat Atid, Allah Ta’ala berfirman:
    (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan”. (28)
    Maha Benar Allah
    [An Nahl]


    Kata-kata malaikat Atid adalah: “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan”, bermakna malaikat Atid menyerahkan keputusan hukum pada Allah untuk memutuskan perkara antara mereka, kerana itu kita dapati Atid-lah “as saaiq” yang menggiring manusia pada Hari Kiamat

    Manakala malaikat Raqib, maka kita dapatinya sebagai “asy syahiid” yang menjadi saksi, kerana dia ada hadir bersama manusia yang melakukan perbuatan-perbuatan jahat, juga bersama Atid yang bertugas mencatat kejahatan, Raqib tidak menyaksikan Atid mencatat terhadap manusia selagimana manusia itu tidak melakukan kejahatan

    Sebab itulah Allah menjadikan Raqib sebagai saksi yang sebenar-benarnya, justeru itu dia memberikan kesaksiannya di hadapan Allah, yaitu firman Allah Ta’ala:
    Dan yang menyertai dia berkata: "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku". (23)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Dan yang Allah maksudkan dengan firman-Nya “yang menyertai dia”, yakni “qarin” yang menyertai “as saaiq”, bukan “qarin” yang menyertai manusia, sesungguhnya kami telah memberitahukan kepada kalian, bahawa “as saaiq” yang menggiring manusia adalah malaikat Atid, manakala “qarin” yang menyertainya adalah temannya yaitu malaikat Raqib

    Adapun “qarin” yang menyertai manusia, maka dia adalah syaitan yang mengatakan: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku tidak membuatnya sesat, akan tetapi dia sendirilah yang berada dalam kesesatan yang jauh". Sekiranya kalian bertadabbur merenungkannya, kelak kalian akan dapati perintah itu dikeluarkan terhadap dua malaikat yang ditugaskan menyertai manusia, bahawa keduanya adalah “as saaiq” yang menggiring, yaitu malaikat Atid, dan “asy syahiid” yang jadi saksi, yaitu malaikat Raqib

    Dan setelah malaikat Raqib menyatakan kesaksiannya, lantas manusia yang jahat itu menggugat kesaksiannya, namun anggota badannya pula memberikan kesaksian, lalu keluar perintah kepada kedua malaikat, Atid dan Raqib, untuk mencampakkan manusia itu ke dalam neraka Jahannam, maka selesailah tugas dan tanggungjawab mereka berdua, kerana itu kalian temukan perintah Allah itu dikeluarkan untuk berdua (mutsanna), yaitu kedua malaikat penjaga

    Allah Ta’ala berfirman:
    Dan yang menyertai dia berkata: "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku". (23) Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (24) yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (25) yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia olehmu berdua ke dalam siksaan yang sangat". (26)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Ayat ini jelas dan terang menyatakan bahawa para malaikat yang diserahi tugasan itu ada dua dari mula hingga akhir, mereka berdua adalah malaikat Atid dan malaikat Raqib, kerana itu kalian temukan dua kali perintah ketuhanan dikeluarkan untuk mutsanna (dua malaikat)

    Allah Ta’ala berfirman:
    "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (24) yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (25) yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia olehmu berdua ke dalam siksaan yang sangat". (26)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Jika demikian maka jelaslah buat kalian bahawasanya malaikat maut adalah malaikat Raqib dan Atid itu sendiri, mereka tidak pernah cuai apalagi lalai menjalankan tanggungjawab dan mereka berdua sentiasa menyertai manusia; bahkan dari permulaan hingga ketika mati, mereka mengambil nyawa manusia dan tidak pernah lengah, yakni terus menerus melaksanakan tanggunjawab mereka setelah manusia mati hingga Hari Kiamat, sampailah mereka berdua mencampakkan manusia itu ke dalam azab seksaan yang keras dengan jasad dan ruh


    Jika demikian, para malaikat penjaga itu sendiri juga adalah merupakan utusan kematian yang mencabut nyawa manusia, mereka menyertai manusia hingga tiba ajalnya lalu mengambil nyawanya dan mereka tidak pernah lalai menjalankan tugas mereka; yakni mereka tidak pernah meninggalkan manusia, bahkan terus menerus menjalankan tugas mereka menyertai manusia setelah mati

    Allah Ta’ala berfirman:
    Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepada kalian malaikat-malaikat penjaga (hafazah), sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (61)
    Maha Benar Allah
    [Al An’aam]


    Bertadabburlah kalian dengan merenungkan ayat ini baik-baik:
    Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepada kalian malaikat-malaikat penjaga (hafazah), sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (61)
    [Al An’aam]

    Akan tetapi kalian menyangka para utusan kematian itu adalah malaikat baru, padahal mereka jugalah yang diutus sebelumnya untuk menjaga dan mencabut nyawa, mereka adalah malaikat Atid dan malaikat Raqib

    Kerana itu Allah berfirman:
    sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (61)
    Maha Benar Allah
    [Al An’aam]


    Kesemua bayan keterangan ini tidak lain kecuali penjelasan bagi ayat yang dimintai oleh Habib Al Habib kepadaku agar aku menjelaskannya, yaitu firman Allah Ta’ala:
    Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (Raqib dan Atid) (18)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]
    Maka kami telah menuliskan bayan keterangan yang ringkas bagi ayat ini, dan kami telah menjelaskannya secara terperinci, kami masih memiliki banyak bukti bagi takwilan yang hak ini, yang kami simpankan buat orang-orang yang ragu untuk kami bungkam mereka dengan sebenar-benarnya

    Maka bertadabburlah merenungkannya wahai Habib Al Habib dan fikirkanlah, jika sekiranya padamu ada keterangan yang lebih baik dari takwilanku dan lebih baik penjelasannya, maka bawakannya kepada kami dan buktikan bahawa penjelasanku ini dalam kesalahan yang nyata

    Namun aku katakan padamu, engkau tidak akan mampu mengatakan ianya batil, kerana aku tidak membawakan takwilan bagi ayat ini dengan persangkaan dan ijtihad dari fikiranku sendiri, bahkan seluruh takwilan adalah dari Al Quran itu sendiri, jika begitu engkau tidak dapat mengingkari Al Quran, kecuali jika engkau termasuk kalangan orang-orang kafir yang mengingkari Al Quran


    Aku ulangi, aku ulangi dan ulangi lagi, aku katakan: Wahai sekalian ulama umat, jika kalian membantahku dari Al Quran dan mengalakanku, maka tetaplah ke atasku laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya, namun jika aku mengalahkan kalian sedang kalian tahu bahawa sungguh bayan keteranganku adalah kebenaran yang nyata, lantas kalian tidak mengakui kebenaran, maka tetaplah ke atas kalian laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya, bersikap diam terhadap kebenaran adalah syaitan yang bisu, salam sejahtera ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Aku mengkhususkan laknat kutukan ini terhadap orang-orang yang telah mengetahui dengan pasti, bahawa aku benar-benar Al Mahdi Al Muntadhar, namun mereka mendiamkan diri tidak membantu kebenaran, seakan-akan perkara ini sedikitpun tidak penting bagi mereka
    !

    Akan tetapi wahai sekalian ulama umat, tidakkah kalian lihat umat Islam menunda kepercayaan mereka terhadap urusanku sampai para ulama Islam mempercayai urusanku
    ?
    Namun inilah dia, telah berlalu tiga tahun dan aku tetap menyeru para ulama umat untuk berhiwar, aku bolak balik di medan hiwar dan aku katakan: Adakah pesaing yang mahu menantang dengan ilmu pengetahuan, petunjuk dan kitab yang menerangkan
    ?
    Aku menolak akidah kepercayaan yang batil, meskipun begitu aku dapati para ulama umat tidak bersuara untuk mempertahankan agama, jika mereka beranggapan aku ini berada dalam kesesatan yang nyata, atau membantuku dengan mengakui kebenaran, jika mereka beranggapan aku menyatakan kebenaran dan membimbing ke jalan yang lurus, namun mereka masih sahaja ragu, tidak menentangku dan tidak juga bersamaku

    Barangsiapa yang dianugerahkan oleh Allah dengan menampakkan kepadanya urusanku di internet antarabangsa, kemudian dia tidak memberitahukannya kepada orang-orang mengikut kadar kesanggupannya, maka orang itu berdosa hatinya, kelak Allah akan menanyakan kepadanya tentang sikap dan pendiriannya terhadap Al Mahdi Al Muntadhar, sang pembela bagi Muhammad Rasulullah dan Al Quran


    Wahai sekalian pencari kebenaran di internet antarabangsa, bertakwalah kalian kepada Allah, sampaikanlah oleh kalian mengenai urusanku ini kepada semua ulama umat dan kepada para mufti di negara-negara Islam, janganlah kalian menjadi naif sangat lugu, yang segera bilamana ada seorang ulama mengatakan: "Nasser Mohammed Al Yamani dalam kesesatan yang nyata", lantas segera kalian mengatakan
    "Engkau benar"
    !
    Wahai alim mufti yang memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab yang menerangkan, tidak, bahkan kami telah dihukumi sesat tanpa ilmu pengetahuan dan hujjah dari mereka, lalu kalian mengikuti mereka, padahal Allah telah memperingatkan kalian, agar kalian tidak mengikuti perkara yang tidak kalian ketahui

    Demikian ini kerana sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati nurani, kesemuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya, barangsiapa yang mengingkari perkaraku ini dari ulama umat, hendaklah dia berhadapan denganku di perangkat hiwar antarabangsa, untuk membungkamku di laman webku dengan sebenar-benarnya, di situs web hiwar global Islam, laman website berita gembira Al Bushra


    Wahai Ibnu Omar, aku menyuruhmu bersumpah demi Allah yang Maha Agung, jika para ulama umat mengalahkanku, atau bahkan seorang dari mereka mengalahkanku, maka hendaklah engkau membiarkan ucapannya tetap di laman webku, agar jelas bagi umat bahawa aku ini dalam kesesatan yang nyata, jika dia mengalahkanku dengan ilmu pengetahuan dan petunjuk yang benar

    Dan aku Nasser Mohammed Al Yamani, aku katakan, seandainya seorang ulama umat atau seluruhnya, ataupun ada sebahagian dari mereka yang mengalahkanku dengan ilmu pengetahuan, dalil hujjah menerangkan, maka tetaplah laknat Allah ke atasku, juga laknat para malaikat dan manusia seluruhnya pada setiap detik, setiap ketika dan setiap saat bertahun-tahun hinggalah hari manusia berdiri di hadapan Tuhan Semesta Alam

    Akan tetapi mereka itu tidak mampu, adakah kalian tahu mengapa aku begitu pasti bahawa mereka itu tidak mampu
    ?
    Demikian itu kerana mereka sama sekali tidak akan mampu, sebab aku ini telah dilengkapi dengan senjata ilmu pengetahuan dan dalil hujjah dari kitab yang menerangkan, Al Quran, kalam Tuhan Semesta Alam, maka dengan perkataan apa lagi sesudah itu mereka mahu beriman
    ?
    Salam sejahtera ke atas Habib Al Habib dan semua kaum muslimin, semoga salam kesejahteraan tetap ke atas kita dan seluruh hamba Allah yang baik, salam sejahtera ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..



    Saudara kalian; Al Mahdi Al Muntadhar, Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani

    ــــــــــــــــــ


    اقتباس المشاركة: 3854 من الموضوع: رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه: { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..

    - 1 -
    الإمام ناصر محمد اليماني
    30 - 12 - 1428 هـ
    08 - 01 - 2008 مـ
    12:21 صـــباحاً
    ــــــــــــــــــ


    رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه:
    { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..

    بسم الله الرحمن الرحيم
    قال الله تعالى:
    {وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا} صدق الله العظيم [الفرقان:٣٣].
    وقال تعالى:
    {ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ} صدق الله العظيم [القيامة:١٩].

    وبه أستعين وأتلقى البيان الحقّ للقرآن العظيم بوحي التفهيم وليس وسوسة شيطانٍ رجيمٍ؛ بل أصدق البيان الحقّ باستنباط السلطان الواضح والبيّن من القرآن كتاب الله المُنير فأدعو إلى سبيل ربّي على بصيرةٍ وأنا من المسلمين، ثم أما بعد..

    ويا حبيب الحبيب، إليك البيان الحقّ في شأن الملك عتيد والملك رقيب، وكذلك إليك إعلان النّصر عليك من قبل الحوار بأني سوف أغلبك بالحقّ فألجمك إلجاماً بإذن الله إن كنت تريد الحقّ حتى تعلم بأنّي الحقّ من ربّك، فإذا أخذتك العزّة بالإثم فسوف يُقيِّضُ لك الله شيطاناً فيجعله لك قريناً فيصدّك عن الهُدى بعد إذ جاءك، وإن لم تأخذك العزّة بالإثم فسوف يصطفيك الله فيجعلك من النّواب المُكرمين الصدّيقين في العالمين من قبل الظهور الذين صدّقوا بالبيان الحقّ لآيات ربّهم ولم يبغوها عوجاً ولا يقولون على الله ما لا يعلمون ويستمعون القول فيتبعون أحسنه، فكن منهم وأرجو من الله أن تكون منهم، ألا يكفيك بأني أخبرتك بما تريد أن تعلنه للعالمين بأنّك أنت المهديّ المنتظَر من قبل الإعلان فأعلنت لهم ما تريد قوله من قبل أن تقول؟ فكما ألهمني ربّي بما تريد أن تقول قبل أن تقول أنك المهديّ المنتظَر فكذلك يلهمني البيان الحقّ للقرآن فلا تكن ساذجاً فتصدقني بالبيان الحقّ للآية التي طلبت ما لم آتِك بالسلطان من نفس القرآن وأفصّله تفصيلاً بما علّمني ربّي بعلم اليقين بلا شك أو ريب، ولا أقول على الله بالبيان للقرآن ما لم أعلم فأتّبعُ الظنّ الذي لا يغني من الحقّ شيئاً؛ بل أهدي وأعدل بالحقّ وأهدي به إلى صراط مُستقيم.

    وإليك البيان الحقّ من نفس الحقّ تصديقاً لقول الله تعالى
    : {وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا} صدق الله العظيم [الفرقان:٣٣].

    وقال الله تعالى:
    {وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧﴾ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ ﴿١٨﴾ وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ ﴿١٩﴾} صدق الله العظيم [ق].

    وإليكم البيان الشامل في شأن رقيب وعتيد وإنا لصادقون بإذن الله ربّ العالمين
    :

    وإنّ رقيب وعتيد هما من ملائكة الله المقربين أرسلهم الله ليقوموا بحفظ عمل الإنسان وأقواله خيرها وشرها، فإذا ذكر الإنسان الله بلسانه كتب رقيب لفظ الذكر، وإذا ذكر الإنسان الله في نفسه بغير لفظ اللسان والشفتين فعندها لا يعلم رقيب بما توسوس به نفس الإنسان ولكن يعلم بذلك الذي خلق الإنسان وهو أقرب إليه بعلمه من حبل الوريد، فيوحي الله إلى رقيب بما وسوست به نفس الإنسان من الذكر الخفي، فيتلقى رقيب الوحي من ربّه فيقوم بحفظه في الكتاب المطهّر الذي بيده.

    ورقيب سفيرٌ مندوبٌ لجنّة المأوى لكتابة ما يؤدّي إليها من قولٍ وعملٍ صالحٍ لذلك يُسمّيه الله في القرآن سفيراً أي سفيراً للجنّة لكتابة ذكر الله والعمل الصالح. وقال الله تعالى:
    {كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ﴿١١﴾ فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ ﴿١٢﴾ فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ ﴿١٣﴾ مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ ﴿١٤﴾ بِأَيْدِي سَفَرَةٍ ﴿١٥﴾ كِرَامٍ بَرَرَةٍ ﴿١٦﴾} صدق الله العظيم [عبس]. بمعنى أنّه لا يُسجِّل إلا الخير من نجوى الإنسان، لذلك قال الله تعالى: {فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ ﴿١٢﴾ فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ ﴿١٣﴾ مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ ﴿١٤﴾ بِأَيْدِي سَفَرَةٍ ﴿١٥﴾ كِرَامٍ بَرَرَةٍ ﴿١٦﴾} صدق الله العظيم [عبس].

    والسفرة هم ملائكة سفراء جنّة المأوى، ويوجد مع كُلّ إنسانٍ مَلَكٌ واحدٌ منهم اسمه رقيب ويوجد عن يمين الإنسان ومكلّف معه من البداية منذ إقامة الحجّة إلى النّهاية في منتهاه المصيري والأبدي الخالد.

    وأما عتيدٌ فهو كذلك من ملائكة الله المكرمين والمقربين من الغلاظ الشداد بالحقّ، وهو سفير لجهنم ومُكلفٌ بكتابة كُل قول وعمل غير صالح يؤدي إلى جهنّم ويكتب حتى ما توسوس به نفس الإنسان. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ} صدق الله العظيم [البقرة:٢٨٤].

    ولكنّ عتيد لا يعلم ما توسوس به نفس الإنسان؛ بل يتلقّى ذلك بوحي من الذي خلق الإنسان والذي هو أقرب إليه بعلمه وسمعه من حبل الوريد؛ الذي معهم أينما كانوا يسمعُ ويرى؛ الله لا إله إلا هو ربّ العالمين الذي يعلم خائنة الأعين وما تخفي الصدور؛ وإن تجهر بالقول فإنه يعلم السرّ وأخفى؛ الله لا إله إلا هو لهُ الأسماء الحسنى. وأمّا ما يلفظ به الإنسان بالشَّفَةِ واللسان فإن كان خيراً كتبه (رقيب) وإن كان شراً كتبه (عتيد)، فهم لا يكتبون جميع هذهذة الإنسان بل القول الذي يؤدي إلى الجنّة أو القول الذي يؤدي إلى النّار، لذلك قال الله تعالى:
    {كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ﴿١١﴾ فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ ﴿١٢﴾ فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ ﴿١٣﴾ مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ ﴿١٤﴾ بِأَيْدِي سَفَرَةٍ ﴿١٥﴾ كِرَامٍ بَرَرَةٍ ﴿١٦﴾} صدق الله العظيم [عبس].

    فنجد الملائكة السفراء لجنّة المأوى لا يكتبون من النجوى إلا الذِّكر وكُل قول فيه خير كأمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين النّاس، وكُل ذلك ليس إلا جُزءًا من المهمات المُوكل بها رقيب وعتيد.

    ومن ثم ننتقل إلى مهمتهم الثانية وهي: إذا جاء الإنسان قدر الموت المقدور في الكتاب المسطور ودنا أجله المحتوم ولكُل أجلٍ كتابٍ مرقوم يُصدقه الله في ميقاته المعلوم وما كان لنفسٍ أن تموت إلا بإذن الله كتاباً مُؤجلاً، فعندها يصبح (رقيب) و(عتيد) هم أنفسهم ملائكة الموت، فإذا كان الإنسان من أصحاب النّار فيوحي الله إلى عتيد بأنّه ملك الموت الموكل بهذا الإنسان، ومن ثم يقوم الملك رقيب بمساعدة عتيد في التُّوفي لهذا الإنسان والذي هو من أصحاب النيران والذي قيَّض الله له شيطاناً فهو له قرين فيصدّه عن السبيل ويوسوس له بأنّه لمن المهتدين، وبعد الأمر إلى ملك الموت عتيد الذي وُكِّل بالكافرين.
    ولكل إنسانٍ كافرٍ بالذكر ملك اسمه عتيد، ولم يجعل الله ملك الموت واحداً فقط، سُبحانه! إذاً كيف يستطيع مَلَكٌ واحدٌ أن يتوفى النّاس فيتجزأ هُنا وهناك وفي آنٍ واحدٍ يموت كثير من النّاس في كل مكانٍ! ويا سبحان الذي يحيط بكلّ شيء رحمةً وعلماً وهو على كل شيء قدير في آنٍ واحدٍ، وتلك صفة ليست إلا لله سبحانه وما جعل الله لإنسان ولا جانّ ولا ملك من قلبين في جوفه بل صفة الله الذي ليس كمثله شيء يستطيع أن يسمع هذا وذاك ويخلق هذا وذاك في آنٍ واحدٍ لا يسهو ولا ينسى ولا تأخذه سنة ولا نوم ولا يغفل عن شيء وهو على كل شيء قدير في آن واحد، وذلك لأنه لربّما يودّ أحدكم أن يُقاطعني فيقول: "قال الله تعالى:
    {قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ} صدق الله العظيم [السجدة:١١]". ومن ثمّ يردّ عليه المهديّ المنتظَر ناصر محمد اليماني فأقول مُقسماً بالله العلي العظيم بأن ملك الموت الموكل بالكافرين بأنّه هو الملك عتيد؛ وهو طائر الإنسان في عنقه إن أقيمت عليه الحجّة. وقال تعالى: {قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿١٨﴾ قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ ﴿١٩﴾} صدق الله العظيم [يس].

    ولكنه ليس طائراً واحداً بل لكُل إنسان مُعرِض طائر وهو ملك الموت عتيد. وقال الله تعالى:
    {وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا ﴿١٣﴾ اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا ﴿١٤﴾} صدق الله العظيم [الإسراء].

    ولربّما يودّ أحدٌ من جميع المُسلمين أن يُقاطعني فيقول: "بل ملك الموت اسمه (عزرائيل)". ومن ثمّ نردّ عليه فنقول: تعال لنحتكم الى القرآن العظيم ومن أحسن من الله حُكماً لقوم يعلمون فلا يتبعون الظنّ الذي لا يُغني من الحقّ شيئاً، وتالله لولا أني أريد أن أنزّه ربّي بأنّ ليس كمثله شيء لما فتحت الحوار في شأن عزرائيل! ولكن عقيدتكم في شأن عزرائيل تشابه صفة من صفات الله الذي ليس كمثله شيء وهي صفة القدرة والإحاطة بكل شيء علماً في آن واحد، ولولا أن عقيدتكم في عزرائيل تتشارك مع صفة من صفات الله سبحانه لما خضت في حقيقة عزرائيل؛ اسمٌ ما أنزل الله به في القرآن من سُلطان، ولكن الله أنزل في القرآن أسماء جميع ملائكة الموت الذين يتوفون البشرية أجمعين فلم يُغادر منهم أحداً برغم أن تعداد ملائكة الموت ضعف تعداد البشرية أجمعين الأولين منهم والآخرين، وأنزل الله في القرآن جميع أسمائهم فلم يُغادر منهم أحداً ولم نجد بينهم ملك اسمه عزرائيل على الإطلاق.

    وكذلك وجدت بأنهم يتلقون الوحي مُباشرةً من الحيّ القيوم الله ربّ العالمين الذي خلق الإنسان ويعلم ما توسوس به نفسه وهو أقرب إليه من حبل الوريد فيوحي إلى رقيبٍ وعتيدٍ ما توسوس به نفس الإنسان، فهم لا يعلمون ما توسوس به نفس الإنسان؛ غير الذي خلقه الذي يعلم ما تخفي الصدور، وأما ما يلفظ الإنسان بلسانه وشفتاه فهم به يعلمون، فإن كان خيراً كتبه رقيب وإن كان شراً كتبه عتيد. فأنتم تعلمون يا معشر المُسلمين بأنّ الملك رقيب والملك عتيد أنهما موجودان مع كُلّ إنسانٍ وهما ملكان اثنان أحدهما اسمه رقيب والآخر اسمه عتيد، وكذلك تعلمون بأنهما ليسا اثنين فقط يحيطون بما يعمله النّاس، وسبحان الذي وسع كل شيء علماً صفة لله وحده سبحانه! بل يوجد مع كُل إنسان ملكان اثنان أحدهما اسمه رقيب كما تعلمون والآخر اسمه عتيد قد جعلهم الله سُفراء الجنّة والنّار، أولئك هم السفرة الكرام البررة أي سفير النّعيم وسفير الجحيم، فمن شاء ذكره سبحانه فيكتب ذكره رقيب سفير الجنّة.

    ولسوف ننتقل الآن إلى مهمتهم الثانية وهي عند التوفي فنبحث في القرآن سويّاً من هم ملائكة الموت الذين يتوفّون الإنسان سواءً كان من أهل الجنّة أو من أهل الجحيم، فأمّا أصحاب الجحيم فأجد في القرآن بأنّ الله يوكل بهم ملك الموت عتيد بمعنى أنّ لكُلّ إنسان منهم ملك الموت الذي وكّل به واسمه عتيد وليس ملكاً واحداً يتوفى الأنفس، فلنحتكم للقرآن العظيم إن كنتم به مؤمنون.

    وكما ذكرنا لكم من قبل بأنّ الحفظة هم الملائكة الذين أرسلهم الله لكتابة عمل الإنسان خيره وشره فيلازمونه حتى إذا جاءه الموت فيتوفّونه فيقومون برفعه، وهم لا يفرّطون فيتركوه حتى من بعد الموت؛ بل هم يلازمونه فلا يفرّطون، وذلك لأنهم مكلّفون مع أصحاب النّار حتى من بعد الموت إلى يوم يقوم النّاس لربّ العالمين.

    وكما قلنا لكم من قبل بأنّ:
    الحفظة للأعمال هم الملك رقيب والملك عتيد الذين أرسلهم الله لملازمة الإنسان وكتابة أعماله وأقواله حتى يأتي أجله فيتلقوا الوحي من الله بالتَّوفي لهذا الإنسان. وقال الله تعالى: {وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ} صدق الله العظيم [الأنعام:٦١].

    ولكن الأمر يختلف إذا كان الإنسان من أصحاب الجنّة فإن الذي يُوكّل بنشط روحه هو ملك الموت رقيب سفير الجنّة ويقوم الملك عتيد بمساعدة الملك رقيب بنشط روح المؤمن، وأما إذا كان المتوفّى من أصحاب النّار فإن الذي يوكّل بها هو ملك الموت عتيد سفير النّار ومن ثم يقوم الملك رقيب بمساعدته.

    ولا يستوي أهل النّار وأهل الجنّة في مماتهم وتختلف سكرات الموت وذلك لأنّ ملائكة الموت رقيب وعتيد ينشطون روح المؤمن نشطاً فأمّا إن كان من أصحاب الجحيم فإنهم ينزعونها بسياطهم بالضرب الشديد لوجوههم وأدبارهم ضرباً مؤلماً فنجد في القرآن العظيم بأنهم يبسطون إليهم أيديهم بالضرب الشديد. وقال الله تعالى:
    {وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ} صدق الله العظيم [الأنعام:٩٣].

    وكما قلنا لكم بأنّ البسط لأيدي الملائكة إلى الذين كفروا بأنه يكون بالضرب الشديد وهو أول منازل العذاب ومن ثم يحملونه إلى نار جهنّم في قدره المعلوم. وقال الله تعالى:
    {وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ ﴿٥٠﴾ ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ ﴿٥١﴾} صدق الله العظيم [الأنفال].

    ومن بعد الضرب وإخراج النفس يحملونه ليذوق عذاب الحريق ولكنه يصرخ صراخاً شديداً: يا ويلتاه إلى أين تذهبون بي؟ وذلك لأنّه علم بأنّ من بعد الضرب في كلّ بنان في الواجهة الأمامية والخلفية فمن ثم يقومون بحمل هذه النفس المجرمة إلى نار جهنّم وعندها يصيح: يا ويلتاه إلى أين تذهبون بي؟ وذلك لأنه قد علم بأنّ من بعد ذلك عذاب جهنّم. لذلك قال تعالى:
    {وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ ﴿٥٠﴾} صدق الله العظيم [الأنفال].

    وكذلك يقومون بمساءلته قبل أن يُلقوا به في حفرته في نار جهنّم في ذات جهنّم ويلقي إليه السؤال (عتيد): ما كنت تفعل من السوء؟ ومن ثم يلقي الإنسان الكافر السَّلَمَ نابذاً التحدي وراء ظهره؛ بل مستسلماً فيقولون: ما كنا نعمل من سوء. فعندها أنكروا جميع ما كتبه الملك عتيد، ولكنّ عتيد ردّ عليه: بلى عملت السوء ولم أظلمك شيئاً وسوف يحكم الله بيني وبينك بالحقّ إن الله يعلم ما تعملون. وقال الله تعالى:
    {الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ} صدق الله العظيم [النحل:٢٨].

    ففي هذا الموضع أنكر الإنسان ما كتبه عليه عتيدٌ برغم أنه لم يقرأه بعد وإنما سأله عتيد عن عمله فقال: ما كنت تعمل؟
    {فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ} صدق الله العظيم [النحل:٢٨]. وقال الله تعالى: {الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ} صدق الله العظيم [النحل:٢٨].

    ومن ثم ننظر ردّ الملك عتيد على هذا الإنسان الذي أنكر ما كتبه عليه عتيد، وقال الله تعالى:
    {الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} صدق الله العظيم [النحل:٢٨]. فالذي قال: {بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} هو الملك (عتيد) الذي اتّهمه الإنسان بظلمه؛ لذلك قال: بلى إنك كنت تعمل السوء وما ظلمتك شيئاً ولسوف يحكم الله بيني وبينك بالحقّ وأني لم أظلمك شيئاً، لذلك قال: {إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} أي سوف يحكم بيننا بالحقّ هل افتريتُ عليك بغير ما لم تعمل؟ ثم يأتي يوم القيامة الإنسان الكافر والملك عتيد يسوقه لكي يحكم الله بينهما لأنه يعلم فعل الإنسان، لذلك عتيد الذي اتهمه الإنسان الكافر بالافتراء أصبح خصماً لهذا الإنسان فهو يسوقه إلى الله يوم القيامة ليحكم بينهم بالحقّ.

    وأما رقيب فيكون في موضع الشاهد وذلك لأنه كان حاضراً على عمل السوء الصادر من الإنسان ولكنّه لم يكن مُكلّفاً بكتابة أعمال السوء ولكنه شاهدٌ عليها أجمعين لذلك يُسمى يوم القيامة شهيد، ومن ثم يُدلي بشهادته بين يدي الله بأنّ ما كتبه عتيدٌ حقٌّ، ومن ثم يطعن الإنسان في شهادة الشاهد رقيب ويحلف لله بالله أنه ما كان يعمل من سوء. وقال الله تعالى: {وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا أَيْنَ شُرَكَاؤُكُمُ الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ ﴿٢٢﴾ ثُمَّ لَمْ تَكُنْ فِتْنَتُهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا وَاللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ ﴿٢٣﴾ انْظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ ۚ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ ﴿٢٤﴾} صدق الله العظيم [الأنعام].

    وقال الله تعالى: {يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيَحْلِفُونَ لَهُ كَمَا يَحْلِفُونَ لَكُمْ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْكَاذِبُونَ} صدق الله العظيم [المجادلة:١٨].

    وفي ذلك الموضع يختم الله على أفواههم فيُنطِق الله أيديَهم وأرجلهم وجلودهم فتشهد عليهم بما كانوا يعملون، ومن ثم يفُكّ الله أفواههم فينطقون فيقولون لأيديهم وأرجلهم وجلودهم: لمَ شهدتم علينا؟ قالوا: أنطقنا الله الذي أنطق كل شيء. وعندها يصدر الأمر الإلهي إلى (عتيد) و(رقيب) أن يلقيا بذلك الإنسان في نار جهنّم، وعندها يصرخ قرين الإنسان: ربّي ما أطغيته ولكن كان في ضلالٍ بعيدٍ. قال: لا تختصموا لدي اليوم وقد قدمت إليكم بالوعيد ما يبدل القول لدي وما أنا بظلام للعبيد. وقال الله تعالى:
    {وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧﴾ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ ﴿١٨﴾ وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ ﴿١٩﴾ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ ﴿٢٠﴾ وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ ﴿٢١﴾ لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ ﴿٢٢﴾ وَقَالَ قَرِينُهُ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ ﴿٢٣﴾ أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ ﴿٢٤﴾ مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ ﴿٢٥﴾ الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ ﴿٢٦﴾ قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ ﴿٢٧﴾ قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ ﴿٢٨﴾ مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ ﴿٢٩﴾ يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ ﴿٣٠﴾} صدق الله العظيم [ق].

    وكما علّمناكم من قبل أنّ الحفظة هم المكلّفون مع الإنسان من البداية إلى النّهاية، وقد تبيّن لكم بأنّ السائق أنّه هو الملك (عتيد) وأمّا الشاهد فهو قرينه الملك (رقيب) كاتب الحسنات؛ ولكنّ الله جعله شاهداً بالحقّ لأنه كان حاضراً أثناء عمل السوء من الإنسان ولم يرَ (رقيب) بأنّ الملك (عتيد) كتب على الإنسان غير ما فعل وكان (رقيب) على ذلك من الشاهدين لذلك أدلى بشهادته بين يدي الله وقال:
    {وَقَالَ قَرِينُهُ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتيدٌ}، وتلك هي الشهادة التي ألقاها (رقيب) قرين (عتيد) بين يدي الله بأنّ ما كتبه (عتيد) حقٌّ ولم يظلم الإنسان شيئاً.

    و(رقيب) هو قرين السائق والسائق هو الملك (عتيد) يسوق الإنسان إلى ربه ليحكم بينهما هل ظلمه، فلا تنسوا بأنّ الإنسان أنكر جميع أفعال السوء المكتوبة لَدى (عتيد) لذلك قال الإنسان صاحب أفعال السوء بأنهُ ما كان يعمل من السوء شيئاً فأصبح (عتيد) مفترياً عليه إذا كان صادقاً ولم يفعل السوء، وانظروا إلى الإنكار. وقال الله تعالى:
    {الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ} صدق الله العظيم [النحل:٢٨].

    لذلك نجد الملك عتيد يسوق الإنسان إلى ربه ليحكم بينهم بالحقّ وتذكروا قول عتيد، وقال تعالى:
    {الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} صدق الله العظيم [النحل:٢٨].

    فأما قول عتيد هو:
    {بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} بمعنى أنه ردّ الحكم لله ليحكم بينهم لذلك نجد عتيداً هو السائق للإنسان يوم القيامة، وأما الملك رقيب فنجده الشاهد لأنه كان حاضراً مع الإنسان صاحب أفعال السوء ومع عتيد الذي كُلِّف بكتابة السوء ولم يشهد بأنّ عتيد كتب على الإنسان ما لم يعمل لذلك جعله الله شاهداً بالحقّ لذلك أدلى بشهادته بين يدي الله وهي قوله تعالى: {وَقَالَ قَرِينُهُ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ} صدق الله العظيم.

    ويقصد بقوله
    { قَرِينُهُ } أي قرين السائق وليس قرين الإنسان، وقد علمناكم بأنّ السائق أنه الملك عتيد، وأما قرينه فهو صديقه وهو الملك رقيب، وأما قرين الإنسان فهو الشيطان وهو الذي قال: ربّي ما أطغيته ولكن كان في ضلال بعيد. وإذا تدبرتم سوف تجدون الأمر صادراً على المكلفين بالإنسان وأنهما اثنان وهم السائق الملك عتيد والشاهد الملك رقيب، وبعد أن أدلى الملك رقيب بشهادته ومن ثم طعن في شهادته الإنسان ومن ثم شهدت عليه أطرافه وجلده ومن ثم صدر الأمر إلى الملكين عتيد ورقيب بأن يلقوا به في نار جهنّم وانتهت وانقضت مهمتهم لذلك تجدون الأمر صدر بالمثنى، وقال تعالى: {وَقَالَ قَرِينُهُ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ ﴿٢٣﴾ أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ ﴿٢٤﴾ مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ ﴿٢٥﴾ الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ ﴿٢٦﴾} صدق الله العظيم [ق].

    وهذه الآية واضحة وجليّة بأن المكلفين هما اثنان من البداية إلى النّهاية وهما الملك عتيد والملك رقيب لذلك تجدون الأمر الإلهي صدر بالمثنى مرتين، وقال تعالى:
    {أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ ﴿٢٤﴾ مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ ﴿٢٥﴾ الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ ﴿٢٦﴾} صدق الله العظيم [ق].

    إذاً قد تبين لكم بأنّ
    ملائكة الموت هم أنفسهم رقيب وعتيد وأنهم لا يفرّطون فيتركون الإنسان؛ بل من البداية إلى حين الموت فيتوفّونه وهم لا يفرّطون أي مستمرّون في التكليف من بعد الموت إلى يوم القيامة حتى يلقياه في العذاب الشديد جسداً وروحاً.

    إذاً
    الحفظة هم أنفسهم رُسل الموت يلازمون الإنسان حتى يأتيه الموت فيتوفونه وهم لا يفرّطون؛ أي لا يتركونه بل يستمر تكليفهم من بعد الموت، وقال الله تعالى: {وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ} صدق الله العظيم [الأنعام:٦١].

    فتدبروا الآية جيداً:
    {وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يفرّطون} ولكنكم تظنون بأن رُسل الموت جُدُد بل هم أنفسهم الذين أرسلهم من قبل وهم عتيد ورقيب. لذلك قال: {حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ} صدق الله العظيم.

    وكل هذا البيان ليس إلا تفسيراً لهذه الآية التي طلب مني أخي (حبيب الحبيب) أن أفسِّرها وهي قوله تعالى:
    {مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ} صدق الله العظيم [ق:١٨].
    فكتبنا لكم البيان المختصر لهذه الآية وفصّلناها تفصيلاً ولا يزال لدينا كثير من البراهين للتأويل الحقّ ندَّخره للممترين فنلجمهم إلجاماً. فتدبِّر يا حبيب الحبيب وتفكّر فإن كان لديك بياناً خيراً من تأويلي وأحسن تفسيراً فآتِنا به وأثبت بأنّ تفسيري هذا على ضلالٍ مُبين، ولكني أقول لك لن تستطيع أن تقول أنه باطل وذلك لأني لم آتِ بالتأويل للآية بالظنّ والاجتهاد من رأسي بل جميع التأويل من نفس القرآن العظيم، إذاً لا تستطيع أن تنكر القرآن إلا أن تكون من الكافرين بالقرآن العظيم.

    وأكرر ثم أكرر ثم أكرر فأقول: يا معشر جميع علماء الأمّة لئن جادلتموني من القرآن فغلبتموني فإنّ عليّ لعنة الله والملائكة والنّاس أجمعين وإن غلبتكم وعلمتم أن بياني لهو الحقّ المُبين ثم لا تعترفون بالحقّ فإنّ عليكم لعنة الله والملائكة والنّاس أجمعين والساكت عن الحقّ شيطان أخرس، وسلامٌ على المرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين.. وأخصّ باللعنة الذين علموا علم اليقين بأنّي حقاً المهديّ المنتظَر ثم صمتوا عن نصرة الحقّ وكأن الأمر لا يعنيهم شيئاً!

    ولكن يا معشر علماء الأمّة أفلا ترون بأنّ المسلمين منظِروا إيمانهم بشأني حتى يؤمن بشأني علماء المسلمين؟ ولكن ها قد مضى علي ثلاث سنوات وأنا أدعو علماء الأمّة إلى الحوار فأصول وأجول في ساحة الحوار فأقول هل من مبارزٍ بعلمٍ وهُدًى وكتابٍ منيرٍ؟ وأقوم بنفي عقائد الباطل ورغم ذلك أجد علماء الأمّة لا ينطقون فيذودون عن حياض الدين إن كانوا يرونني في ضلالٍ مُبينٍ أو ينصروني بالاعتراف بالحقّ إن كانوا يرون أنّي أنطق بالحقّ وأهدي إلى صراطٍ مستقيمٍ ولكنهم لا يزالون مذبذبين لا ضدي ولا معي،
    ومنْ منَّ الله عليه فأظهره على شأني في الإنترنت العالمية ثم لا يُنبئ النّاس بقدر ما يستطيع فقلبه آثم ولسوف يسأله الله عن موقفه نحو المهديّ المنتظر الناصر لمحمد رسول الله والقرآن العظيم.

    ويا معشر الباحثين عن الحقيقة في الإنترنت العالمية اتّقوا الله وبلّغوا عني جميع علماء الأمّة ومفتي الديار الإسلامية ولا تكونوا ساذجين بمجرد ما يقول لكم أحد العلماء أنّ ناصر محمد اليماني على ضلالٍ مبينٍ فتقولون صدقت! فيا أيها العالم المفتي بغير علمٍ ولا هُدىً ولا كتابٍ منيرٍ لا بل حكم علينا بالضلال بغير علم ولا سلطان فاقتفيتموهم وقد حذركم الله أن تقفوا ما ليس لكم به علم إنّ السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسئولاً، فمن أنكر أمري من علماء الأمّة فعليه أن يواجهني في جهاز الحوار العالمي فيلجمني في موقعي إلجاماً في موقع الحوار الإسلامي العالمي في موقع البشرى.

    ويا ابن عمر إنّي أستحلفك بالله العلي العظيم إذا غلبني علماء الأمّة أو حتى أحدهم أن تترك خطابه في موقعي ليتبيّن للأمّة إنّي على ضلالٍ مُبينٍ إن غلبني بعلمٍ وسلطانٍ منيرٍ، وأنا ناصر محمد اليماني أقول لئن غلبني أحد علماء الأمّة أو جميعهم أو بعضاً منهم بعلمٍ وسلطانٍ منيرٍ فإن عليّ لعنة الله والملائكة والنّاس أجمعين في كُل لحظةٍ وحينٍ وفي كُلّ ثانيةٍ في السنين إلى يوم يقوم النّاس لربّ العالمين، ولكنهم لا يستطيعون؛ وهل تعلمون لماذا أنا متأكد أنهم لا يستطيعون؟ وذلك لأنهم لن يستطيعوا لأني مُتسلحٌ بالعلم والسلطان من الكتاب المنير القرآن العظيم حديث ربّ العالمين، فبأيّ حديثٍ بعده يؤمنون؟ وسلامُ الله على حبيب الحبيب وجميع المسلمين، السلام علينا وعلى جميع عباد الله الصالحين، وسلامٌ على المُرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..

    أخوكم؛ المهديّ المنتظَر الإمام ناصر محمد اليماني.
    ــــــــــــــــــ







  2. افتراضي


    - 2 -

    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    30 - 12 - 1428 هـ
    08 - 01 - 2008 مـ
    08:45 مـساءً
    ــــــــــــــــ



    Kepada Habib Al Habib..


    Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani
    Allah Ta’ala berfirman:
    Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (8)
    Maha Benar Allah
    [Al Hajj]


    Apa urusanmu wahai lelaki, engkau membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya
    ?
    Bagaimana engkau mahu takwilanmu itu dibenarkan, dengan mengikuti persangkaan yang tidak berguna sedikitpun untuk mendapatkan kebenaran
    ?
    Adapun hujjahmu yang menyatakan firman Allah Ta’ala:
    Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring (saaiq) dan seorang malaikat penyaksi (syahiid). (21) Maha Benar Allah [Qaaf]; bahawa Allah berfirman “syahiid” (satu penyaksi), bukan “syahiidaani” (dua penyaksi), yang mana engkau menyangka ianya satu malaikat sahaja

    Engkau lupa bahawa malaikat penggiring adalah Atid, seteru yang melawan manusia, kerana sesungguhnya Atid telah berbantahan dengan manusia secara langsung setelah kematiannya, demikian itu disebabkan manusia mengingkari semua kejahatan yang telah dicatatkan oleh Atid

    Allah Ta’ala berfirman:
    (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan". (28)
    Maha Benar Allah
    [An Nahl]


    Sekiranya engkau bertadabbur merenungkan ayat yang jelas lagi terang ini, kelak engkau akan dapati bahawa manusia -pelaku kejahatan-, mengingkari seluruh perbuatan jahat yang telah dicatatkan oleh malaikat Atid, malah dia menuduh Atid pula yang berbuat aniaya terhadapnya dan mengada-adakan dusta, kerana itu malaikat Atid langsung membalasnya: "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan", Maha Benar Allah

    Ini bermakna malaikat Atid menyerahkan keputusannya pada Allah, untuk memutuskan perkara antara dia dan manusia yang menyangkal semua perbuatan jahatnya, yang telah dicatatkan oleh malaikat Atid, maka dari itu engkau dapati malaikat Atid menggiring manusia itu kepada Ar Rahman, agar memutuskan perkara antara mereka berdua dengan sebenar-benarnya, kerana Allah-lah yang Maha Mengetahui apa yang pernah dilakukan oleh manusia itu

    Lantaran itu malaikat Atid mengatakan:
    "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan", ini bermakna kelak Allah-lah yang akan memutuskan perkara antara mereka dengan kebenaran, sebab itu engkau dapati malaikat Atid menggiringnya ke mahkamah keadilan Tuhan


    Adapun malaikat Raqib, maka dialah yang menjadi saksi antara mereka berdua dengan sebenar-benarnya, memandangkan dia ada hadir bersama mereka, yakni dengan manusia yang berbuat jahat lalu menyangkal perbuatan jahatnya, dan bersama malaikat Atid yang telah merekodkan tindakan-tindakan jahat manusia

    Kerana itu status Raqib menjadi penyaksi dengan kebenaran bersama malaikat Atid, bahawa malaikat Atid sama sekali tidak menganiaya manusia jahat itu, Atid tidak menuliskan terhadapnya kecuali perkara yang benar-benar telah dilakukannya, yang telah disaksikan sendiri oleh malaikat Raqib, akan perbuatan jahat yang dikerjakan oleh manusia itu

    Demikian juga Raqib menyaksikan saudaranya Atid mencatatkan perkara yang benar tanpa berbuat aniaya, sebab itulah malaikat Raqib disebut sebagai “syahiid”, malaikat penyaksi wahai Habib, bertakwalah engkau kepada Allah, janganlah engkau membantah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya


    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    ـــــــــــــــــــــ

    اقتباس المشاركة: 3855 من الموضوع: رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه: { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..


    - 2 -
    الإمام ناصر محمد اليماني
    30 - 12 - 1428 هـ
    08 - 01 - 2008 مـ
    08:45 مـساءً
    ــــــــــــــــ


    إلى حبيب الحبيب
    ..

    بسم الله الرحمن الرحيم
    قال الله تعالى:
    {وَمِنَ النّاس مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بغير علمٍ ولا هُدًى ولا كتابٍ مُنِيرٍ} صدق الله العظيم [الحج:٨].

    فما خطبك يا رجل تُجادل في الله بغير علمٍ ولا هُدًى ولا كتابٍ منيرٍ؟ فكيف تريد أن يُصَدَّق تأويلك باتّباع الظنّ الذي لا يغني من الحقّ شيئاً؟ وأمّا حُجتك بأنّ في قوله تعالى:
    {وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ} صدق الله العظيم [ق:٢١]؛ بأنّه قال شهيدٌ وليس شهيدان فظننتَ أنه ملكٌ واحدٌ ونسيتَ بأن السائق هو الملك عتيد خصم الإنسان، فقد اختصم هو والإنسان من بعد الموت مباشرةً وذلك لأنّ الإنسان أنكر جميع السيئات التي كتبها عتيد. وقال الله تعالى: {الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ ۖ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} صدق الله العظيم [النحل:٢٨].

    فإذا تدبرتَ هذه الآية الواضحة الجليّة سوف تجد بأنّ الإنسان صاحب الأعمال السيئة أنكر جميع أعمال السوء التي كتبها عتيد فاتّهم عتيد بالظلم والافتراء، ولذلك ردّ عليه عتيد مباشرة:
    {بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} صدق الله العظيم. بمعنى أنّ عتيد ردّ الحُكْمَ لله ليحكم بينه وبين الإنسان الذي أنكر جميع الأعمال السيئة التي كتبها عتيد ولذلك تجد الملك عتيد يسوق الإنسان إلى الرحمن ليحكم بينهما بالحقّ لأنه عليمٌ بما كان يعمله الإنسان لذلك قال عتيد: {بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ}، بمعنى أنّه سوف يحكم بينهم بالحقّ لذلك تجده يسوقه إلى محكمة العدل الإلهية.

    وأما الملك رقيب فأصبح شاهداً بينهما بالحقّ نظراً لأنه كان حاضراً معهم أي مع الإنسان الذي يفعل السوء ثم أنكره ومع عتيد الذي كان يكتب أفعال السوء، لذلك أصبح وضع رقيب هو وضع الشاهد مع الحقّ مع الملك عتيد بأنه لم يظلم الإنسان المسيء شيئاً وما كتب عليه إلا الحقّ الذي كان الملك رقيب يشاهد عمل السوء من قبل الإنسان، وكذلك يشاهد أخاه عتيد وهو يكتب الحقّ من غير ظلم، لذلك يُسمّى شهيد يا حبيب، فاتقِ الله ولا تجادل بغير علمٍ ولا هُدًى ولا كتابٍ منير.

    الإمام ناصر محمد اليماني.
    ـــــــــــــــــــــ



  3. افتراضي Jika demikian wahai Habib, selagimana engkau belum tahu, maka janganlah engkau mengatakan terhadap Allah, pada perkara yang tidak engkau ketahui..


    - 3 -

    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    01 - 01 - 1429 هـ
    09 - 01 - 2008 مـ
    06:48 مـساءً
    ـــــــــــــــــ



    Jika demikian wahai Habib, selagimana engkau belum tahu, maka janganlah engkau mengatakan terhadap Allah, pada perkara yang tidak engkau ketahui..


    Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani, sholawat dan salam ke atas Penutup para nabi, seorang Nabi yang ummi, juga ke atas rasul-rasul semua, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, aku tidak membeza-bezakan antar seorangpun dari para rasul dan aku termasuk kalangan yang berserah diri, selanjutnya..


    Wahai Habib, sesungguhnya aku lihat engkau mengatakan pada akhir ucapanmu “wallaahu a’lam” -Allah-lah yang lebih tahu-, bermakna engkau tidak yakin dengan ilmu pengetahuanmu, mungkin ianya benar pada pandanganmu atau mungkin juga engkau salah, jika demikian maka ketahuilah bahawa engkau telah mengikuti suruhan syaitan dan mendurhakai perintah Ar Rahman

    Kemarilah pada Al Quran, kita perhatikan perintah Ar Rahman dalam menakwilkan Al Quran dan kita perhatikan juga suruhan syaitan, adapun perintah Ar Rahman, maka Dia melarangmu untuk mengatakan terhadap Allah pada perkara yang tidak engkau ketahui kebenarannya dengan pasti wahai Habib, dengan ilmu pengetahuan dan dalil hujjah dari kitab suci Al Quran yang menerangkan

    Allah mengharamkan ke atasmu wahai Habib, untuk mengatakan terhadap-Nya dengan takwilan terhadap perkara yang engkau tidak tahu, kerana takwil Al Quran adalah makna yang dimaksudkan dari kalam Allah, sebab itulah Allah melarang kita mengatakan terhadap-Nya pada perkara yang kita tidak tahu

    Allah Ta'ala berfiman:
    Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui". (33)
    Maha Benar Allah
    [Al A'raaf]


    Kemudian perhatikan suruhan syaitan, yang bertentangan dengan perintah Ar Rahman
    Allah Ta'ala berfirman:
    Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kalian berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui. (169)
    Maha Benar Allah
    [Al Baqarah]


    Wahai Habib, janganlah engkau menuruti suruhan syaitan, dengan mengatakan terhadap Allah pada perkara yang engkau tidak tahu, dan membantah tentang tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan kitab (wahyu) yang menerangkan, ikutilah aku nescaya aku tuntun engkau ke jalan yang lurus

    Janganlah engkau mengikuti perkara yang engkau tidak mengetahuinya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah, dan Nasser Mohammed Al Yamani tidak menyuruhmu untuk mengikutinya tanpa ilmu pengetahuan dan dalil bukti yang menerangkan;

    Bahkan aku katakan kepadamu dan kepada selainmu, juga kepada seluruh ulama umat, agar tidak mengikuti melainkan setelah aku bungkam mereka dengan sebenar-benarnya, dengan mengeluarkan dalil bukti keterangan dari Al Quran, dengan syarat hendaklah dalil bukti yang dikeluarkan dari Al Quran itu jelas dan terang, yang dapat difahami oleh orang jahil, apa lagi oleh orang yang alim
    !
    Aku lihat engkau masih sahaja membantahku mengenai firman Allah Ta'ala:
    Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring (saaiq) dan seorang malaikat penyaksi (syahiid) (21)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Untuk itu aku balasmu dengan ilmu pengetahuan dan logika dari Al Quran, kami katakan:
    Wahai Habib, ketahuilah bahawasanya manusia menyangkal seluruh perbuatan jahat yang dicatatkan terhadapnya oleh malaikat Atid, malah manusia yang jahat itu menuduh Atid mengada-adakan dusta terhadapnya, bahawa dia tidak melakukan kejahatan apapun

    Aku telah membawakan padamu dalil bukti yang nyata dari Al Quran, ayat muhkamat yang tidak perlu ditakwil lagi, melihat betapa jelasnya dalil bukti yang meyakinkan dan membungkam lawan dengan sebenar-benarnya

    Allah Ta'ala berfirman:
    (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan". (28)
    Maha Benar Allah
    [An Nahl]


    Kelak aku akan jelaskan ayat ini kepadamu meskipun ianya sangat jelas bagi mereka yang inginkan kebenaran, adapun para malaikat yang mengambil nyawa manusia, maka mereka adalah malaikat Raqib dan malaikat Atid dengan izin Allah; mereka itulah para penjaga mulia pencatat amalan, yang mengetahui perkara baik dan buruk yang diperbuat oleh manusia, kerana mereka tidak pernah berpisah dari manusia

    Mereka adalah para malaikat utusan dari Allah yang ditugaskan untuk menyertai manusia sehingga sampai ajalnya, kemudian mereka akan mencabut nyawa manusia atau menariknya dengan perlahan, kemudian Allah menjelaskan kepada kalian bahawa para malaikat itu juga tidak lalai menjalankan tanggungjawab mereka, dan tidak meninggalkan manusia bahkan setelah manusia itu mati sekiranya dia termasuk kalangan kafir

    Allah Ta'ala berfirman:
    Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepada kalian malaikat-malaikat penjaga –hafazah-, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (61)
    Maha Benar Allah
    [Al An'aam:61]


    Ayat ini terang dan jelas bahawa malaikat maut tidak datang ketika mati, namun; Allah telah menjelaskan bahawa mereka itu ditugaskan menyertai manusia sebelum mati lagi

    Sebab itu Allah Ta'ala berfirman:

    sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (61)

    Maha Benar Allah
    [Al An'aam]


    Bermakna mereka diserahi tugas buat menyertai manusia sejak sebelum datangnya detik kematian lagi, namun mereka tidak mengambil nyawa kecuali dengan izin Allah melalui wahyu langsung yang mereka terima, sebagaimana Allah mewahyukan kepada mereka sebelumnya, terhadap kebaikan atau kejahatan dari bisikan manusia dalam hatinya untuk mereka mencatatnya

    Sesungguhnya Allah telah menerangkan bahawa para utusan itu telah dihantar sebelum mati lagi, untuk tugas lain yang perlu mereka laksanakan selama tempoh sebelum mati, yaitu mencatat amal perbuatan baik dan buruk, Allah juga telah menerangkan bahawa yang diserahi tugas buat menuliskan amal perbuatan yang baik adalah malaikat Raqib, manakala malaikat Atid pula diserahi tugas untuk menuliskan perbuatan jahat

    Namun manusia tidak akan menyangkal perkara yang dicatatkan terhadapnya oleh malaikat Raqib, bagaimana pula dia akan menyangkal perkara yang kelak akan menyelamatkannya dari neraka jika Allah menerimanya, dan Allah tidak akan menerima kecuali amal perbuatan baik yang ikhlas dilakukan demi redha-Nya, yang suci lagi bebas dari syirik dan riya

    Akan tetapi ketika para malaikat mematikan manusia dengan azab seksaan yang memedihkan, muka dan belakang mereka dipukul oleh malaikat Atid dan malaikat Raqib sambil berkata-kata kepada mereka ketika memukul, Allah Ta'ala berfirman:

    Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawa-nyawa kalian" Di hari ini kalian dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kalian selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kalian selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (93)
    Maha Benar Allah
    [Al An'aam]


    Maka ketika itu manusia menyadari penyebab dia dipukuli oleh malaikat, bahawa dia pernah melakukan kejahatan, mengingkari kebenaran dan menyombongkan diri, dia juga menyadari bahawa setelah itu akan ada azab seksaan yang lebih hebat lagi, kerana itu dia melindungi diri dengan menyangkal semua perbuatan jahat itu

    Sekiranya engkau bertadabbur merenungkan wahai Habib, jika sungguh engkau inginkan kebenaran, memperhatikan pengingkaran manusia dan qarin syaitannya terhadap semua tindak kejahatannya, kemudian engkau temukan balasan langsung oleh malaikat Atid terhadap mereka

    Allah Ta'ala berfirman:
    (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan". (28)
    Maha Benar Allah
    [An Nahl:28]


    Adakah engkau tahu siapa yang langsung membalas mereka itu
    ?
    Dia adalah malaikat Atid yang dituduh melakukan fitnah, pembohongan dan pendustaan bagi semua kejahatan yang dicatatkannya, kerana itu engkau temukan balasannya terang dan jelas dalam ayat yang sama:
    "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan", bermakna kelak Allah-lah yang akan memutuskan perkara antara aku dan engkau wahai manusia, andai aku ini mengada-adakan kebohongan terhadapmu dengan mencatat perbuatan jahat yang tidak engkau lakukan

    Manakala malaikat Raqib pula, maka tentu sahaja dia menjadi penyaksi kebenaran, lantaran dia ada hadir bersama mereka dan tidak pernah berpisah dengan mereka, kerana itu Raqib akan datang pada Hari Kiamat sebagai saksi kebenaran, bahawa malaikat Atid tidak mencatat terhadap manusia jahat itu melainkan perbuatan bejat yang dikerjakannya, dan Raqib menjadi saksi dengan sebenar-benarnya antara dua yang saling berbalah dan bertentangan ini, yaitu si manusia jahat itu dan malaikat Atid


    Aku bersumpah demi Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, engkau wahai Habib, dan seluruh ulama umat tidak terkecuali, kalian tidak dapat membawakan takwilan dan penjelasan yang lebih baik dari yang aku nyatakan, dan kelak aku akan jadikan ayat ini yang telah engkau pilih untuk menjadi ayat tantangan wahai Habib

    Seandainya engkau dan seluruh ulama umat dunia mampu membawakan takwilan dan tafsiran yang lebih baik dariku, dengan ilmu pengetahuan dan dalil hujjah dari Al Quran itu sendiri, dan membungkamku dengan dalil bukti yang hak, maka nescaya tidak akan bangkit kesombongan dalam diriku dengan dosa, dan ketika itu kelak aku akan umumkan kepada dunia bahawa aku ini bukan Al Mahdi Al Muntadhar, dan tetaplah laknat Allah ke atasku, juga laknat para malaikat dan manusia semua

    Namun sekiranya aku bicara kebenaran sehingga jelas buat kalian bahawa ianya benar tanpa syak dan ragu lagi, lantas bangkit kesombongan dalam diri kalian dengan dosa, maka kelak Allah akan mengadakan syaitan-syaitan sebagai teman (qarin) untuk kalian, dan kalian ditimpa laknat dan kutukan yang sebesar-besarnya dari Allah

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (36)
    Maha Benar Allah
    [Az Zukhruf]


    Justeru itu janganlah engkau berpaling dari ayat-ayat Allah yang terang dan jelas dalam Al Quran, kerana yang demikian itu merupakan suatu kezaliman yang besar, sesungguhnya aku ini hanya memberikan peringatan dengan ayat-ayat Al Quran

    Allah Ta'ala berfirman:
    Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. (22)
    Maha Benar Allah
    [As Sajdah]


    Firman Allah Ta'ala:
    Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. (57)
    Maha Benar Allah
    [Al Kahfi]


    Maka dari itu bertakwalah kepada Allah wahai Habib Al Habib, adakah kekasihmu Ar Rahman atau syaitan? Jika kekasihmu adalah Ar Rahman maka janganlah engkau berpaling dari peringatan-Nya

    Barangkali engkau mahu menyela ucapanku dengan mengatakan:
    "Akan tetapi aku tidak berpaling dari peringatan Tuhanku"

    Untuk itu kami membalasmu, kami katakan: Bahkan engkau telah berpaling wahai Habib, selagimana engkau membantah tentang ayat-ayat Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan kitab wahyu yang menerangi, lalu engkau mencampakkan semua dalil hujjah bukti yang aku bawakan kepada kalian dari Al Quran ke balik belakangmu, seakan-akan aku ini tidak membawakan kepada kalian dalil bukti yang nyata

    Seandainya engkau membawakan takwilan dari Al Quran itu sendiri bagi ayat ini yang telah engkau pilih, lalu engkau bungkam Nasser Mohammed Al Yamani dengan takwilan yang hak dan tafsiran yang lebih baik, dengan ilmu pengetahuan dalil hujjah dari Al Quran, maka engkaulah yang menjadi Al Mahdi Al Muntadhar, bukan Nasser Mohammed Al Yamani
    !
    Maka bawakan kepada kami dalil bukti yang hak, yang lebih benar dari takwilan yang sebenarnya oleh Nasser Mohammed Al Yamani jika sungguh engkau termasuk kalangan yang benar

    ـــــــــــــــــــــ


    Bertakwalah kepada Allah dan bantahlah dengan ilmu pengetahuan wahai Habib Al Habib..

    Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani
    Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)kalian apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untuk kalian nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (20)
    Maha Benar Allah
    [Luqman]



    Bawakan kepadaku dalil hujjah yang jelas dan terang dari Al Quran jika sungguh engkau termasuk kalangan yang benar, bukan dengan takwilan persangkaan (dhonn) yang sedikitpun tidak berguna untuk mencapai kebenaran, bagaimana engkau ini membantah sementara engkau tidak punya dalil bukti, padahal aku ini tidak menghujjah seorang alimpun kecuali pasti aku mengalahkannya dengan kebenaran


    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Al Mahdi Al Muntadhar Pembela Muhammad Rasulullah dan Al Quran; Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani

    ـــــــــــــــــــــ

    اقتباس المشاركة: 3856 من الموضوع: رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه: { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..




    - 3 -
    الإمام ناصر محمد اليماني
    01 - 01 - 1429 هـ
    09 - 01 - 2008 مـ
    06:48 مـساءً
    ـــــــــــــــــ



    إذاً يا حبيب ما دُمتَ لا تعلم فلا تقُلْ على الله ما لا تعلم
    ..

    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على خاتم الأنبياء النّبيّ الأمّي وجميع المُرسلين والحمدُ لله ربّ العالمين، ولا أفرق بين أحد من رُسله وأنا من المُسلمين، ثمّ أمّا بعد..

    يا حبيب، إنّي أراك قلت في نهاية خطابك (والله أعلم)، بمعنى أنّك لست على يقين من علمك فقد يكون صحيحاً في نظرك وقد تكون مُخطئاً، إذاً عليك أن تعلم بأنّك اتّبعت أمر الشيطان وعصيت أمر الرحمن فهلمّ إلى القرآن لننظر أمر الرحمن في تأويل القرآن وننظر أمر الشيطان، فأمّا أمر الرحمن فإنه ينهاك يا حبيب أن تقول على الله ما لم تعلم صحته علم اليقين بعلمٍ وسلطانٍ من الكتاب المُنير، وحرَّم الله عليك يا حبيب أن تقول عليه بالتأويل ما لم تعلم وذلك لأنّ تأويل القرآن هو المعنى المراد من كلام الله لذلك حرَّم الله علينا أن نقول عليه ما لم نعلم. وقال لله تعالى:
    {قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ} صدق الله العظيم [الأعراف:33].

    ومن ثم انظر إلى أمر الشيطان وهو أمر مخالف لأمر الرحمن. وقال الله تعالى:
    {إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ} صدق الله العظيم [البقرة:169].

    فلا تطِع يا حبيب أمر الشيطان فتقول على الله ما لم تعلم وتُجادل في الله بغير علمٍ ولا هُدًى ولا كتابٍ مُنير، واتّبعني أهدك صراطاً سوياً، ولا تقفُ ما ليس لك به علم إنّ السمع والبصر والفؤاد سوف يسألك الله عنهم، ولا يأمرك ناصر محمد اليماني أن تتبعه بغير علمٍ وسُطانٍ مُنيرٍ؛ بل أقول لك ولغيرك ولجميع علماء الأمّة أن لا يتّبعوني حتى ألجمهم بالحقّ إلجاماً فأستنبط السلطان من القرآن شرط أن يكون البرهان المستنبط من القرآن واضحاً وجليّاً يفهمه الجاهل فما بالك بالعالم! وإني أراك لا تزال تُجادلني في قوله تعالى:
    {وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ} صدق الله العظيم [ق:21].

    ومن ثم أردّ عليك بالعلم والمنطق الحقّ من القرآن الكريم فنقول: يا حبيب، اعلم بأنّ الإنسان أنكر جميع أعمال السوء التي كتبها عليه الملك عتيد، فاتّهمه الإنسان المسيء بالافتراء عليه وأنّه لم يعمل من السوء شيئاً، وسبق وأن أتيتك بالبرهان المُبين من القرآن العظيم والذي لا يحتاج حتى إلى التأويل نظراً لوضوح البرهان المُقنع والملجم بالحقّ. وقال تعالى:
    {الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} صدق الله العظيم [النحل:28].

    ولسوف أبيّن لك هذه الآية برغم وضوحها الشديد لمن يريد الحقّ، فأمّا الملائكة الذين يتوفّون الأنفس فهم رقيب وعتيد بإذن الله؛ أولئك هم الحافظون الكرام الكاتبون الذين يعلمون ما يفعله الإنسان من الخير والشر نظراً لأنهم لا يفارقونه، فهم رُسل من الله مكلفون مع الإنسان حتى يأتيه الموت ومن ثم يقومون بنزع أو نشط روحه، ومن ثم بيّن الله لنا أنّهم كذلك لا يفرّطون في الإنسان فيتركوه حتى بعد الموت إذا كان من الكافرين. وقال الله تعالى:
    {وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ} صدق الله العظيم [الأنعام:61].

    وهذه الآية واضحة وجليّة بأن رُسل الموت لم يأتوا عند التُّوفي بل؛ بيّن الله إنّهم مكلّفون معه من قبل التوفي، لذلك قال الله تعالى:
    {حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ} صدق الله العظيم [الأنعام:61].

    بمعنى أنّهم مكلّفون مع الإنسان من قبل مجيء لحظة التُّوفي ولكنهم لا يتوفّونه إلا بإذن من الله بوحيٍ مُباشرٍ كما يوحي لهم من قبل بما في نفس الإنسان من خيرٍ أو شرٍ ليكتبوه، وقد بيّن الله بأنّ الرسُل تمّ إرسالهم من قبل التوفي لمهمةٍ أخرى يقومون بها في زمن ما قبل التّوفي وهي كتابة الأعمال خيرها وشرّها، وبيّن الله بأنّ الذي كلفه الله بكتابة أعمال الخير أنه الملك رقيب، وأما عتيد فهو مكلف بكتابة أعمال السوء ولكن الإنسان لن ينكر ما كتبه عليه رقيب فكيف ينكر ما سوف ينجيه من النّار لو تقبل الله منه ولن يتقبل حتى يكون فعل الخير خالصاً لوجهه الكريم سليماً من الشرك والرياء، ولكن عندما تَوَفَوه بعذاب أليم ويضرب وجوههم وأدبارهم الملك عتيد والملك رقيب وهم يقولون أثناء الضرب، وقال الله تعالى:
    {وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ} صدق الله العظيم [الأنعام:93].

    فعندها أدرك الإنسان سبب ضرب الملائكة لأنه كان يفعل السوء والكفر والاستكبار وعلم بأن ما بعد ذلك أشدّ ولذلك لجأ الإنسان المسيء إلى إنكار جميع ما فعل من السوء، ولو تدبرت يا حبيب إن كنت تريد الحقّ إنكار الإنسان وقرينه الشيطان جميع أعمال السوء ومن ثم تجد الملك عتيد يردّ عليهم مباشرةً. وقال الله تعالى:
    {الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} صدق الله العظيم [النحل:28].

    فهل تعلم مَنْ الذي ردّ عليهم مُباشرةً؟ إنّه الملك عتيد الذي أُتُّهِمَ بالبهتان والزور والتكذيب لجميع ما كتبه من السوء لذلك تجد ردّه واضحاً وجليّاً في نفس الآية
    {بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ}، بمعنى أنه سوف يحكم بيني وبينك أيها الإنسان إن كنت افتريتُ عليك فكتبتُ عليك عمل سوء لم تفعله، وأما الملك رقيب فلا بُد له أن يكون شاهداً بالحقّ نظراً لأنه حاضرٌ معهم ولم يفارقهم ولذلك يأتي شهيداً بالحقّ بأنّ الملك عتيد لم يكتب على هذا الإنسان المسيء إلا ما فعله من السوء، ورقيب على ذلك من الشاهدين بالحقّ بين الخصمين المختلفين الإنسان والملك عتيد.

    وأقسم بالله العلي العظيم لا تستطيع يا حبيب لا أنت ولا جميع علماء الأمّة عن بكرة أبيهم أن يأتوا بتأويلٍ هو خيرٌ من تأويلي وأحسنُ تفسيراً، ولسوف أجعل هذه الآية التي اخترتها يا حبيب هي آية التحدي فإن استطعت أنت وجميع علماء الأمّة في العالمين أن يأتوا بتأويل هو خيرٌ من تأويلي وأحسنُ تفسيراً بعلمٍ وسلطانٍ من نفس القرآن فألجمتموني بالبرهان الحقّ فلن تأخذني العزّة بالإثم فعندها سوف أعلن للعالمين بأني لست المهديّ المنتظَر وأنّ عليّ لعنة الله والملائكة والنّاس أجمعين، وإن كنت أنطقُ بالحقّ حتى يتبين لكم أنه الحقّ بلا شك أو ريب ثم تأخذكم العزّة بالإثم فسوف يُقيِّض الله لكم شياطين قُرناء فيلعنكم لعناً كبيراً. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ} صدق الله العظيم [الزخرف:36].

    فلا تُعرض عن آيات الله الواضحة والجليّة في القرآن العظيم فذلك ظلمٌ عظيمٌ وإنّما أنا مُذكِّر بآيات القرآن. وقال الله تعالى:
    {وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ} صدق الله العظيم [السجدة:22].

    وقال الله تعالى:
    {وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا} صدق الله العظيم [الكهف:57]

    فاتقِ الله يا حبيب الحبيب، فهل حبيبك الرحمن أم الشيطان؟ فإن كان حبيبك الرحمن فلا تُعرِض عن ذكره. ولربّما تودّ أن تقاطعني فتقول: "ولكني لم أعرض عن ذكر ربّي". ومن ثمّ نردّ عليك فنقول: بل معرضٌ يا حبيب ما دمتَ تجادل في آياتٍ الله بغير علمٍ ولا هُدًى ولا كتابٍ منيرٍ ومن ثم تنبذ البرهان والسلطان الذي آتيكم به من القرآن وراء ظهرك وكأنّي لم آتِكم بسلطان مُبين، فإن أتيتَ بتأويلٍ من نفس القرآن لهذه الآية التي اخترتها فألجمت ناصر محمد اليماني بالتأويل الحقّ وأحسن تفسيراً بعلمٍ وسلطانٍ من القرآن فقد أصبحت أنت المهديّ المنتظَر وليس ناصر محمد اليماني! فأتنا بالبرهان الحقّ أحقّ من التأويل الحقّ لناصر محمد اليماني إن كنت من الصادقين.
    ـــــــــــــــــــــ

    إتَّقِ الله وجادل بعلمٍ ياحبيب اللبيب..
    بسم الله الرحمن الرحيم {أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النّاس مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بغيرعلمٍ ولا هُدًى ولا كتابٍ مُنِيرٍ} صدق الله العظيم [لقمان:٢٠].

    آتني بالسلطان الواضح والبيّن من القرآن إن كنت من الصادقين وليس بالتأويل بالظنّ الذي لا يُغني من الحقّ شيئاً، فكيف تُجادل وأنت لا تملك البرهان ولا جادلتُ عالماً إلا وغلبته بالحقّ.


    وسلامٌ على المُرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..
    المهدي المنتظر الناصر لمحمد رسول الله والقرآن العظيم؛ الإمام ناصر محمد اليماني.
    ـــــــــــــــــــــ




  4. افتراضي Maha Suci Allah dari digiringnya Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang baik, semoga dijauhkan oleh Allah dari yang demikian..


    - 4 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    01 - 01 - 1429 هـ
    09 - 01 - 2008 مـ
    08:33 مـساءً
    ــــــــــــــــــ


    Maha Suci Allah dari digiringnya Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang baik, semoga dijauhkan oleh Allah dari yang demikian..


    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, sholawat ke atas Muhammad Rasulullah, semoga Allah melimpahkan keberkahan-Nya ke atas Nabi, keluarganya dan para sahabatnya yang baik dan suci dari kesyirikan
    selanjutnya..

    Wahai Habib, ketahuilah engkau bahawa makna firman Allah Ta'ala:
    Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi. (21) Maha Benar Allah [Qaaf], yakni setiap diri yang telah Allah adakan baginya jiwa yang jahat (qarin syaitan), sehingga menjadi dua jiwa yang hidup dalam satu jasad, dan kedua-duanya menerima azab seksaan

    Kerana itu engkau dapati ketika para malaikat memukul manusia kafir yang berpaling itu, mereka mengatakan: Keluarkanlah nyawa-nyawa kalian; yang dimaksudkan adalah jiwa manusia dan jiwa syaitan yang keduanya itu tinggal dalam satu tubuh, demikian juga pada Hari Kiamat para malaikat akan menggiring manusia beserta teman syaitannya itu kepada Ar Rahman, dan syaitan itu merosakkan manusia itu hatta di hadirat Allah pada Hari Kiamat, dengan mengingkari bahkan Tuhan Semesta Alam, hinggakan tatkala manusia itu bersumpah kerana Allah, bahawa dia tidak pernah melakukan kejahatan apapun

    Akan tetapi Allah mengunci mulutnya lalu anggota badan dan kulitnya bersaksi terhadap perbuatan jahat yang pernah dia lakukan, sampai dia mengakui dosanya dan berkata kepada kulitnya dan kedua kakinya, mengapa kalian bersaksi terhadap kami, lantas anggota badan dan kulitnya menjawab, Allah -yang dapat membuatkan segala sesuatu bicara-, Dia-lah yang membuatkan kami dapat berkata-kata


    Kemudian manusia itu berkata kepada qarinnya, si syaitan yang tinggal dalam badannya, setelah syaitan itu merosakkannya di dunia dan di akhirat, begitu juga syaitan itu bersaksi melawannya dengan mengatakan:
    Yang menyertai dia berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh". (27) Maha Benar Allah [Qaaf], lantas ketika itu manusia berkata pula kepada qarinnya si syaitan: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)", Maha Benar Allah
    [Az Zukhruf:38]


    Adapun qarin malaikat penggiring, maka dia adalah malaikat Raqib, kami telah memberitahukan kepada kalian bahawa malaikat yang menggiring adalah Atid, sehinggalah bilamana Raqib telah menyatakan kesaksiannya, bahawa catatan Atid dalam kitab amal perbuatan jahat itu adalah benar, dan Atid tidak menganiaya manusia sedikitpun

    Kemudian setelah kebenaran jadi jelas, maka perintah dikeluarkan kepada keduanya Atid dan Raqib (untuk mencampakkan manusia jahat ke dalam neraka), mereka berdua tidak pernah lengah dalam melaksanakan tugas mereka buat mengawasi manusia pendosa, sehinggalah mereka berdua mencampakkannya ke dalam azab seksaan yang keras, maka selesai dan berakhirlah tugas mereka berdua, dari permulaan hingga ke pengakhiran, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam


    Sebab itulah engkau temukan keluarnya perintah Tuhan kepada malaikat Atid dan Raqib, untuk melemparkan manusia pendosa itu ke dalam neraka Jahannam, maka selesailah tugasan mereka, kemudian mereka pergi menuju perkumpulan malaikat di sekitar Arasy, lalu diselesaikan perkara antara mereka dengan sebenar-benarnya, keputusan di antara para hamba Allah diberikan secara adil dan saksama dan dikatakan, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam

    Allah Ta'ala berfirman:
    Dan yang menyertai dia berkata: "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku". (23) Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (24) yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (25) yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat". (26) Yang menyertai dia berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh". (27) Allah berfirman: "Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu". (28) Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku (29) (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab: "Masih ada tambahan?" (30)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Adapun orang-orang yang dimuliakan, maka mereka itu datang pada Hari Kiamat sedang cahaya mereka itu memancar di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka, dalam keadaan mereka itu diteguhkan dan dimuliakan, tanpa ada sesiapapun yang menggiring mereka wahai Habib

    Adapun makna "tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi", maka itu sama sekali tidak berlaku selama-lamanya terhadap orang-orang yang baik, setelah jelas bagi kalian takwilan yang hak, bahkan malaikat penggiring dan malaikat penyaksi adalah bersama setiap jiwa yang termasuk kalangan penghuni neraka, bukan bersama setiap jiwa yang termasuk kalangan penghuni syurga, yaitu orang-orang yang tiada kekhuatiran ke atas mereka, dan tidaklah mereka itu bersedih hati dan berdukacita


    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Al Mahdi Al Muntadhar Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    ــــــــــــــــــــ


    اقتباس المشاركة: 3858 من الموضوع: رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه: { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..



    - 4 -
    الإمام ناصر محمد اليماني
    01 - 01 - 1429 هـ
    09 - 01 - 2008 مـ
    08:33 مـساءً
    ــــــــــــــــــ


    حاشا لله أن يُساق محمدٌ رسولُ الله والصالحون ..

    بسم الله الرحمن الرحيم، وصلّى الله على محمد رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلّم وعلى آله وأصحابه الطيبين الطاهرين، ثم أمّا بعد..
    ويا حبيب، عليك أن تعلم بأنّ معنى قوله تعالى:
    {وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ} صدق الله العظيم [ق:٢١]، أي كُل نفسٍ قيَّض الله لها نفساً خبيثةً فأصبحا روحين يعيشان في جسدٍ واحدٍ فهما في العذاب مشتركان، لذلك تجد الملائكة حين يضربون الإنسان الكافر المعرض ويقولون: أخرجوا أنفسكم؛ ويقصدون نفس الإنسان ونفس الشيطان اللتين تعيشان في جسدٍ واحدٍ، وكذلك يوم القيامة يسوقون الإنسان مع قرينه الشيطان إلى الرحمن، فأرداه الشيطان حتى بين يدي الله في الآخرة بأن ينكر حتى ربّ العالمين حتى إذا حلف لله ما كان يعمل من سوء ولكن الله ختم على فمه فشهدت أطرافه وجلده بما كانوا يفعلون حتى إذا اعترف بإثمه وقال لجلده ورجليه لما شهدتم علينا قالوا أنطقنا الله الذي أنطق كل شيء.

    ومن ثم يقول الإنسان لقرينه الشيطان الذي يعيش في جسده و بعد أن أرداه في الدنيا وفي الآخرة وكذلك شهد ضده وقال: {قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَـٰكِن كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ ﴿٢٧﴾} صدق الله العظيم [ق]، وعندها يقول الإنسان لقرينه الشيطان: {يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ} صدق الله العظيم [الزخرف:٣٨].

    وأما قرين السائق هو (رقيب)، وقد علمناكم بأنّ السائق هو (عتيد)، حتى إذا ألقى الشهادة (رقيب) بأنّ ما لدى (عتيد) في كتاب السيئات أنه الحقّ ولم يظلم الإنسان شيئاً، وبعد أن يُحصحِص الحقّ يصدر الأمر على الملك (عتيد) والملك (رقيب) الاثنين اللذين لم يفرطا بالإنسان المجرم حتى ألقَيا به في العذاب الشديد وانتهت وانقضت مهمتهما من البداية إلى النّهاية والحمدُ لله ربّ العالمين.

    لذلك تجد الأمر صدر على الملك (عتيد) و(رقيب) ليلقيا به في نار جهنّم فتنتهي مهمتهما، ومن ثم يذهبون للجمع الملائكي من حول العرش، وقُضي بينهم بالحقّ وقيل الحمدُ لله رب العالمين. وقال الله تعالى:
    {وَقَالَ قَرِينُهُ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتيدٌ ﴿٢٣﴾ أَلْقِيَا فِي جهنّم كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ ﴿٢٤﴾ مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ ﴿٢٥﴾ الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ ﴿٢٦﴾ قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ ﴿٢٧﴾ قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ ﴿٢٨﴾ مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ ﴿٢٩﴾ يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ ﴿٣٠﴾} صدق الله العظيم [ق].

    وأما المُكرّمون فيأتون يوم القيامة نورهم يسعى بين أيديهم وبأيمانهم معزَّزين مكرَّمين من غير أحد يسوقهم يا حبيب، ومعنى كل نفسٍ معها سائق وشهيد لا ينطبق على الصالحين أبداً بعد أن تبيّن لكم التأويل الحقّ، بل السائق والشهيد مع كُلّ نفسٍ من أصحاب الجحيم وليس مع كلّ نفسٍٍ من أصحاب النّعيم الذين لا خوفٌ عليهم ولا هم يحزنون.

    وسلامٌ على المرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..
    المهدي المنتظر الإمام ناصر محمد اليماني.
    ــــــــــــــــــــ




  5. افتراضي Aku berlindung dengan Allah dari termasuk kalangan orang-orang yang tidak mengetahui lantas mengikutimu wahai Habib Al Habib..


    -5-

    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    02 - 01 - 1429 هـ
    10 - 01 - 2008 مـ
    11:52 مـساءً
    ــــــــــــــــ


    Aku berlindung dengan Allah dari termasuk kalangan orang-orang yang tidak mengetahui lantas mengikutimu wahai Habib Al Habib..


    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, selanjutnya..


    Wahai Habib Al Habib, sesungguhnya kami membicarakan tentang setiap jiwa yang datang sedang ia termasuk kalangan penghuni neraka, bahawa penggiringnya adalah malaikat yang bernama Atid, dan qarin yang menyertai Atid adalah penyaksi kebenaran yaitu malaikat Raqib

    Adapun orang-orang yang baik, maka mereka adalah perutusan yang diteguhkan lagi dimuliakan, para tetamu Ar Rahman, mereka tidak datang dengan digiring kepada Tuhan, tiada kekhuatiran ke atas mereka dan tidak pula mereka berdukacita, malah Allah mengirimkan para malaikat untuk menyambut kedatangan mereka dan menemani mereka hingga ke tempat mereka, demikian itulah iringan bagi hamba-hamba Allah yang dimuliakan lagi terhormat, tidak ada siapapun bersama mereka yang menggiring mereka

    Bahkan para malaikat mengalu-alukan dan menyambut mereka dengan perintah dari Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani, agar para malaikat menyambut para tetamu-Nya yang dimuliakan lagi kekal selamanya, kerana itulah Allah mengutuskan para malaikat-Nya untuk mengalu-alukan para tetamu-Nya yang terhormat, menyambut kedatangan mereka dengan sebaik-baiknya dengan nama Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani

    Allah Ta'ala berfirman:
    Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka, (101) mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka. (102) Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu". (103)
    Maha Benar Allah
    [Al Anbiya]


    Adakah engkau tahu siapa yang menyambut mereka? Para malaikat itu adalah malaikat Raqib dan malaikat Atid, kedua malaikat itulah yang mengalu-alukan kedatangan mereka, menemani dan mengiringi mereka untuk memperlihatkan tempat mereka

    Allah Ta'ala berfirman:
    (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (32)
    Maha Benar Allah
    [An Nahl]


    Adapun jalan yang lurus (ash shiraath al mustaqiim), maka ianya dari sini, dari kehidupan dunia ini, jalan yang ditempuh oleh orang-orang baik, jalan yang lurus, jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, jalan yang membawa ke syurga.

    Allah tidak menjadikan jalan neraka dan jalan syurga itu satu jalan; bahkan Allah menjadikannya dua jalan (kebaikan dan kejahatan), satu jalan menuntun ke syurga dan satu jalan lagi menjerumuskan ke neraka

    Betapa aku heran dengan umat yang mempercayai bahawa jalan yang hak dan jalan yang batil itu satu jalan yang membawa ke neraka, mereka menjadikan jalan yang lurus itu membawa ke neraka Jahannam, mereka mengikuti orang-orang yang mengatakan kebohongan terhadap Allah padahal mereka mengetahui, mereka mengikuti ayat-ayat mutasyaabihat dari Al Quran


    Aku Al Mahdi Al Muntadhar yang hak, Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani, aku menafikan dan mengingkari akidah kepercayaan batil, bahawa jalan yang lurus itu adalah jalan yang membawa ke neraka Jahannam lalu ke syurga, dan kononnya jalan yang lurus itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang;

    Aku nafikan dan tolak akidah kepercayaan batil ini secara keseluruhannya maupun perinciannya, aku bimbing dengan sebenar-benarnya ke jalan yang lurus; jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji yang membawa ke syurga, sedangkan jalan syaitan menjerumuskan ke neraka Jahannam, barangsiapa yang mahu menempuh jalan Tuhan yang Maha Pemurah dan jalan syurga, maka hendaklah dia menempuhinya dari sini, di kehidupan dunia ini, sehinggalah tatkala kematian datang menjemputnya sedang dia tetap di jalan yang lurus ini, nescaya dia dimasukkan ke dalam syurga

    Namun barangsiapa yang menempuh jalan syaitan dengan mengikuti perkara yang disukainya dan mengundang kemurkaan Allah, sehinggalah tatkala kematian meragutnya sedang dia tetap di jalan syaitan, maka dia dimasukkan ke dalam neraka Jahannam, itulah seburuk-buruk tempat kembali, jalan yang hak dan jalan yang batil itu adalah dua jalan yang bertentangan, sama ada bersyukur dengan keimanan dan ketaatan, atau kufur dengan pengingkaran dan pendurhakaan


    Mungkin sahaja ada seorang dari kalian mahu menyela kata-kataku dengan mengatakan: "Akan tetapi Allah menyatakan dengan firman-Nya dalam Al Quran:
    Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. (71)
    Maha Benar Allah
    [Maryam:71]"

    Untuk itu kami balasnya, kami katakan, sesungguhnya orang-orang munafik merekayasa hadits-hadits yang serupa dengan beberapa ayat pada zahirnya, namun bilamana kalian kembali kepada ayat-ayat muhkamat, yang terang dan jelas tidak perlu di takwil lagi, maka kelak kalian akan mendapati bahawa ayat muhkam itu bertentangan dengan hadits rekaan, namun menyerupai zahir ayat lain dalam Al Quran (ayat mutasyaabihaat)

    Kerana itu kalian membuatkan neraka seperti tempat berenang, lalu membuatkan kayu, pedang atau sehelai rambut sebagai jalan yang merentasi di atas neraka! Kemudian manusia melewati titian udara yang lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang itu, siapa yang jatuh dari atas titian mengawang itu maka dia akan jatuh ke dalam neraka, dan siapa yang tidak jatuh menyeberanginya maka dia akan masuk syurga
    !

    Aduhai betapa aku kesal terhadap para ulama umat, mereka mengajari umat mereka cerita-cerita seperti riwayat lemah dan dongeng-dongeng khurafat, yang Allah tidak menurunkan bukti keterangan mengenainya dalam Al Quran, akan tetapi kalian mengikuti ayat mutasyaabihaat dalam Al Quran, ayat-ayat yang masih perlu ditakwil oleh orang yang miliki ilmu pengetahuan dari Tuhannya, yaitu seorang imam (pemimpin) yang bijaksana

    Lalu kalian meninggalkan ayat-ayat muhkamaat yang terang lagi jelas, yang tidak memerlukan takwilan seorang imam untuk menjelaskannya sedikitpun, memandangkan ianya terang lagi jelas seterang matahari di tengah langit

    Namun kalian meninggalkan ayat-ayat yang muhkam dan mengikuti hadits-hadits dusta, yang telah membuatkan jalan yang hak dan jalan yang batil itu menjadi satu jalan menuju ke neraka, kerana para munafik telah meletakkan hadits-hadits dusta yang serupa dengan ayat-ayat mutasyaabihaat pada maknanya yang tersurat, padahal ianya masih perlu ditakwilkan oleh seseorang yang berilmu, seorang imam yang nyata untuk menafsirkan dan menjelaskannya dengan sebenar-benarnya


    Sesungguhnya aku benar-benar tantang seluruh ulama umat dengan kebenaran, bukan tantangan keangkuhan, namun dengan bayan keterangan yang hak bagi semua ayat mutasyaabihaat dan ayat muhkamaat, aku fatwakan dengan ilmu pengetahuan, petunjuk dan dengan kitab wahyu yang menerangi

    Kelak kita akan memulainya dengan ayat-ayat muhkamaat mengenai perkara ini, yang kejelasan dan keterangannya secerah matahari di langit, tiadalah yang condong menghindari dari ayat muhkamaat kecuali orang yang binasa, bahkan kalian telah meninggalkan muhkam Al Quran di balik belakang kalian dan mengikuti ayat mutasyaabihaat, kerana ada hadits yang serupa dengan salah satu ayat mutasyaabihaat, serupa makna zahirnya dengan hadits fitnah dan dusta terhadap Allah dan Rasul-Nya


    Kelak kami akan mulakan hiwar bersama kalian dengan muhkam Al Quran, yang telah kalian campakkannya di balik punggung kalian, semisal firman Allah Ta'ala dalam muhkam kitab-Nya, yang menyatakan bahawa neraka Jahannam itu mempunyai tujuh pintu, setiap pintu telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari penghuni Jahannam, kerana itu kalian dapati orang-orang kafir digiring ke neraka Jahannam secara berombongan, yakni beramai-ramai, demikian itu kerana ianya mempunyai tujuh pintu dan setiap pintu ada bahagian untuk golongan tertentu dari orang-orang kafir itu, mereka tidak melewati di atas neraka itu berada di atas titian -ash shiraath al mustaqiim-
    !
    Semoga Allah mengutuk kalian, bagaimana kalian ini sampai dapat dipalingkan

    Bahkan sampailah ketika mereka mendatangi neraka itu, dibukakan pintu-pintunya lalu mereka dicampakkan ke dalam neraka Jahannam sebagaimana yang telah kami jelaskan kepada kalian sebelumnya pada firman Allah Ta'ala:
    Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (24) yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (25) yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat". (26)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Akan tetapi kalian malah membuatkan penghuni syurga dan penghuni neraka sama-sama digiring ke neraka, aku ulangi dan katakan, semoga Allah mengutuk kalian, bagaimana kalian ini sampai dapat dipalingkan, kalian mengatakan terhadap Allah pada perkara yang kalian tidak mengetahuinya
    ?!
    Kalian mengikuti perkara yang Allah tidak menurunkan bukti keterangan mengenainya, kalian mengikuti hadits-hadits yang serupa dengan ayat-ayat yang bukan ayat muhkamaat, kalian telah meninggalkan muhkam Al Quran yang terang dan jelas di balik belakang kalian, seakan-akan ianya tidak dari sisi Allah

    Maka perhatikanlah ayat muhkamaat tentang perkara ini, nescaya kalian akan temukan ianya menjelaskan kepada kalian, akan pernyataan fatwa yang memutuskan mengenai perkara ini dengan sejelas-jelasnya secara detail, ia menyatakan bahawa penghuni neraka digiring ke neraka, sehinggalah tatkala mereka tiba di neraka maka pintu-pintunya dibuka

    Demikian itu kerana neraka mempunyai tujuh pintu, dan setiap pintu telah ditetapkan untuk golongan yang tertentu dari mereka, manakala penghuni syurga pula, maka mereka diiringi menuju syurga, sehinggalah tatkala mereka tiba di syurga lantas pintu-pintunya telah dibukakan untuk mereka

    Sesungguhnya Allah telah menurunkan ayat untuk kalian mengenai perkara ini, yang memberitahukan keadaan sejak detik kebangkitan sehinggalah berakhirnya urusan

    Allah telah memberitahukannya kepada kalian dengan sebenar-benarnya, dan menjelaskannya kepada kalian secara terperinci

    Allah Ta'ala berfirman:
    Dan ditiuplah pada bentuk makhluk ciptaan-Nya (ash shuur), maka matilah semua yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup pada ash shuur itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (68) Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. (69) Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. (70) Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)". Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. (71) Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. (72) Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". (73) Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal". (74) Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-mmlaikat berlingkar di sekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam". (75)
    Maha Benar Allah
    [Az Zumar]


    Tidakkah kalian lihat bahawa hadits dusta itu bertentangan sama sekali baik secara keseluruhannya maupun ada perinciannya dengan ayat muhkamaat yang mulia ini, yang terang lagi jelas menjelaskan! Akan tetapi kalian telah mengikuti hadits dusta itu kerana ianya serupa dengan ayat lain dalam Al Quran, yaitu firman Allah Ta'ala:

    Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. (71) Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (72)
    Maha Benar Allah
    [Maryam]


    Sekiranya kalian inginkan kebenaran, pasti kalian akan berpegang teguh dengan muhkam yang terang dan jelas, adapun ayat ini yang makna tersuratnya mirip dengan salah satu riwayat, namun bilamana kalian membandingkan antara riwayat yang serupa dengan makna tersurat ayat ini dan antara ayat muhkamaat dalam perkara ini, maka tentu sahaja kelak kalian akan temukan adanya pertentangan yang banyak antara kebenaran dan kebatilan, yang bertentangan dengan firman Allah Ta'ala:

    Dan ditiuplah pada bentuk makhluk ciptaan-Nya (ash shuur), maka matilah semua yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup pada ash shuur itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (68) Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. (69) Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan. (70) Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)". Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. (71) Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. (72) Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". (73) Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal". (74) Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-mmlaikat berlingkar di sekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam". (75)
    Maha Benar Allah
    [Az Zumar]

    Ini adalah ayat muhkamaat yang memberitahukan kebenaran tentang perkara ini


    Kemudian kita kembali pada takwil ayat mutasyaabihaat yang serupa makna zahirnya dengan hadits fitnah dalam riwayat batil mengenai jalan yang lurus -ash shiraath al mustaqiim-, yang menyatakan dengan kedustaan dan kepalsuan terhadap Allah dan Rasul-Nya, bahawa kononnya titian itu -ash shiraath as mustaqiim- berada di atas neraka Jahannam, sementara orang-orang yang dalam hati mereka condong pada kesesatan, mereka mengikuti ayat mutasyaabihaat yang serupa dengan hadits-hadits fitnah untuk mencari-cari takwil Al Quran;

    Akan tetapi di hati mereka ada kecenderungan untuk menyimpang dan menyeleweng dari kebenaran yang terang dan jelas, yang telah dicampakkannya di balik belakangnya, lalu mengikuti ayat mutasyaabihaat ini, kerana keserupaannya dengan hadits fitnah yang disangkanya dari Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wa sallama

    Oleh kerana aku ini termasuk kalangan orang-orang yang teguh dan mendalam ilmu pengetahuannya, dengan perkara-perkara yang telah Allah ajarkan kepadaku, maka kelak aku akan bawakan kepada kalian takwilan yang hak dan pernyataan ringkas yang bermanfaat bagi firman Allah Ta'ala:
    Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. (71) Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (72)
    Maha Benar Allah
    [Maryam]

    Makna mendatangi -wuruud- yang dimaksudkan pada situasi ini bukan bermaksud memasuki -dukhuul-; namun bermaksud wushuul -sampai atau tiba- di pekarangan neraka Jahannam, dan neraka diperlihatkan dengan jelas kepada sesiapa sahaja yang dapat melihatnya, lantas neraka itu dapat disaksikan berbarengan oleh orang-orang sholeh dan orang-orang yang mengerjakan kebatilan, mereka sama-sama dapat menyaksikannya

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahiim, (6) dan sesungguhnya kalian benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. (7)
    Maha Benar Allah
    [ At Takaatsur]


    Maksud "mendatangi" di sini adalah "sampai atau tiba" di pekarangan neraka Jahannam, sebagaimana Musa sampai (warada) di sumber air kaum Madyan, akan tetapi Musa tidak memasukinya; namun dia tiba di pekarangan sumber air itu dan mendapati umat yang sedang memberi minum haiwan ternakan mereka, Allah Ta'ala berfirman:
    Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya". (23)
    Maha Benar Allah
    [Al Qashash]


    Ini bukan qias, namun supaya kalian memahami hakikat "mendatangi" yang dimaksudkan ke neraka Jahannam, bahawa ianya adalah sampai atau tiba di pekarangan neraka, agar dapat disaksikan oleh orang-orang sholeh dan orang-orang yang mengerjakan kebatilan, lantas mereka melihat neraka itu dengan mata kepala, benar-benar menyaksikannya dengan penglihatan yang pasti

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahiim, (6) dan sesungguhnya kalian benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. (7)
    Maha Benar Allah
    [At Takaatsur]

    , Juga pembenaran terhadap firman Allah 'Azza wa Jalla:
    dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. (36)
    Maha Benar Allah
    [An Naazi'aat]


    Yakni neraka itu diperlihatkan, lalu ianya tampak bagi setiap yang mempunyai penglihatan mata yang dapat memandang, maka ia dapat melihat neraka itu, akan tetapi Allah tidak memperlihatkannya kepada orang-orang sholeh untuk mereka memasukinya atau menyeberangi di atasnya; namun supaya mereka bersyukur memuji Allah yang telah menyelamatkan mereka dari kedahsyatan neraka yang menyala-nyala itu, tempat yang hanya dimasuki oleh orang yang celaka

    Tidak ada jalan atau titian apapun menuju neraka itu bagi orang-orang yang baik, mereka tidak mendekatinya apalagi memasukinya, tidak juga melewati dari atas nyalaannya, bahkan Allah memperlihatkan neraka dengan jelas untuk dimasuki oleh orang-orang yang sesat sahaja

    Adapun penyaksian penglihatan terhadapnya, maka orang-orang yang beriman dan yang tidak beriman sama-sama dapat menyaksikannya, kerana neraka itu diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat, akan tetapi ianya diperlihatkan untuk dimasuki oleh orang-orang yang sesat sahaja

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat", (91)
    Maha Benar Allah
    [Asy Syu'araa]


    Allah tidak menjadikan jalan syurga dan jalan neraka itu sama; namun jalan neraka itu di suatu sisi dan jalan syurga itu di suatu sisi yang lain
    Allah Ta'ala berfirman: (kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, (22) selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. (23)
    Maha Benar Allah [Ash Shaaffaat]

    Akan tetapi kalian wahai sekalian ulama umat, kalian malah telah membuatkan jalan ke neraka itu sama dengan jalan ke syurga, ada apa dengan kalian, bagaimana kalian ini memutuskan
    ?
    Masih ada banyak dan banyak lagi dalil bukti pada kami mengenai perkara ini, yang kami simpan untuk orang-orang yang ragu, agar kami bungkam mereka dengan sebenar-benarnya dengan kebenaran, bagaimana kalian ini sanggup buatkan jalan yang lurus itu -ash shiraath al mustaqiim- jadi jalan yang sama menuju neraka Jahannam, yaitu jalan orang-orang yang sesat dan orang-orang yang murkai ke atas mereka
    ?
    Bukankah kalian membaca dalam setiap sholat "Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat ke atas mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai ke atas mereka, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat"
    ?
    Akan tetapi kalian malah membenarkan ianya satu jalan yang membawa ke neraka, padahal kalian salah, kerana bagaimana pula jalan yang hak dan jalan yang batil boleh jadi satu jalan yang membawa kesemuanya menuju neraka Jahannam, maka mengapakah kalian tidak memikirkan
    ?
    Sesungguhnya Allah hanya menyelamatkan orang-orang yang baik -para sholihin-, tidaklah mereka itu digiring ke jalan neraka, namun mereka diiringi ke jalan syurga, tidak ada yang digiring ke jalan neraka kecuali para penghuninya, dan Allah membiarkan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan berlutut

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    (kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, (22) selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. (23)
    Maha Benar Allah
    [Ash Shaaffaat]


    Kemudian setiap dari mereka dilemparkan oleh kedua malaikat Raqib dan Atid, mereka berdua membawa penghuni neraka ke pintu yang telah ditentukan untuknya, lalu kedua malaikat mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam sebagaimana yang telah kami sebutkan penjelasannya kepada kalian sebelum ini, pada firman Allah Ta'ala:
    Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (24) yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (25) yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat". (26)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Maka sesungguhnya telah jelas buat kalian akan kebenaran, ianya bukanlah sebagaimana yang kalian duga, orang kafir dan orang mukmin berjalan di atas titian rambut, yang mereka anggapnya lebih tajam dari pedang, siapa yang melepasinya dia selamat, siapa yang jatuh masuk neraka, kami tidak menemukan bukti keterangan dalam Al Quran yang mengesahkan kebohongan ini

    Sesiapa yang ada bantahan terhadap ayat-ayat muhkamaat yang terang dan jelas lagi menjelaskan, maka dipersilakan untuk hiwar

    Adapun ayat mutasyaabihaat, maka kelak aku akan menjelaskannya dengan penjelasan dan takwilan yang lebih baik dari kalian, aku datangkan dalil bukti keterangan baginya dari Al Quran itu sendiri, sehinggalah bilamana kalian mendustakannya, maka sesungguhnya kalian telah mendustakan ayat-ayat Allah dalam Al Quran, Allah-lah yang memutuskan perkara dengan sebenar-benarnya antara aku dan kalian, Dia-lah yang Maha Cepat memperhitungkan, salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..



    Wahai Habib Al Habib, wahai orang yang mengklaim, sekiranya dia dapat mendatangkan nama 'Al Mahdi' dari Al Quran, lantas dia mengatakan: "Adakah kelak engkau akan mengikutiku?". Untuk itu kami balasmu dengan kebenaran, aku katakan: Demi Allah, seandainya engkau bawakan kepadaku dari Al Quran nama 'Habib Al Habib', dengan terang dan jelas dari Al Quran, nescaya aku tidak akan mengikutimu, adakah engkau tahu mengapa
    ?
    Demikian itu kerana Allah tidak menjadikan hujjah itu pada nama, namun pada ilmu pengetahuan, Allah tidak memberimu ilmu pengetahuan, malah engkau membantah dengan persangkaan (dhonn), yang sedikitpun tidak berguna untuk mencapai kebenaran, adapun nama (ism), maka Allah tidak menjadikannya sebagai dalil hujjah wahai Habib Al Habib

    Supaya engkau tahu wahai Habib Al Habib, engkau dan selainmu,
    bahawasanya Allah tidak menjadikan dalil hujjah pada nama, namun dalil hujjah adalah pada ilmu pengetahuan, kerana itu Allah berfirman: dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad, Maha Benar Allah [Ash Shaff:6], namun Rasul itu datang dan namanya Muhammad -shollallaahu 'alayhi wa sallam-, yang demikian itu supaya kalian tahu bahawa bukti kebenaran bukan pada nama, namun pada ilmu pengetahuan

    Aku bersaksi bahawa Muhammad Rasulullah adalah Ahmad Rasulullah itu sendiri, -shollallaahu 'alayhi wa sallam- utusan Allah yang telah ditetapkan di dalam Al Lauh Al Mahfudh, adakah engkau mahu aku membuatkan adanya hujjah bagi ahli kebatilan terhadap nendaku
    ?
    Aku berlindung dengan Allah dari termasuk kalangan yang membantah mengenai Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan kitab wahyu yang menerangkan; bahkan aku menyeru ke jalan Tuhanku berdasarkan bashirah -dalil bukti keterangan yang nyata-, dengan ilmu pengetahuan dan kitab suci yang menerangkan, yang dengannya aku bimbing dan tuntun umat manusia ke jalan yang lurus


    Al Mahdi Al Muntadhar yang hak, pembela Muhammad Rasulullah dan Al Quran;
    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    ــــــــــــــــــــ


    اقتباس المشاركة: 3859 من الموضوع: رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه: { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..


    - 5 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    02 - 01 - 1429 هـ
    10 - 01 - 2008 مـ
    11:52 مـساءً
    ــــــــــــــــ


    أعوذ بالله أن أكون من الجاهلين فأتَّبعك يا حبيب الحبيب
    ..

    بسم الله الرحمن الرحيم، وسلامٌ على المرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين. ثمّ أمّا بعد..

    يا حبيب الحبيب، إنّنا كنُا نتكلم عن كُلّ نفسٍ جاءت وهي من أصحاب الجحيم وأنّ سائقها مَلك يُسمّى عتيد وقرين عتيد الشاهد بالحقّ الملك رقيب.
    وأما الصالحين فهم وفدٌ مُعززٌ مُكرمٌ ضيوفُ الرحمن لا يأتون سَوقاً إلى الرحمن ولا خوفٌ عليهم ولا هم يحزنون، ويبعث الله الملائكة لتستقبلهم وترافقهم إلى مقاعدهم وذلك هو السَوق لعباد الله المكرمين، ولم يأتِ أحدٌ معهم يسوقهم بل استقبلتهم الملائكة بأمر من الرحمن الرحيم أن يستقبل الملائكة ضيوفه المكرمين الخالدين ولذلك ابتعث الله ملائكته لاستقبال ضيوفه المكرّمين ليتلقّوهم فيرحبوا بهم باسم الرحمن الرحيم. وقال الله تعالى:
    {إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَىٰ أُولَٰئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ ﴿١٠١﴾ لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا وَهُمْ فِي مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خَالِدُونَ ﴿١٠٢﴾ لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ هَٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ ﴿١٠٣﴾} صدق الله العظيم [الأنبياء].

    وهل تعلم من الذي يتلقّاهم؟ إنهما الملك رقيب والملك عتيد وذلك للترحيب فيرافقونهم فيسوقونهم ليروهم مقاعدهم. وقال الله تعالى:
    {الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} صدق الله العظيم [النحل:٣٢].

    وأما الصراط المُستقيم فهو من هُنا من الحياة الدُنيا يسلك الصالحون الصراط المستقيم صراط العزيز الحميد والذي يؤدي إلى الجنّة.
    ولم يجعل صراط النّار والجنة واحداً؛ بل جعلهم نجدين فنجدٌ يؤدّي إلى الجنّة ونجدٌ يؤدّي إلى النّار، فيا عجبي من أمّة يعتقدون بأنّ طريق الحقّ وطريق الباطل واحدةٌ تؤدّي إلى الجحيم فجعلوا الصراط المُستقيم يؤدّي إلى نار جهنّم واتّبعوا الذين يقولون على الله الإفك وهم يعلمون فيتبعون المُتشابه من القرآن العظيم.

    وأنا المهديّ المنتظَر الحقّ الإمام ناصر محمد اليماني أنفي عقيدة الباطل بأنّ الصراط المستقيم هو طريق يؤدّي إلى نار جهنّم ثمّ إلى الجنّة وأنّه أرهف من الشعرة وأحدّ من السيف؛ فأنفي عقيدة الباطل جُملةً وتفصيلاً وأهدي بالحقّ إلى صراط مُستقيم؛ صراط العزيز الحميد الذي يؤدي إلى الجنّة، وصراط الشيطان يؤدي إلى نار جهنّم، فمن أراد أن يسلك نجد الرحمن والجنان فمن هُنا يسلك الصراط المُستقيم حتى إذا مات وهو عليه دخل الجنّة، ومن سلك طريق الشيطان فيتّبع ما يرضي الشيطان ويسخط الرحمن حتى إذا مات وهو على ذلك يدخل نار جهنّم وبئس المصير، وطريق الحقّ والباطل نجدان مُختلفان فإمّا شاكراً وإما كفوراً.

    ولربّما يودّ أحدكم أن يُقاطعني فيقول: "ولكن القرآن يقول في قوله تبارك وتعالى:
    {وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا} صدق الله العظيم [مريم:٧١]". ومن ثمّ نردّ عليه فنقول إنّ المنافقين يضعون أحاديث تتشابه مع بعض الآيات في ظاهرها ولكنكم إذا رجعتم إلى المحكم والواضح والبيّن والذي لا يحتاج إلى تأويلٍ فسوف تجدون بأنّ هذه الآية تُخالف الحديث المُفترى والمتشابه مع ظاهرِ آيةٍ أخرى في القرآن العظيم، وذلك لأنكم جعلتم النّار كمسبحٍ ومن ثم جعلتم خشبةً أو سيفاً أو شعرةَ صراطٍ فوق المسبح! ومن ثمّ يمرون في الجسر الهوائي والذي هو أرهف من الشعرة وأحدّ من السيف ومن سقط مِن على الجسر الهوائي وقع في النّار ومن مرّ ولم يقع فيعبر فسوف يدخل الجنّة!

    ويا أسفي على علماء أمّة يعلِّمون الأمّة روايات كروايات العجز وأساطير الخرافات التي لم يُنزّل الله بها من سُلطانٍ في القرآن العظيم، ولكنّكم اتبعتم المُتشابه في القرآن العظيم والذي لا يزال يحتاج لتأويل ذي علمٍ من ربّه إمامٍ حكيمٍ، وتركتم المحكم والواضح والبيّن والذي لا يحتاج إلى إمام ليبيّنه شيئاً نظراً لوضوحه كوضوح الشمس في السماء ولكنكم تركتم المحكم واتبعتم أحاديث الإفك التي جعلت صراط الحقّ وصراط الباطل طريقاً واحداةً تؤدّي إلى نار جهنّم، فجعلوا أحاديث الإفك تتشابه مع آياتٍ في ظاهرهن ولا تزال بحاجة إلى عالِم وإمامٍ مُبينٍ ليفسرها ويفصّلها تفصيلاً.

    وإني لأتحدى جميع علماء الأمّة بالحقّ وليس تحدي الغرور بل بالبيان الحقّ لجميع المتشابهات والمحكمات وأفتي بعلمٍ وهُدًى وكتابٍ مُنيرٍ، ولسوف نبدأ بالآيات المحكمات في هذا الشأن والواضحات كوضوح الشمس في السماء لا يزيغ عنهنّ إلا هالكٌ ولكنكم تركتم المحكم وراء ظهوركم فاتبعتم المتشابه نظراً لأنه يوجد حديثٌ تشابه مع أحد الآيات المتشابهة مع حديث الفتنة والإفك على الله ورسوله.

    ولسوف نبدأ حواركم بالمحكم الذي نبذتمونه وراء ظهوركم كمثال قول الله تعالى في محكم كتابه بأنّ لنار جهنّم سبعة أبواب ولكُلّ باب منهم جزءٌ مقسومٌ لذلك تجدون الكفار يُساقون إلى نار جهنّم زُمراً أي جماعاتٍ، وذلك لأنّ لها سبعة أبوابٍ لكُل بابٍ منهم جزءٌ مقسومٌ ولا يمرّون من فوق النّار فيقعون على الصراط المستقيم! قاتلكم الله أنا تؤفكون. بل حتى إذا جاءوها فُتحت أبوابها ومن ثم يُلقى بهم في نار جهنّم كما بيّنّا لكم من قبل في قوله تعالى:
    {أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ ﴿٢٤﴾ مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ ﴿٢٥﴾ الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ ﴿٢٦﴾} صدق الله العظيم [ق].

    ولكنكم جعلتم أهل الجنّة وأهل النّار يُساقون نحو النّار، فأكرِّر وأقول قاتلكم الله أنّى تؤفكون فتقولون على الله ما لا تعلمون وتتّبعون ما لم ينزل الله به من سلطانٍ فتتبعون الأحاديث المتشابهة مع آياتٍ ليست من المحكمات وتركتم المحكم الواضح والبيّن وراء ظهوركم وكأنّه ليس من عند الله، فانظروا إلى الآية المحكمة في هذا الشأن تجدونها تُفصِّل لكم الفتوى في هذا الشأن تفصيلاً وتقول بأنّ أهل النّار يُساقون إلى النّار حتى إذا جاءوها فتحت أبوابها وذلك لأنّ لها سبعة أبواب لكل باب منهم جزء مقسوم، وأما أصحاب الجنّة فيساقون نحو الجنّة حتى إذا جاءوها فتحت أبوابها، فقد أنزل الله لكم في هذا الشأن آيةً هي قصة منذ لحظة البعث إلى نهاية الأمر فقصّ عليكم القصة وفصّلها لكم تفصيلاً. وقال الله تعالى:
    {وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ ﴿٦٨﴾ وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ﴿٦٩﴾ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَا يَفْعَلُونَ ﴿٧٠﴾ وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ ﴿٧١﴾ قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ ﴿٧٢﴾ وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ ﴿٧٣﴾ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿٧٤﴾ وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٧٥﴾} صدق الله العظيم [الزمر].

    أفلا ترون بأنّ حديث الإفك قد اختلف جملةً وتفصيلاً مع هذه الآية الكريمة المحكمة الواضحة البيّنة؟ ولكنكم اتّبعتموه وذلك لأنّه تشابه مع آيةٍ أخرى في القرآن الكريم وهي قوله تعالى:
    {وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا ﴿٧١﴾ ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا ﴿٧٢﴾} صدق الله العظيم [مريم].

    ولو كنتم تريدون الحقّ لاستمسكتم بالمحكم الواضح والبيّن وأمّا هذه الآية والتي يتشابه مع ظاهرها إحدى الروايات فإذا قارنتم بين هذه الرواية المتشابهة مع ظاهر هذه الآية وبين الآية المحكمة في هذا الشأن فحتماً سوف تجدون بين الحقّ والباطل اختلافاً كثيراً في قوله تعالى:
    {وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ ﴿٦٨﴾ وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ﴿٦٩﴾ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَا يَفْعَلُونَ ﴿٧٠﴾ وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ ﴿٧١﴾ قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ ﴿٧٢﴾ وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ ﴿٧٣﴾ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿٧٤﴾ وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٧٥﴾} صدق الله العظيم [الزمر]، وهذه هي الآية المحكمة ذات القصة الحقّ في هذا الشأن.

    ومن ثم نعود لتأويل الآية المتشابهة مع حديث الفتنة في الرواية الباطلة عن الصراط المستقيم أنه على نار جهنّم زوراً وبهتاناً على الله ورسوله، فأمّا الذين في قلوبهم زيغٌ فيتّبعون ما تشابه منه مع أحاديث الفتنة ابتغاء تأويل القرآن؛ ولكن في قلبه زيغٌ عن الحقّ الواضح والبيّن الذي نبذه وراء ظهره فاتّبع هذه الآية نظراً لتشابهها مع حديث الفتنة والذي كان يزعم أنه عن رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلّم، ولأني من الراسخين في العلم مما علمني ربّي فسوف آتيكم بالتأويل الحقّ والقول المختصر المفيد لقوله تعالى:
    {وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا ﴿٧١﴾ ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا ﴿٧٢﴾} صدق الله العظيم [مريم].
    فليس الورود في هذا الموضع يُقصد به الدخول؛ بل الوصول إلى ساحة نار جهنّم فبرزت الجحيم لمن يرى فيشاهدها الصالحون والمُبطلون معاً سوياً. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ ﴿٦﴾ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ ﴿٧﴾} صدق الله العظيم [التكاثر].

    ومعنى الورود هُنا هو الوصول إلى ساحة جهنّم كما ورد موسى إلى ماء مدين ولكنه لم يدخل الماء؛ بل وصل إلى ساحة الماء فوجد عليه أمّة يسقون، وقال الله تعالى:
    {وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّىٰ يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ} صدق الله العظيم [القصص:٢٣].

    وليس هذا قياساً بل لكي تفهموا حقيقة الورود المقصود إلى نار جهنّم بأنه الوصول إلى ساحتها حتى يُشاهدها الصالحون والمبطلون فيرونها رأي العين بعين اليقين. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ ﴿٦﴾ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ ﴿٧﴾} صدق الله العظيم [التكاثر]، وتصديقاً لقول الله عز وجل: {وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَىٰ} صدق الله العظيم [النازعات:٣٦].

    أي برّزت فكانت ظاهرةً للجميع لمن كان له أعيناً تبصر فهو يراها، ولكن الله لم يُرِها للصالحين لكي يدخلهم فيها أو يعبروا فوقها؛ بل لكي يحمدوا الله الذي أنجاهم من هذه النّار التي تتلظّى والتي لا يصلاها إلا الأشقى، وليس للصالحين أي طريقٍ نحوها ولا يقربوها فيدخلوها ولا يمرّون من فوق وهجها بل برَّزها الله للغاوين فقط، وأما المشاهدة فيشاهدها المؤمنون والكافرون، وبرّزت الجحيم لمن يرى ولكنها بُرّزت للغاوين فقط. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ} صدق الله العظيم [الشعراء:٩١].

    ولم يجعل الله صراط الجنّة وصراط الجحيم سوياً؛ بل صراط الجحيم في جانبٍ وصراط الجنّة في جانبٍ آخر. وقال الله تعالى:
    {احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ ﴿٢٢﴾ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِ ﴿٢٣﴾} صدق الله العظيم [الصافات]. ولكنّكم يا معشر علماء الأمّة جعلتم صراط الجحيم هو نفسه صراط النّعيم ما لكم كيف تحكمون؟ ولا يزال لدينا الكثير والكثير من البرهان في هذا الشأن ندّخرُه للممترين فألجمهم بالحقّ إلجاماً، فكيف تجعلون الصراط المستقيم يؤدي إلى نار جهنّم صراط الضالين والمغضوب عليهم؟ ألم تقولوا في كلّ صلاة اهدنا الصراط المستقيم صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين ولكنكم صدقتم أنه صراطٌ واحدٌ يورد نار جهنّم وإنكم لخاطئون فكيف يكون طريق الحقّ وطريق الباطل طريقٌ واحدةٌ تُورد بالجميع إلى نار جهنّم أفلا تعقلون؟ وإنما يُنجّي الله الصالحين فلا يساقون إلى صراط الجحيم بل إلى الجنّة، ولا يساق إلى صراط الجحيم إلا أصحاب النّار فيذرهم الله فيها جثياً. تصديقاً لقول الله تعالى: {احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ ﴿٢٢﴾ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِ ﴿٢٣﴾} صدق الله العظيم [الصافات].

    ومن ثم يُلقي بكلّ واحدٍ منهم الملكان (رقيب) و(عتيد) فيذهبان به إلى بابه المعلوم ثمّ يلقيان به في نار جهنّم كما أسلفنا شرحه لكم من قبل في قوله تعالى:
    {أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ ﴿٢٤﴾ مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ ﴿٢٥﴾ الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ ﴿٢٦﴾} صدق الله العظيم [ق].

    فقد تبيّن لكم الحقّ وليس كما كنتم تزعمون بأنّه يمشي الكافر والمؤمن على صراط الشعرة والتي زعموا أنّها أحدّ من السيف ومن اخترق نجا ومن وقع سقط في النّار، فلم نجد لهذا الإفتراء من سلطان في القرآن، فمن كان له أي اعتراضٍ على الآيات المحكمات الواضحات البيّنات فليتفضل للحوار.
    وأما المتشابه فسوف أفسّره خيراً منكم وأحسن تأويلاً وآتي له بالسلطان من نفس القرآن حتى إذا كذبتم فقد كذبتم بآيات الله في القرآن العظيم فيحكم الله بيننا بالحقّ وهو أسرع الحاسبين، وسلامٌ على المرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..

    ويا حبيب الحبيب يا من تزعم بأنّك إذا أحضرت اسم المهديّ من القرآن ومن ثم تقول: "فهل سوف تتّبعني؟". ومن ثمّ نردّ عليك بالحقّ فأقول: وتالله لو أتيتني من القرآن باسم حبيب الحبيب واضحاً وجليّاً في القرآن لما اتبعتك وهل تدري لماذا؟ وذلك لأنّ الله لم يجعل الحجّة في الاسم بل في العلم ولم يأتِك الله العلم بل تجادل بالظنّ الذي لا يغني من الحقّ شيئاً وأمّا الاسم فلم يجعله الله السلطان يا حبيب الحبيب، وحتى تعلم يا حبيب الحبيب أنت وغيرك
    بأنّ الله لم يجعل السلطان في الاسم بل في العلم؟ لذلك قال: {وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ}
    صدق الله العظيم [الصف:6]، ولكنه جاء اسمه (محمد) صلى الله عليه وآله وسلم، وذلك لكي تعلموا أنّ البرهان ليس في الاسم بل في العلم، وأشهد أنّ محمداً رسول الله هو نفسه أحمد رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلّم في اللوح المحفوظ، فهل تريد أن أجعل حجةً لأهل الباطل على جدّي؟ وأعوذ بالله أن أكون من الذين يجادلون في الله بغير علمٍ ولا هُدًى و لا كتابٍ مُنيرٍ؛ بل أدعو إلى سبيل ربّي على بصيرةٍ وعلمٍ وكتابٍ منيرٍ فأهدي به النّاس إلى صراط مُستقيم.

    المهديّ المنتظَر الحقّ الناصر لمحمدٍ رسول الله والقرآن العظيم؛ الإمام ناصر محمد اليماني.
    ــــــــــــــــــــ





  6. افتراضي Wahai Habib Al Habib, mengapa engkau tetap meneruskan kebatilan setelah kebenaran jadi jelas bagimu?


    -6-

    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    03 - 01 - 1429 هـ
    11 - 01 - 2008 مـ
    07:50 مـساءً
    ــــــــــــــــــ


    Wahai Habib Al Habib, mengapa engkau tetap meneruskan kebatilan setelah kebenaran jadi jelas bagimu?


    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, sholawat dan salam ke atas seluruh nabi dan rasul dari yang pertama hingga penutupnya, seorang Nabi yang ummi, yang benar lagi terpercaya, semoga salam kesejahteraan tetap ke atas kita dan hamba-hamba Allah yang baik, aku tidak membeza-bezakan antara seorangpun dari rasul, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri hanya kepada Allah,
    selanjutnya..


    Wahai Habib Al Habib, mengapa engkau masih tetap di atas kebatilan setelah kebenaran jadi jelas bagimu? Tidakkah engkau takut kepada Allah Tuhan Semesta Alam? Kerana aku lihat engkau berpaling dari semua dalil bukti nyata yang telah kami keluarkan dari Al Quran, sekiranya engkau mahu mengalahkanku, maka hendaklah engkau ambil dalil hujjah yang aku bawakan padamu dari Al Quran, kemudian berikan penjelasan untuknya dengan ilmu pengetahuan dan dalil hujjah dari Al Quran itu sendiri, agar keteranganmu jadi lebih baik takwilannya dan tafsirannya dari bayan keteranganku

    Andai engkau lakukannya, -pastinya engkau tidak akan mampu melakukannya-, maka kelak aku yang pertama sekali di dunia akan mengakui engkau 'Al Mahdi Al Muntadhar', adapun sekiranya engkau berpaling dari ayat-ayat muhkamaat sebagai bukti bagi takwilanku, lalu engkau mengambil ayat-ayat mutasyaabihaat dan mahu menyangkal kalam Allah yang muhkam, seakan-akan engkau beriman kepada sebahagian Al Quran dan mengingkari sebahagiannya, meskipun ayat-ayat yang engkau bawakan itu tidak engkau jelaskan tafsirannya dari Al Quran itu sendiri, namun engkau menafsirkannya menurut kemahuanmu

    Bertakwalah engkau kepada Allah, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata dari Al Quran untukmu, janganlah engkau mengatakan terhadap Allah pada perkara yang tidak engkau ketahui, dengan persangkaan yang Allah nyatakan padamu mengenainya, bahawa janganlah engkau mengikuti persangkaan kerana ianya sama sekali tidak berguna untuk mendapatkan kebenaran


    Seterusnya hendaklah engkau ketahui bahawa Kitabullah yang berulang-ulang ayatnya (matsaaniy), sebahagiannya menafsirkan sebahagian yang lain, engkau mesti mencari takwilan dari Al Quran itu sendiri bagi ayat yang ingin engkau jelaskan dengan sangat tepat sekali, jika engkau benar-benar takut mengatakan terhadap Allah pada perkara yang engkau tidak tahu, bilamana engkau tidak temukan ayat yang menjelaskannya dari Al Quran, maka ketika itu hendaklah engkau mencari bayan penjelasannya dari sunnah Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wa sallam-

    Tidak sepatutnya engkau terus pergi pada sunnah dan memulai dengannya sebelum mencari dalam Al Quran, sesungguhnya engkau hanya menggunakan pencarian pada sunnah sekiranya tidak menemukan pencarianmu dalam Al Quran, demikian itulah kaedah yang hak (memulai dengan muhkam Al Quran baru kemudian sunnah Nabi), jika engkau benar-benar takut terhadap Allah dan tidak ingin mengatakan terhadap-Nya kecuali yang benar


    Adapun malaikat Raqib dan malaikat Atid, maka syaitan-syaitan tidak dapat mendatangi dari arah kedua mereka, dari sisi kanan dan sisi kiri, kendatipun mereka tidak ditugaskan untuk melindungi manusia; sekalipun demikian, tatkala Habib berdiri dan ada seorang lelaki berdampingan dengan Habib di sebelah kanannya, begitu juga ada seorang lelaki lain bersebelahan dengan Habib di sebelah kirinya, lalu ada pula lelaki yang ketiga mahu mendatangi Habib, maka dia tidak dapat melakukannya kecuali dari dua arah, sama ada dari arah depan Habib atau dari arah belakangnya;

    Kerana itulah Allah mengutus
    malaikat-malaikat yang selalu mengikuti manusia bergiliran (al mu'aqqibaat), mereka tidak ditugaskan untuk menjaga amal perbuatan manusia dan mencatatnya; namun untuk melindungi manusia dari kejahatan syaitan-syaitan, adapun malaikat penjaga amal perbuatan (al hafadhah) yaitu Raqib dan Atid, maka mereka ditugaskan untuk mengamati dan mencatat amal perbuatan baik dan buruk manusia

    Justeru itu syaitan-syaitan tidak berani untuk mendatangi dari arah mereka, yakni dari sisi kanan dan kiri, jika demikan mana kewibawaan para malaikat Allah ketika syaitan mendatangi dari kanan atau kiri manusia, hinggakan malaikat Raqib atau Atid menjauh, atau syaitan memindahkan dan menggantikan mereka? Bahkan syaitan-syaitan tidak berani untuk mendatangi dari arah kanan atau kiri manusia, kerana ada malaikat Raqib di sebelah kanan dan malaikat Atid di sebelah kiri, jika demikian manusia terpelihara dan terjaga dari syaitan-syaitan, dari arah kanan dan kiri kerana keberadaan para malaikat di sebelah kanan dan kiri manusia, sekalipun manusia itu orang kafir yang mengingkari dan berpaling dari peringatan Allah

    Syaitan-syaitan tidak mendatanginya dari kanan dan kirinya kerana malaikat Raqib dan Atid ada mendampingi manusia di sebelah kanan dan kiri, yang telah Allah jadikan keduanya sebagai pencatat amal perbuatan manusia, akan tetapi manusia dianggap terjaga dari syaitan-syaitan dari arah kanan dan kiri oleh keberadaan malaikat Raqib dan Atid itu, adalah kerana Allah menjadikan kewibawaan untuk para malaikat, hinggakan syaitan-syaitan tidak berani mendatangi dari sisi kanan dan kiri manusia, namun syaitan mengancam dengan mengatakan:
    kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (17)
    Maha Benar Allah
    [Al A'raaf]


    Jika demikian maka masih ada dua zona bagi syaitan untuk sampai kepada manusia yaitu dari arah depan dan belakang, maka Allah mengutus malaikat-malaikat yang selalu mengikuti manusia bergiliran (al mu'aqqibaat), sebahagian pada waktu malam dan sebahagiannya pada waktu siang silih berganti, mereka menyertai manusia di hadapan dan di belakang untuk mengawasi syaitan-syaitan sehinggalah manusia itu berpaling dari peringatan Allah, Al Quran

    Bilamana manusia berpaling dari peringatan Tuhannya, maka Allah mengadakan untuknya teman syaitan yang menyertainya di hadapan dan di belakang kerana Allah telah mengangkat perlindungan dan penjagaan darina, Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri mengubah keadaan mereka, tatkala Allah berkehendak untuk menguji manusia, maka dia ditimpa rasukan syaitan yang direjam yang membuatnya sakit, kita dapati rasukan itu dapat menerobos terkena salah seorang dari umat Islam dan tiada pelindung yang dapat menolaknya

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. (10) Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran (mu'aqqibaat), di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (11)
    Maha Benar Allah
    [Ar Ra'd]


    Makna firman Allah Ta'ala: mereka menjaganya atas perintah Allah, yakni penjagaan dari perintah Allah kepada para malaikat untuk menjaganya dari arah hadapan dan belakangnya, bukan menjaganya dari perintah ketetapan Allah, Maha Suci Dia dan Dia Maha Tinggi; bahkan sekiranya Allah berkehendak menimpakan keburukan pada manusia untuk mengujinya, maka kita dapati pelindung sama sekali tidak dapat menolak keburukan yang menimpa orang-orang muslim atau non-muslim

    Allah berkehendak mengajarkan kepada kita agar bertawakkal kepada-Nya, tidak akan menimpa kami melainkan perkara yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami, Dia-lah Pelindung kami dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman itu bertawakkal, Tuhan merekalah sebaik-baik Penjaga, maka hendaklah mereka itu tidak terpedaya dengan penjagaan para malaikat

    Sesungguhnya para malaikat hanya dapat menolak keburukan dan dapat membantu dengan izin Allah dan dengan kekuasaan-Nya, Allah berkehendak agar kita tidak mengandalkan mereka sedikitpun, bahawasanyapara malaikat tidak mampu menjaga atau menolong kita kecuali dengan kekuasaan Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, kerana itu Allah mewahyukan kepada para malaikat-Nya:
    (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (12)
    [Al Anfaal]
    Demikian juga Allah mengajarkan kepada kita agar kita tahu, bahawa para malaikat diturunkan semasa perang Badar adalah berita gembira agar hati kita tenang, sesungguhnya pertolongan adalah dari sisi Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana


    Betapa aku heran dengan urusanmu wahai Habib Al Habib! Bagaimana engkau dapat mengatakan malaikat yang ditugaskan itu hanya satu sahaja? Bahkan ada dua malaikat yang diserahi tugas menjaga amal perbuatan manusia, keduanya ada di sebelah kanan dan kiri manusia, demikian juga manusia terpelihara dan terjaga di sisi kanan dan kiri kerana keberadaan dua malaikat penjaga yang mencatatkan amal perbuatan manusia, mereka tahu apa yang kalian kerjakan kerana mereka menjaga amal perbuatan manusia

    Begitu juga mereka menjaga manusia dari arah kanan dan kiri kerana keduanya adalah tempat mereka ditugaskan dan mereka perlu melindunginya, agar syaitan tidak menjauhkan mereka dan menerobos kepada manusia dari kanan dan kiri, meskipun melindungi manusia itu bukan tugas mereka, seandainya tugas mereka tentu mereka akan melindungi manusia dari arah hadapan dan belakang

    Maka dari itulah Allah mengirimkan para malaikat yang selalu menyertai manusia secara bergilir-gilir siang dan malam (al mu'aqqibaat), yang bertugas menjaga dan melindungi manusia dari kejahatan syaitan-syaitan dari arah depan dan belakang, kerana itu Allah Ta'ala berfirman:
    Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran (mu'aqqibaat), di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (11)
    Maha Benar Allah
    [Ar Ra'd]


    Maka kita dapati tugas yang terbalas bagi al mu'aqqibaat -para malaikat yang selalu mengikuti manusia secara bergilir-gilir- yang menjaga dan melindungi manusia dari depan dan belakang, manakala dari sisi kanan dan kiri pula ada dua malaikat yang selalu menemani manusia secara berterusan, dan mereka tidak pernah lengah menjalankan tugasan mereka buat mencatat amal perbuatan manusia, kemudian mengambil nyawa manusia sedang mereka tetap tidak lalai dari tugasan

    Bahkan setelah mencabut nyawa manusia, jika dia termasuk kalangan penghuni neraka, kedua malaikat itu jugalah yang menjadi penggiring dan penyaksi, sehinggalah selesai tugasan mereka setelah keluar hukum keputusan mahkamah keadilan Allah, setelah pengakuan manusia terhadap segala amal perbuatannya, setelah anggota tangan, kulit dan kakinya bersaksi terhadapnya, lalu hukum keputusan dikeluarkan dan juga perintah kepada Raqib dan Atid, sebagaimana firman Allah Ta'ala:
    Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (24) yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (25) yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia olehmu berdua ke dalam siksaan yang sangat". (26)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Adapun dalil yang membuktikan bahawa malaikat itu berdua bukan satu wahai Habib Al Habib, maka ianya pada:
    Pertamanya – Ayat dalam firman Allah: (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. (17) Maha Benar Allah [Qaaf], ayat ini terang dan jelas jika sunguh engkau berbahasa arab yang jelas, ia memberitahukan kepadamu bahawa mereka adalah dua malaikat, kerana itu Allah berfirman: dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya

    Lalu ayat ini menjelaskan kepadamu bahawa satu malaikat di sebelah kanan dan yang satu lagi di sebelah kiri, kerana itu Allah berfirman:
    seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri
    Selanjutnya ayat ini menjelaskan kepadamu tugasan mereka dan nama mereka:
    Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir, Raqib dan Atid (18)
    [Qaaf]

    Kemudian Allah menerangkan kepada kita bahawa kelak manusia akan menyangkal semua perbuatan jahatnya yang telah dicatatkan oleh malaikat Atid:
    "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun" [An Nahl:28]
    Lalu Allah menerangkan kepada kita jawaban malaikat Atid, untuk mengembalikan dan menyerahkan keputusannya kepada Allah:
    (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan"
    [An Nahl:28]

    Maka mereka berdua menjadi lawan yang saling bertentangan, kerana itulah Atid menjadi malaikat penggiring, dialah yang menggiring manusia itu ke mahkamah keadilan Tuhan, untuk memutuskan perkara antara mereka berdua dengan sebenar-benarnya, bahawa Atid tidak mengada-adakan kedustaan sedikitpun terhadap manusia itu, manakala malaikat Raqib pula datang sebagai penyaksi kebenaran, kerana dia ada hadir beserta mereka

    Sebab itu malaikat Raqib memberikan kesaksiannya untuk malaikat Atid dengan kebenaran, Raqib mengatakan kesaksiannya:
    "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku" [Qaaf:23], dengan sebenar-benarnya tanpa syak dan ragu lagi



    Kemudian engkau temukan perintah Tuhan dikeluarkan dengan mutsanna untuk dua malaikat:
    Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (24) yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (25) yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia olehmu berdua ke dalam siksaan yang sangat". (26)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Maka dari itu semua ayat-ayat Al Quran ini menceritakan dua malaikat wahai Habib Al Habib, jadilah engkau orang yang bijak lagi cerdas, yang dapat memahami hanya dengan isyarat, ada apa dengan engkau ini sampaikan tidak dapat memahami ayat-ayat yang telah aku terangkan kepadamu, dan aku menjelaskannya secara terperinci bukan dengan penjelasan dari fikiranku sendiri seperti yang engkau lakukan;

    Bahkan dari kitab Al Quran yang segala sesuatu dijelaskan oleh Allah dengan detail, maka janganlah engkau termasuk kalangan yang ragu, sesungguhnya aku menasihatimu, dengan kata-kata apa lagi engkau akan percaya sesudah kalam Allah ini
    ?
    Demikian itu kerana Nasser Mohammed Al Yamani tidak membawakan dalil hujjah dari luar kitab suci Al Quran, lantaran itu sekiranya kalian mendustakanku maka sebenarnya kalian mendustakan kalam Tuhanku dan Tuhan kalian, Allah Tuhan Semesta Alam


    Janganlah engkau membuatkan Al Quran itu menjadi susah difahami, yang ada banyak misteri tidak ada sesiapa yang mengerti, hingga menyifatkan Allah menurunkan Al Quran itu sia-sia, yang tidak akan ada sesiapapun dapat memahaminya, bertakwalah engkau kepada Allah; bahkan Al Quran adalah kitab suci yang jelas nyata, untuk orang-orang berakal mentadabburi merenungkan ayat-ayatnya

    Janganlah engkau membuang-buang waktuku wahai lelaki, kelak aku akan biarkan orang-orang yang berakal membuat keputusannya di antara aku dan engkau, adakah Nasser Mohammed Al Yamani mengatakan kebenaran dengan ilmu pengetahuan, dengan petunjuk dari kitab suci yang menerangkan? Namun jika mereka itu sama seperti dirimu, maka aku berikan kesempatan dan peluang bagi mereka berhiwar denganku, untuk mereka buktikan kesesatanku jika sungguh mereka orang-orang yang benar, pena telah diangkat dan lembaran telah mengering
    (telah selesailah perkara)


    Al Mahdi Al Muntadhar Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    ـــــــــــــــــــــــ

    اقتباس المشاركة: 3860 من الموضوع: رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه: { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..



    - 6 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    03 - 01 - 1429 هـ
    11 - 01 - 2008 مـ
    07:50 مـساءً
    ــــــــــــــــــ


    يا حبيب الحبيب، لماذا تُصرّ على الباطل بعد أن تبيّن لك الحقّ ؟

    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على جميع الأنبياء والمُرسلين من أوّلهم إلى خاتمِ مسكهم النّبيّ الأمّي الصادق الأمين السلام علينا وعلى جميع عباد الله الصالحين ولا أفرّق بين أحدٍ من رُسله وأنا من المُسلمين، وبعد..

    يا حبيب الحبيب، لماذا تُصرّ على الباطل بعد أن تبيّن لك الحقّ؟ ألا تخاف الله ربّ العالمين؟ فإني أراك تُعرض عن جميع السُلطان المُبين الذي أستنبطه من القرآن العظيم، فإذا أردت أن تغلبني فعليك أن تأخذ البرهان الذي أتيتك به من القرآن ومن ثم تأتي له بالبيان بعلمٍ وسلطانٍ من نفس القرآن حتى يكون بيانك هو خير من تأويلي وأحسن تفسيراً، فإن فعلت ولن تفعل فسوف أعترف أوّل العالمين بأنّك أنت المهديّ المنتظَر، أما أن تعرض عن الآيات برهان التأويل ومن ثم تعمد إلى آيات أخرى تريد أن تدحض بها كلام الله وكأنك تؤمن ببعض الكتاب وتكفر ببعضٍ برغم أنّ الآيات التي تأتي بها لا تأتي بتفسيرها من نفس القرآن بل تفسرها أنت على حسب هواك، فاتقِ الله إني لك منهُ نذيرٌ مُبينٌ، فلا تقل على الله ما لم تعلم بالظنّ الذي أفتاك فيه الله بأنّ لا تتبعه وذلك لأنه لا يغني من الحقّ شيئاً.

    ثمّ عليك أن تعلم بأنّ كتاب الله (مثاني) يُفسر بعضه بعضاً، وعليك أن تبحث عن تأويل الآية التي تريد تأويلها من نفس القرآن بدقةٍ متناهيةٍ إذا كنت تخشى أن تقول على الله ما لم تعلم، وإذا لم تجد ما يُفسرها لك من الكتاب فعند ذلك تعمد للبحث عن بيانها في سنة محمد رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم، ولا ينبغي لك أن تذهب إلى السُّنّة فتبدأ بها قبل البحث في القرآن وإنما تلجأ إلى السُّنة في حالة عدم وجود ضالتك في القرآن العظيم وتلك هي القاعدة الحقّ إذا كنت تخشى الله ولا تريد أن تقول عليه غير الحقّ.

    وأما الملك (رقيب) والملك (عتيد) فلا يأتي الشياطين من ناحيتهم عن اليمين وعن الشمال برغم أنهم لم يوكلوا بالحراسة؛ ولكن إذا كان حبيب واقفاً ويوجد رُجل آخر عن يمين حبيب ملاصق له وكذلك يوجد رُجل آخر عن شمال حبيب ملاصق له إلى جنبه ومن ثم جاء رُجل ثالث يريد الوصول إلى حبيب فليس له إلا طريقين اثنين إما من بين يدي حبيب من الأمام أو من الخلف؛ لذلك يبعث الله
    المعقبات ولم يُوَكّلوا بحفظ الأعمال وكتابتها؛ بل بحفظ الإنسان من سوء الشياطين، وأما الحفظة وهم (رقيب) و(عتيد) فهم موكلون بحفظ الأعمال خيرها وشرها، ولكن لا يتجرأ الشياطين أن يأتوا من ناحيتهم أي عن يمين الإنسان أو شماله، إذاً أين هيبة ملائكة الله حين يأتي الشيطان عن يمين أو شمال الإنسان فيتزحزح الملك (رقيب) أو (عتيد) أو يزيحهم الشيطان؟ بل لا يتجرأ الشياطين أن يأتوا عن يمين الإنسان أو عن شماله نظراً لوجود (رقيب) عن يمين الإنسان و(عتيد) عن شماله، إذاً الإنسان محفوظ من الشياطين من اليمين ومن الشمال نظراً لوجود الملائكة عن يمين الإنسان وشماله، وحتى وإن كان كافراً معرضاً عن ذكر الله فلا تأتيه الشياطين عن يمينه ولا عن شماله نظراً لوجود الملائكة (رقيب) و(عتيد) عن يمين الإنسان وعن شماله، واللذين جعل الله مهمتهما كتابة الأعمال للإنسان، ولكن الإنسان يُعتبر محفوظٌ من الشياطين من جهة اليمين والشمال نظراً لوجود الملائكة (رقيب) و(عتيد) فيجعل الله لهم هيبةً فلا يتجرأ الشياطين أن يأتوا عن يمين الإنسان أو عن شماله، ولكن الشيطان توعّد، وقال: {ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ} صدق الله العظيم [الأعراف:17].

    إذاً بقيت منطقتان مع الشيطان للوصول إلى الإنسان وهي من بين يديه ومن خلفه، فيبعث الله المعقبات بالليل وآخرين بالنّهار يسلكون من بين يدي الإنسان ومن خلفه رصداً للشياطين حتى يعرض عن ذكر الله، فإذا أعرض الإنسان عن ذكر ربه يقيض له الله شيطاناً فيسلك إليه من بين يديه ومن خلفه نظراً لأن الله رفع عنه الحراسة، ولا يغيّر الله ما بقوم حتى يغيّروا ما بأنفسهم، وإذا أراد الله أن يبتلي الإنسان فيصيبه بمسّ شيطانٍ رجيمٍ يتخبطه فيمرضه فنجده يقتحم المسّ إلى أحد المسلمين فلا يستطيع الرصد ردّه. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {سَوَاءٌ مِّنكُم مَّنْ أَسَرَّ‌ الْقَوْلَ وَمَن جَهَرَ‌ بِهِ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍ بِاللَّيْلِ وَسَارِ‌بٌ بِالنَّهَارِ‌ ﴿١٠لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ‌ اللَّـهِ إِنَّ اللَّـهَ لَا يُغَيِّرُ‌ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُ‌وا مَا بِأَنفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَ‌ادَ اللَّـهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَ‌دَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ ﴿١١﴾} صدق الله العظيم [الرعد].

    ومعنى قوله تعالى:
    {يحْفَظونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ} أي أنّ الحفظ من أمر الله على ملائكته أن يحفظوا الإنسان من بين يديه ومن خلفه وليس ليحفظونه من أمره سبحانه وتعالى؛ بل إذا أراد بالإنسان سوءاً ليبتليه فنجد الرصد لا يستطيعون ردّ المسّ الذي يتخبطه سواء من المسلمين أو من الكافرين، ويريد الله أن يعلمنا التوكل عليه ولن يصيبنا إلا ما كتب الله لنا هو مولانا وعلى الله فليتوكل المؤمنون بربّهم هو خير حافظ فلا يُفتنون بملائكته، وإنّما يردّون السوء بإذن الله وينصرون بإذن الله وقدرته، ويريد الله أن لا نعتقد فيهم شيئاً وأنّ الملائكة لا يستطيعون أن يحفظونا أو ينصرونا إلا بقدرة الله الواحد القهّار، لذلك يوحي الله إلى ملائكته: {
    أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا ۚ سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ} [الأنفال:12]، وكذلك يعلمنا الله أن نعلم إنما جعل تنزيل الملائكة ببدرٍ بشرى ولتطمئن به قلوبنا وإنما النّصر من عند الله العزيز الحكيم.

    ويا عجبي من أمرك يا حبيب الحبيب! فكيف تجعل الملائكة الموكلين ملكاً واحداً فقط؟ بل اثنين موكلين بحفظ أعمال الإنسان ويوجدان عن يمينه وشماله، وكذلك الإنسان محفوظٌ عن يمينه وشماله نظراً لوجود الملكين فهم حافظون كرامٌ كاتبون يعلمون ما تفعلون، فهم يحفظون عمله وكذلك حافظين له عن اليمين والشمال نظراً لأنها مواقعهم فعليهم حماية أنفسهم فلا يأتي الشيطان فيزلقهم ويقتحم إلى الإنسان من اليمين أو الشمال برغم أنها لم تكن مهمتهم حفظ الإنسان ولو كان مهمتهم ذلك لحفظوه من بين يديه ومن خلفه ولذلك يبعث الله المعقبات ليلاً ونهاراً ليقوموا بحفظ الإنسان من سوء الشياطين من بين يديه ومن خلفه. لذلك قال الله تعالى:
    {لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ‌ اللَّـهِ إِنَّ اللَّـهَ لَا يُغَيِّرُ‌ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُ‌وا مَا بِأَنفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَ‌ادَ اللَّـهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَ‌دَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ ﴿١١﴾} صدق الله العظيم [الرعد].

    فنجد المعقبات مهمّتهم تقتصر على الحفظ من بين يديه ومن خلفه، وأما عن اليمين والشمال فيوجد ملكان يلازمان الإنسان بشكلٍ مُستمرٍ وهم لا يفرّطون نظراً لأنّ مهمتهم كتابة الأعمال ثم التُّوفي وهم لا يفرّطون حتى بعد التُّوفي إذا كان من أصحاب الجحيم، وهم أنفسهم السائق والشهيد حتى تنتهي مهمتهم من بعد صدور حكم محكمة العدل الإلهية وبعد الاعتراف من قِبَلِ الإنسان بجميع أعماله بعد أن تشهد عليه يديه وجلده ورجليه ثم يصدر الحكم ومن ثم يصدر الأمر إلى (رقيب) و(عتيد) ما جاء في قوله تعالى:
    {أَلْقِيَا فِي جهنّم كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ ﴿٢٤﴾ مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ ﴿٢٥﴾ الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ ﴿٢٦﴾} صدق الله العظيم [ق].

    وأما البرهان أنهما اثنان وليسا واحداً يا حبيب اللبيب فهي:
    أولاً - ماجاء في قوله تعالى: {إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ} صدق الله العظيم [ق:١٧]، وهذه الآية واضحة وجليّة إن كنت ذا لسانٍ عربيٍّ مُبينٍ تخبرك بأنهم ملكان اثنان لذلك قال: {الْمُتَلَقِّيَانِ}.
    . ومن ثم وضحت لك بأنّ أحدهما عن يمين الإنسان والآخر عن شماله لذلك قال: {عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ}.
    . ومن ثم وضحت لك مهمتهم وأسماءهم: {مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ ﴿١٨﴾} [ق].
    . ومن ثم بيّن الله لنا بأنّ الإنسان سوف ينكر جميع ما كتبه عليه (عتيد) من السوء: {مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ} [النحل:28].
    . ومن ثم بيّن الله لنا جواب الملك (عتيد) ورد الاحتكام إلى الله: {بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} [النحل:28]، فأصبح الملك (عتيد) والإنسان خصمين مختلفين لذلك جاء يسوق الإنسان إلى محكمة العدل الإلهية للفصل بينهما بالحقّ وأن الملك (عتيد) لم يفترِ على الإنسان شيئاً، وأما الملك (رقيب) فقد جاء شاهداً بالحقّ نظراً لأنه كان حاضراً لديهم ولذلك أدلى بشهادته لعتيد بالحقّ وقال: {هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيد} [ق:23]، حقاً بلا شك أو ريب.

    ومن ثم تجد الأمر يصدر كذلك بالمثنى:
    {أَلْقِيَا فِي جهنّم كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ ﴿٢٤﴾ مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ ﴿٢٥﴾ الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ ﴿٢٦﴾} صدق الله العظيم [ق].

    إذاً جميع آيات القرآن تحكي عن ملكين اثنين يا حبيب اللبيب، فكن لبيباً واللبيب من الإشارة يفهم فما بالك بتلك الآيات التي وضحتها لك وفصّلتها تفصيلاً وليس تفصيلاً من رأسي كما تعمل أنت؛ بل من الكتاب الذي فصّل الله فيه كُل شيء تفصيلاً، فلا تكن من الممترين إنّي لك لمن الناصحين، فبأيّ حديثٍ بعده تؤمنون؟ وذلك لأنّ ناصر محمد اليماني لا يأتيكم بالسلطان من خارج القرآن فإن كذّبتموني فقد كذّبتم كلام ربّي وربّكم الله ربّ العالمين.

    ولا تجعل القرآن معدوم الفهم وله أسرار لا يفقهها أحدٌ فتصف الله بأنه أنزل القرآن عبثاً ولن يفهمه أحد، فاتَّقِ الله؛ بل هو كتابٌ مبينٌ ليدّبروا آياته فيتذكر أولو الألباب، فلا تضيّع وقتي يا رجل ولسوف أترك الحكم بيني وبينك لأولي الألباب هل يقول الحقّ ناصر محمد اليماني بعلمٍ وهُدىً من الكتاب المنير؟ وإن كانوا على شاكلتك فاترك لهم المجال فليحاوروني فيثبتوا ضلالتي إن كانوا صادقين، ورفعت الأقلام وجفت الصُحف.

    المهديّ المنتظَر الإمام ناصر محمد اليماني.
    ـــــــــــــــــــــــ



  7. افتراضي Cukuplah bagiku Allah, Dia-lah sebaik-baik pelindung wahai Habib Al Habib..


    -7-

    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    04 - 01 - 1429 هـ
    12 - 01 - 2008 مـ
    10:28 مـساءً
    ــــــــــــــــ


    Cukuplah bagiku Allah, Dia-lah sebaik-baik pelindung wahai Habib Al Habib..


    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam
    selanjutnya..

    Wahai Habib Al Habib, adakah engkau mahukan kebenaran dan tidak selainnya? Janganlah engkau mengatakan terhadap Allah dengan takwilan selain kebenaran, dengan ilmu pengetahuan dan dalil hujjah dari muhkam kitab suci Al Quran yang menerangkan, adapun perkara yang engkau duga merupakan dalil bukti bagimu dari Al Quran pada firman Allah Ta'ala:
    Tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya. (4)
    Maha Benar Allah
    [Ath Thaariq]



    Maka aku balasmu, aku katakan: Bertadabburlah merenungkan ayat-ayat itu dengan baik, engkau akan menemukan padanya ada ancaman dan peringatan setelah sumpah, kerana itu disebutkan thoo'irnya -nahas dan malang- manusia yang kafir itu ada ditengkuknya setelah diberi peringatan, dan thooir itu adalah malaikat Atid yang mencatat perbuatan jahat, yang mana kelak orang kafir di hari segala rahasia diperlihatkan (Hari Kiamat), dia menginginkan seandainya ada jarak yang jauh di antara dirinya dan amal perbuatan jahatnya, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul
    [Al Israa:15];
    Sebab itu engkau dapati para rasul Allah mengatakan kepada kaum mereka yang merasa bernasib malang kerana para rasul:
    Utusan-utusan itu berkata: "Thooir -nahas dan nasib malang- kalian adalah karena kalian sendiri. Apakah jika kalian diberi peringatan (kalian bernasib malang)?
    Maha Benar Allah
    [Yaasiin:19]


    Ayat ini membicarakan manusia kafir yang mengingkari kebenaran dan manusia yang berbuat kerosakan di muka bumi dengan amal perbuatan jahat dan malaikat Atid yang diserahi tugas menjaganya dalam Kitabullah, kerana itu engkau dapati ayat ini membicarakan tentang malaikat Atid sahaja, pencatat amal perbuatan jahat manusia kafir yang mengingkari Hari Kebangkitan dan Hari Perhitungan, sebab itu engkau dapati ayat-ayat yang terang dan jelas menyebutkan tentang manusia kafir yang mengingkari kebenaran

    Bertadabburlah merenungkan ayat-ayat ini dengan baik, engkau akan dapatinya membicarakan manusia kafir yang mengingkari Hari Perhitungan, lantaran itu engkau dapati manusia itu berbuat jahat sedang dia tidak peduli, justeru itu Allah bersumpah:
    Demi langit dan yang datang pada malam hari, (1) tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (2) (yaitu) bintang yang cahayanya menembus, (3) tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya. (4) Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? (5) Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, (6) yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. (7) Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati). (8) Pada hari dinampakkan segala rahasia, (9) maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak (pula) seorang penolong. (10) Demi langit yang mengandung hujan (11) dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, (12) sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil. (13) dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau. (14) Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. (15) Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. (16) Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar. (17)
    Maha Benar Allah
    [Ath Thaariq]


    Jika demikian wahai Habib, sesungguhnya ayat-ayat ini menunjuk kepada manusia kafir, yang mana thooir -nahas dan malang- mereka disebutkan, yakni malaikat Atid, yang mencatatkan perbuatan jahat mereka dengan sebenar-benarnya.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan thooirnya pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. (13)
    Maha Benar Allah
    [Al Israa:13]


    Maka dari itu ayat-ayat ini tidak menyebutkan mengenai malaikat Raqib, amal-amal perbuatan baik dan syurga-syurga, kerana itu engkau dapati ayat ini menyebutkan malaikat Atid sahaja tanpa menyebutkan malaikat Raqib, pencatat amal-amal perbuatan baik yang membawa ke syurga

    Aku ulangi dan katakan, sesungguhnya ayat-ayat ini menunjuk pada manusia kafir secara umum dengan kekafiran mereka, kejahatan mereka dan makar tipudaya mereka menentang kebenaran, justeru itu Allah Ta'ala berfirman:
    Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. (15) Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. (16) Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar. (17)
    Maha Benar Allah
    [Ath Thaariq]


    Sebab itu selesai pengkhususan orang yang ditujukan pembicaraan, yaitu menunjukkan kepada orang-orang kafir dengan ancaman dan peringatan, kerana itu engkau temukan ayat ini membicarakan mengenai malaikat Atid, sebagai thooir untuk mereka -nahas dan malang- bagi mereka di leher mereka, dialah malaikat Atid yang mana Allah bersumpah terhadap hakikat tanggungjawabnya sebagai pencatat kejahatan, keingkaran dan maker tipudaya tanpa kebenaran, buat melawan dan menentang Allah dan para rasul-Nya


    Wahai Habib, sesungguhnya aku ini menasihatimu, agar engkau tidak menafsirkan ayat-ayat selain ayat muhkamaat yang jelas dengan persangkaan (dhonn) yang tidak berguna sedikitpun untuk mencapai kebenaran, ataukah engkau ini tidak tahu apa itu dhonn? Yakni engkau membaca ayat selain ayat muhkamaat (ayat mutasyaabihaat) lalu engkau menafsirkan ayat itu sahaja semata-mata, lalu engkau mahu mengeluarkan hukum keputusan dan engkau tidak akan mengeluarkan selain dari hukum keputusan yang salah, yang akan bertentangan makna tersuratnya dengan ayat-ayat muhkamaat yang terang, jelas lagi menjelaskan dalam Al Quran

    Kelak engkau akan dapati dari ayat-ayat muhkamaat yang membicarakan secara bersamaan tentang manusia yang beriman dan yang tidak beriman, ianya menyebutkan amal perbuatan yang baik dan yang jahat, sebab itu engkau dapatinya membicarakan mengenai dua malaikat, yaitu Raqib dan Atid

    Bertadabburlah merenungkan firman Allah Ta'ala:
    Bukan hanya durhaka saja, bahkan kalian mendustakan hari pembalasan. (9) Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaan kalian), (10) yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaan kalian itu), (11) mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan. (12) Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, (13) dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. (14) Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. (15) Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu. (16)
    Maha Benar Allah
    [Al Infithaar]


    Aku rasa engkau ingin menakwilkan Al Quran namun dalam hatimu ada kecenderungan untuk berpaling dari kebenaran, kerana itu engkau dapati dirimu mengikuti ayat mutasyaabihaat, yang tidak diketahui takwilannya kecuali oleh Allah dan orang-orang yang mendalam ilmu pengetahuannya, engkau telah mengabaikan ayat-ayat muhkamaat yang terang dan jelas lagi menjelaskan, akan tetapi engkau tidak mengikutinya dan mencampakkannya di balik belakangmu, lalu mengikuti ayat mutasyaabihaat yang serupa zahirnya dengan perkara yang engkau katakan dengan mengikuti kemahuanmu, dengan persangkaan yang sedikitpun tidak berguna untuk mendapatkan kebenaran

    Bagaimanapun aku ini tidak mengingkari ayat mutasyaabihaat, bahkan ianya juga dari sisi Allah, justeru aku katakan: Kesemuanya dari sisi Allah, Tuhan kita, ayat mutasyaabihaat dan ayat muhkamaat, namun aku tidak mengikuti ayat mutasyaabihaat dengan mengatakan kebatilan pada yang tersurat darinya; bahkan aku bawakan kepadamu bayan keterangan yang hak bagi ayat mutasyaabihaat, dan aku menjelaskannya dari Al Quran secara terperinci, aku nafikan adanya pertentangan ayat Al Quran dalam pandangan orang-orang yang ragu, kerana Al Quran itu sebahagiannya tidak bertentangan dengan sebahagian yang lain

    Akan tetapi mereka tidak mengetahui takwilan ayat mutasyaabihaat dalam Al Quran, lantas membuatkan mereka menyimpang jauh dan menambahkan keingkaran mereka yang telah sedia ada, dan mereka semakin sesat cenderung berpaling dari Al Quran yang muhkam, ayat muhkamaat yang terang jelas lagi menjelaskan namun tidak sesuai menurut kemahuan mereka


    Aku lihat engkau meminta nasihat dari para ikhwan namun tidak memintanya langsung secara peribadi dari Al Mahdi Al Muntadhar yang hak, Nasser Mohammed Al Yamani, padahal dia adalah penasihat yang dapat dipercaya untukmu, aku bersumpah demi Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, sesungguhnya aku mencintai untukmu akan perkara yang aku cintai untuk diriku, aku tidak mahu ayat mutasyaabihat dari Al Quran membuatkanmu jauh menyimpang

    Sekiranya engkau mahukan nasihatku, maka berpegang teguhlah engkau dengan ayat-ayat muhkamaat yang terang, jelas lagi menjelaskan, tiada yang cenderung untuk berpaling darinya melainkan orang yang binasa, yang di hatinya condong pada kesesatan, dia mencampakkan ayat-ayat muhkamaat itu di balik punggungnya, lalu mengikuti ayat mutasyaabihaat yang bertentangan dengan ayat muhkamaat pada zahirnya, padahal takwilan ayat mutasyaabihaat bukan pada zahirnya, tiada yang tahu takwilannya selain Allah, dan Dia mengajarkan takwilannya kepada orang-orang yang mendalam ilmu pengetahuannya


    Aku bersumpah demi Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, yang Maha Baik lagi Maha Mengasihani, bahawasanya aku tidak lihat dirimu termasuk kalangan mereka wahai Habib Al Habib, aku tahu pasti bahawa ada bisikan syaitan padamu, yang ingin menyesatkanmu dari kebenaran setelah kebenaran itu datang kepadamu, dia ingin membuatkan engkau termasuk kalangan yang ragu

    Sebab itu syaitan membisikkan padamu mengatakan engkaulah Imam Mahdi sebenarnya yang ditunggu-tunggu, lantas membuatkanmu mengikuti ayat-ayat mutasyaabihaat dengan bisikan syaitan al khannaas, yang membisikkan kejahatan ke dalam dadamu dan menghasutmu, kononnya dirimu berada di atas kebenaran sementara Nasser Al Yamani di atas kebatilan, dan engkaulah Imam Mahdi yang dinanti


    Aku tahu bahawasanya di era kemunculan akan ada banyak 'Imam Mahdi' yang tidak benar, demikian itu adalah makar tipudaya dari syaitan-syaitan, agar tidak jelas bagi umat manusia Imam Mahdi yang hak, yang membimbing umat dengan sebenar-benarnya ke jalan yang lurus, namun para mahdi itu tidak masuk ke internet antarabangsa kecuali sedikit, seperti Habib Al Habib dan selainnya yang banyak terdapat di setiap wilayah di negara-negara dunia

    Sebahagian mereka memberitahukan kepada orang-orang bahawa dia 'Imam Mahdi', manakala sebahagian yang lain pula tidak mengungkapkan perkara yang mereka pendam di dalam diri mereka kepada orang-orang, mereka menunggu orang-orang mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya engkaulah Imam Mahdi", mereka ini berusaha menarik pandangan orang lain terhadap mereka, mudah-mudahan ada sebahagian orang akan mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya engkaulah Imam Mahdi", lalu dia bertambah sesat dan menyesatkan banyak orang tanpa didasari ilmu pengetahuan, tidak pula dengan petunjuk dan kitab suci yang menerangkan


    Kelak aku akan nyatakan kepada seluruh umat Islam mengenai urusan mereka, bagaimana mereka dapat membezakan antara yang hak dan yang batil, supaya mereka tahu siapa yang mengaku-aku dirinya 'Imam Mahdi' yang sebenar, maka aku nyatakan dengan sebenar-benarnya kepada semua pencari kebenaran, bagi sesiapa yang mahu mengikuti kebenaran dan tidak mahukan selainnya, agar mereka dapat mengetahui 'mahdi-mahdi' yang ditimpa bisikan syaitan, sementara kebanyakkan mereka tidak menyadari bahawa syaitan membisikkan pada mereka, syaitan-syaitan itu menghalang-halangi mereka dari jalan kebenaran, sedang mereka menyangka mereka itu mendapat petunjuk

    Namun di kalangan mereka ada yang tidak bangkit kesombongan dalam dirinya dengan berbuat dosa, kelak dia akan pergi kepada syaikh yang dapat merawatnya dengan Al Quran, untuk memastikan adakah dia dirasuk bisikan syaitan sementara dia tidak menyadarinya, malah dia menyangka bisikan itu adalah wahyu langsung dari Ar Rahman ke dalam hati, padahal Tuhan tidak mewahyukan apapun kepadanya; akan tetapi ianya adalah bisikan syaitan yang mahu menghalang-halanginya dari kebenaran, syaitan mahu menyesatkannya lalu menyesatkan orang-orang lain dengannya, justeru itu kemarilah kalian agar aku ajarkan kepada kalian wahai sekalian pencari kebenaran, bagaimana kalian dapat mengetahui dan mengenali mereka, yaitu seperti berikut:


    Pertamanya, kelak kalian akan dapati mereka mengikuti ayat mutasyaabihaat dalam Al Quran dan meninggalkan ayat muhkamaat yang terang, jelas lagi menjelaskan, yang tidak perlu seorang penafsir pun untuk menafsirkannya, kerana ayat-ayat muhkamat itu jelas zahir dan batinnya, yang tersurat maupun yang tersiratnya, aku khabarkan berita gembira kepada kalian, bahawasanya kalian akan menemukan ayat-ayat muhkamat dalam setiap perkara adalah lebih banyak dari ayat mutasyaabihaat dalam topik perkara yang sama

    Kelak aku akan berikan contoh kepada kalian terhadap yang demikian, seperti perkara yang dibantah oleh Habib Al Habib, mengenai malaikat yang diserahi tugas menyertai manusia itu hanya satu sahaja bukan dua, lalu dia membawakan dalil hujjah sepertimana yang dibisikkan oleh syaitan kepadanya ketika aku memintanya dalil bukti, lantas dia membawakan firman Allah Ta'ala:
    Tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya, Maha Benar Allah

    Akan tetapi dia tidak mengetahui takwilannya yang benar, kendatipun ianya menyerupai perkara yang dibisikkan oleh syaitan kepadanya, yang bertentangan dengan ayat-ayat Allah yang muhkamaat, yang terang dan jelas lagi menjelaskan, demikian juga ianya berkaitan dengan topik hiwar, namun aku tidak mengingkarinya, bahkan aku bawakan bayan keterangannya dengan sebenar-benarnya dan penjelasan yang sebaik-baiknya

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Tidaklah mereka itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (33)
    Maha Benar Allah
    [Al Furqan]


    Maka dari itu aku bawakan kepada kalian ayat-ayat muhkamaat yang menegaskan bahawa malaikat yang mengawasi itu ada dua bukannya satu, Allah Ta'ala berfirman: (yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. (17) Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (Raqib dan Atid). (18) Maha Benar Allah [Qaaf], ini termasuk ayat-ayat muhkamaat yang terang, jelas lagi menjelaskan bahawa mereka adalah dua malaikat, dan ayat ini juga menunjukkan beberapa bukti bahawa mereka adalah berdua, juga bukti-bukti lain dalam satu ayat yang sama yaitu:


    1-
    (yaitu)
    Ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya:
    Ini adalah lafaz mutsanna (untuk berdua) tanpa syak dan ragu lagi jelas dan muhkam
    2-
    satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri:
    Bagaimana satu boleh ada di sebelah kanan dan di sebelah kiri? Maka ayat ini tambah menegaskan bahawa mereka berdua bukan satu
    3-
    Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (Raqib dan Atid):
    Ayat ini menegaskan bahawa mereka adalah dua malaikat yang satu bernama Raqib dan yang satu lagi Atid, yang satunya mencatatkan ucapan dan perbuatan yang baik, sementara yang satu lagi mencatatkan ucapan dan perbuatan jahat
    4-
    Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi:
    Demikian juga ianya menegaskan bahawa malaikat yang diserahi tugas ada dua, satu malaikat penggiring dan satu malaikat penyaksi
    5-
    Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala:
    Begitu juga kita temukan perintah yang ditujukan kepada mutsanna (berdua) bukannya mufrad (satu), yang menegaskan bahawa malaikat yang diserahi tugas ada dua bukan satu dan bukan tiga
    6-
    maka lemparkanlah dia olehmu berdua ke dalam siksaan yang sangat:
    Demikian juga ayat ini menegaskan bahawa malaikat yang diserahi tugas ada dua, bukan satu seperti yang dikatakan oleh Habib, dan tidak pula lebih dari dua seperti yang dikatakan oleh Panji Jihad



    Semua dalil bukti bagi perkara ini kami keluarkan kesimpulannya hanya dari satu surah sahaja yaitu Surah Qaaf, Allah Ta'ala berfirman:
    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (16) (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. (17) Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (18) Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. (19) Dan ditiuplah pada bentuk makhluk (dengan Kun Fayakuun) Itulah hari terlaksananya ancaman. (20) Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi. (21) Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. (22) Dan yang menyertai dia berkata: "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku". (23) Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (24) yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (25) yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia olehmu berdua ke dalam siksaan yang sangat". (26) Yang menyertai dia berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh". (27) Allah berfirman: "Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu". (28) Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku (29) (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab: "Masih ada tambahan?" (30) Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). (31) Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya) (32) (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat, (33) masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. (34)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Kemudian kita beralih pada dalil bukti dalam surah yang lain, yaitu firman Allah Ta'ala:
    Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaan kalian), (10) yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaan kalian itu), (11) mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan. (12)
    Maha Benar Allah
    [Al Infithaar]

    Ayat ini juga menafikan bahwa malaikat yang diserahi tugas itu cuma satu malaikat sahaja, bahkan ada lebih dari satu malaikat, mereka adalah dua malaikat yang ada pada tiap-tiap manusia sebagaimana dalil bukti yang telah kami kemukakan terhadap demikian dari ayat-ayat Surah Qaaf


    Untuk dalil bukti yang lain:
    Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (61)
    Maha Benar Allah
    [Al An'aam]

    Ini adalah ayat muhkamaat yang menjelaskan bahawa malaikat-malaikat penjaga yang mencatatkan ucapan dan amal perbuatan manusia juga adalah malaikat maut itu sendiri, yang ditugaskan mengambil nyawa manusia, Allah mengutus para malaikat itu untuk menyertai manusia dari permulaan sehinggalah bilamana telah tiba ketetapan untuk mati, lalu para malaikat itulah yang mengambil nyawanya, kemudian ayat ini menjelaskan bahawa mereka tidak pernah lengah dan lalai menjalankan tugas mereka, malah para malaikat berterusan menjalankan kewajiban sehinggalah mereka berdua mencampakkan manusia itu ke dalam neraka Jahannam, atau mengiringinya ke syurga

    Akan tetapi kelak kalian akan menemukan ayat lain (mutasyaabihaat) yang serupa dengan kebatilan pada zahir ayat, kalian akan dapati zahirnya menafikan malaikat-malaikat kematian dan membuatkannya menjadi satu malaikat, semisal firman Allah Ta'ala:
    Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, Maha Benar Allah [As Sajdah:11], namun bilamana engkau kembali merujuk pada ayat muhkamaat, kelak engkau akan dapati bahawa malaikat-malaikat maut itu lebih dari satu, ada banyak malaikat kematian

    Jika demikian apakah yang dimaksudkan dengan firman Allah Ta'ala:
    Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu"?, dan apabila kalian merujuk muhkam Al Quran, maka kelak kalian akan dapati bahawa setiap manusia ada malaikat mautnya masing-masing, makna malaikat maut yakni komando yang mengarahkan dan mengatur manusia kafir setelah kematian, sebab itu kalian mendapati malaikat Atid menggiring manusia yang melawan dan membantahnya, sementara malaikat Raqib menemani malaikat Atid, akan tetapi malaikat Raqib tidak ada kekuasaan sedikitpun untuk mengarahkan, namun dengan pengarahan malaikat Atid

    Adapun bilamana manusia yang mati itu orang baik, maka yang mengarahkan dan mengatur adalah malaikat Raqib, sementara malaikat Atid tidak ada kekuasaan untuk mengarahkan sedikitpun, maka para malaikat kesemuanya menemani manusia yang baik itu ke syurga, agar malaikat Raqib menunjukkan kepada manusia itu tempatnya di syurga



    Barangsiapa yang berpegang pada zahir ayat mutasyaabihaat ini, maka kelak ianya akan membuatnya menyimpang dari ayat-ayat muhkamaat, yang menyatakan bahawa setiap manusia ada malaikat kematian yang akan mengambil nyawanya, dan malaikat yang lain akan membantu malaikat kematian, sekiranya manusia yang mati itu kalangan penghuni neraka, maka malaikat Atid yang akan mencabut nyawanya dan yang memegang kendali mengurusnya, sementara malaikat Raqib membantu malaikat Atid yang mengarahkan dan mengatur, begitu juga Raqib akan datang bersama Atid sebagai penyaksi sebagaimana yang telah kami jelaskan dari Kitabullah


    Wahai Habib, sesungguhnya aku perhatikan engkau juga menghujjah dengan ayat ini, pada firman Allah Ta'ala:
    Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kalian diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan. (28) (Allah berfirman): "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadap kalian dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kalian kerjakan". (29)
    Maha Benar Allah
    [Al Jaatsiyah]


    Untuk itu kami balas kalian, kami katakan: Sesungguhnya ayat ini membicarakan para kuffar, orang-orang kafir yang mengingkari kebenaran, para pelaku kejahatan, dan malaikat yang diserahi tugas buat mencatatkan kejahatan mereka, yaitu malaikat Atid, kerana itu Allah Ta'ala berfirman: "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadap kalian dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kalian kerjakan", Maha Benar Allah, yang dimaksudkan adalah kitab catatan yang menuturkan kejahatan-kejahatan dengan sebenar-benarnya, sementara mereka yakni para pelaku kejahatan menyangkalnya dengan ucapan mereka "Kami tidak berbuat kejahatan apapun"

    Demikian itulah kitab catatan yang ada pada malaikat Atid, ada apa dengan engkau ini hinggakan engkau tidak memahami ucapan yang benar dari Kitabullah, engkau mahu membuatkan Al Quran itu bertentangan menurut takwilanmu wahai Habib? Adakah engkau mahu umat Islam tidak percaya pada Al Quran dengan membuatkan mereka meragukannya, padahal itulah yang diinginkan oleh syaitan yang membisikkannya kepadamu ke dalam dadamu, maka janganlah engkau mengikuti bisikan syaitan itu dan ikutilah aku, nescaya aku bimbing dan tuntun dirimu ke jalan yang lurus

    Aku beri amaran kepada syaitan yang ada dalam dirimu, jika dia tetap terus membisikkan padamu dengan perkara yang tidak benar, maka kelak aku akan berdoa memohon kepada Allah, agar Dia membuatkan jasad dan ruh Habib Al Habib menjadi api neraka besar terhadap syaitan itu, yang tahu aku menyatakan kebenaran dan menginginkan kebenaran, sementara syaitan itu menginginkan kebatilan, maka dari itu aku berdoa memohon kepada Tuhanku untuk membuatkan seksaan-Nya terhadap syaitan itu melalui Habib Al Habib, namun menjadi dingin dan selamat untuknya


    Jika engkau mencabarku wahai syaitan yang menghembus-hembus dan membisikkan kepada Habib Al Habib, maka aku bersumpah demi Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, nescaya aku buatkan -dengan izin Allah- Habib menjadi tempat tinggal buatmu dari neraka Jahannam, sudah cukuplah engkau membisik-bisikkan dengan perkara yang tidak benar, sesungguhnya aku memberi amaran kepadamu, dan Habib Al Habib tidak akan ditimpa keburukan sekiranya dia termasuk kalangan orang-orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka diri mereka telah berbuat sebaik-baiknya

    Adapun sekiranya dia termasuk kalangan syaitan-syaitan manusia, maka kelak kedua-duanya akan merasakan azab seksaan dengan daya kekuasaan Allah dan kekuatan-Nya, aku tidak membuat mereka kesakitan dengan diriku sendiri, namun dengan berdoa memohon kepada Allah dengan keyakinan, agar Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Berkuasa memenangkanku ke atas mereka, sedang mereka tahu bahawa mereka tidak dapat merasa aman dari pembalasan Allah, dan Allah Maha Berkuasa atas tiap-tiap sesuatu

    Adakah engkau memahami pemberitaan ini ataukah engkau menantang Al Mahdi Al Muntadhar dengan menimbulkan keraguan pada peringatan Allah, Al Quran? Sebelum aku berdoa memohon kepada Allah, kelak aku akan berikan nasihat kepada saudara Habib Al Habib, sebuah saranan yang dapat dilakukannya secara rahasia, yaitu hendaklah dia pergi berjumpa dengan syaikh yang dapat merawat dengan Al Quran, lalu memintanya untuk membacakan ayat-ayat Al Quran kepadanya, dalam kadar bacaan sejam penuh yang akan membakar syaitan-syaitan

    Demikian itu supaya kebenaran jadi jelas baginya jika sungguh dia menginginkan kebenaran, kemudian datang bersaksi dengan sebenar-benarnya dan tidak bangkit kesombongan di dalam dirinya dengan dosa, kemudian berjaya mendapatkan kemenangan yang besar, dan Allah akan menunjukkan jalan yang lurus kepadanya, Allah akan menganugerahkannya kemuliaan yang besar dari sisi-Nya di dunia dan di akhirat, namun sekiranya bangkit kesombongan dalam dirinya dengan dosa, maka cukuplah neraka Jahannam sebagai balasan untuknya, seburuk-buruk tempat kembali


    Betapa sering aku ulangi dalil bukti ilmu pengetahuan mengenai perkara Raqib dan Atid, dan aku telah menerangkannya secara terperinci, seakan-akan aku ini tidak mengatakan sesuatu, lantas dia mencampakkan dalil hujjah dari Al Quran yang muhkam, lalu mengandalkan ayat mutasyaabihaat dan membuatkan Al Quran saling bertentangan mengikut takwilannya, demikian itu kerana dia berpegang pada ayat mutasyaabihaat dan mengabaikan ayat muhkamaat, yang aku gunakan untuk berhujjah dengannya

    Dia tidak menyangkal ayat-ayat muhkamaat dari Al Quran, akan tetapi dia mencampakkannya di balik punggungnya seolah-olah ianya tidak ada disebutkan, lalu pergi untuk membawakan ayat-ayat mutasyaabihaat dari Al Quran untuk melawan ayat-ayat muhkamaat yang aku bawakan untuk berhujjah dengannya, namun aku tidak sepertinya, bahkan aku bawakan ayat muhkamaat lalu aku terangkan kepadanya takwil ayat mutasyaabihaat dan aku jelaskan kepadanya secara detail

    Aku nafikan rekayasa yang bertentangan dengan Al Quran dari bikinan syaitan-syaitan jinn dan mansia, maka berhentilah engkau wahai Habib Al Habib, terimalah nasihat dan saranku, tidakkah engkau lihat dirimu pada kebanyakan waktu, tatkala mendengarkan Al Quran dibacakan hatimu menjadi sempit wahai Habib Al Habib
    ?
    Aku harap dari Allah agar menunjukkanmu jalan yang lurus jika sungguh engkau inginkan kebenaran


    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Al Mahdi Al Muntadhar Al Imam, Nasser Mohammed Al Yamani
    ـــــــــــــــــــــــ


    اقتباس المشاركة: 3861 من الموضوع: رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه: { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..



    - 7 -
    الإمام ناصر محمد اليماني
    04 - 01 - 1429 هـ
    12 - 01 - 2008 مـ
    10:28 مـساءً
    ــــــــــــــــ


    حسبي الله ونعم الوكيل يا حبيب الحبيب..


    بسم الله الرحمن الرحيم، وسلامٌ على المرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين، ثمّ أمّا بعد..
    يا حبيب الحبيب هل تريد الحقّ ولا غير الحقّ؟ فلا تقُل على الله بالتّأويل غير الحقّ بعلمٍ وسلطانٍ من محكم الكتاب المنير القرآن العظيم، وأمّا ما تزعم أنّه بُرهان لك من القرآن في قوله تعالى:
    {إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ} صدق الله العظيم [الطارق:٤].

    فأردّ عليك فأقول: تدبّر الآيات جيداً تجد فيها التهديد والوعيد من بعد القسم، لذلك ذكر طائر الإنسان الكافر في عنقه من بعد التذكير وهو الملك (عتيد) كاتب السيئات التي سوف يتمنّى الكافر يوم تُبلى السرائر فيَوَدّ الكافر بأنّ لو كان بينه وبين ما عمله من السوء أمداً بعيداً،
    {
    وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا ﴿١٥﴾} [الإسراء]؛ لذلك تجد رسُل الله يقولون لقومهم الذين تطيّروا بهم: {قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ} صدق الله العظيم [يس:19].

    وهذه الآية تُخاطب الإنسان الكافر بالحقّ والمفسد في الأرض بأعمال السوء والموكل بحفظه (عتيد) في الكتاب، لذلك تجد الآية تتكلم عن (عتيد) فقط كاتب السوء للإنسان الكافر المنكر للبعث والحساب، لذلك تجد الآيات واضحة وجليّة تتكلم عن الإنسان المُنكر للحقّ، فتدبر الآيات جيداً تجدها تخاطب الإنسان الكافر المُنكر للحساب لذلك تجده يعمل السوء وهو غير مُبالٍ، ولذلك أقسم الله:
    {وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ ﴿١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ ﴿٢﴾ النَّجْمُ الثَّاقِبُ ﴿٣﴾ إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ ﴿٤﴾ فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ ﴿٥﴾ خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ ﴿٦﴾ يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ ﴿٧﴾ إِنَّهُ عَلَىٰ رَجْعِهِ لَقَادِرٌ ﴿٨﴾ يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ ﴿٩﴾ فَمَا لَهُ مِنْ قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ ﴿١٠﴾ وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ ﴿١١﴾ وَالْأَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ ﴿١٢﴾ إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ ﴿١٣﴾ وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ ﴿١٤﴾ إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا ﴿١٥﴾ وَأَكِيدُ كَيْدًا ﴿١٦﴾ فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا ﴿١٧﴾} صدق الله العظيم [الطارق].

    إذاً يا حبيب إن الآيات تُخاطب النّاس الكفار فيذكرهم بطائرهم الملك (عتيد) كاتب السوء بالحقّ. تصديقاً لقوله تعالى:
    {وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا} صدق الله العظيم [الإسراء:١٣].

    إذاً هذه الآيات لا تتكلم عن الملك (رقيب) والحسنات والجنان لذلك تجد الآية ذكرت الملك (عتيد) وحده دون ذكر الملك (رقيب) كاتب الحسنات التي تؤدي إلى الجنان، وأكرر فأقول إنّ الآيات تخاطب الإنسان الكافر بشكل عام بكفرهم وسوئِهم وكيدهم ضدّ الحقّ، لذلك قال تعالى:
    {إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا ﴿١٥﴾ وَأَكِيدُ كَيْدًا ﴿١٦﴾ فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا ﴿١٧﴾} صدق الله العظيم [الطارق].

    ولهذا السبب تمّ تخصيص المخاطب وهو مخاطبة الكفار والتهديد والوعيد لذلك تجد الآية تتكلم عن الملك (عتيد) طائرهم في عنقهم وهو الملك (عتيد) الذي أقسم الله على حقيقة تكليفه لكتابة السوء والكفر والمكر بغير الحقّ ضدّ الله ورسله.

    ويا حبيب، إني لك ناصحٌ أمينٌ أن لا تفسِّر الآيات الغير المحكمة الواضحة بالظنّ الذي لا يغني من الحقّ شيئاً، أم إنك لا تعلم ما هو الظنّ؟ وهو أن تقرأ الآية الغير محكمة فتفسرها لوحدها وتريد أن تخرج بنتيجةٍ فلن تخرج إلا بنتيجةٍ ضالةٍ فيُناقض ظاهرها الآيات المحكمات الواضحات البيّنات في القرآن العظيم. وسوف تجد من الآيات المحكمات والتي تكلمت عن النّاس المؤمنين والكفار معاً فذكرت أعمال الخير والشر لذلك تجدها تكلمت عن الملكين (رقيب) و(عتيد). فتدبر جيداً قول الله تعالى:
    {كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ ﴿٩﴾ وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ ﴿١٠﴾ كِرَامًا كَاتِبِينَ ﴿١١﴾ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ﴿١٢﴾ إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ ﴿١٣﴾ وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ ﴿١٤﴾ يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ ﴿١٥﴾ وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ ﴿١٦﴾} صدق الله العظيم [الإنفطار].

    وأظنّك تبتغي تأويل القرآن ولكن في قلبك زيغٌ عن الحقّ لذلك تجد نفسك تتبع المتشابه والذي لا يعلم بتأويله إلا الله والراسخون في العلم وتترك الآيات المحكمات الواضحات البيّنات فلا تتّبعها وتنبذها وراء ظهرك وتتّبع ما تشابه في ظاهره مع ما تنطق به عن الهوى بالظنّ الذي لا يغني من الحقّ شيئاً، ولكنّي لا أنكر المتشابه بل إنّه من عند الله فأقول: كُلٌّ من عند ربنا المتشابه والمحكم ولكنّي لا أتّبع المتشابه مع قول الباطل في ظاهره؛ بل آتيك بالبيان الحقّ له وأفصّله من القرآن تفصيلاً، وأنفي تناقض القرآن في نظر الممترين فإنه لا يناقض بعضه بعضاً، ولكنهم لا يعلمون بتأويل المتشابه في القرآن فأضلَّهم المتشابهُ ضلالاً بعيداً فزادهم رجساً إلى رجسهم و ضلالاً إلى زيغهم عن القرآن المحكم الواضح والبيِّن والذي لا يُوافق هواهم.

    وإني أراك طلبت النصيحة من الإخوان ولم تطلب النصيحة شخصياً من المهديّ المنتظَر الحقّ ناصر محمد اليماني وهو لك ناصحٌ أمينٌ، وأقسم بالله العليّ العظيم أني أحبّ لك ما أحبّه لنفسي ولا أريد أن يضلّك المتشابه من القرآن ضلالاً بعيداً وإذا أردت نصيحتي فاستمسك بالآيات المحكمات الواضحات البيّنات في القرآن العظيم فلا يزيغ عنهنّ إلا هالكٌ في قلبه زيغُ فينبذهن وراء ظهره فيتبع المتشابه والذي يناقض المحكم في ظاهره، وللآية المتشابهة تأويل غير ظاهرها ولا يعلم بتأويلها إلا الله ويعلِّمه للراسخين في العلم.

    وأقسم بالله العليّ العظيم البر الرحيم أني لا أراك منهم يا حبيب الحبيب، وأعلم علم اليقين بأنّ لديك مسُّ شيطانٍ رجيمٍ يريد أن يضلّك عن الحقّ بعد إذ جاءك ويجعلك من الممترين ويوسوسُ لك بأنّك أنت المهديّ المنتظَر الحقّ ويجعلك تتّبع الآيات المتشابهة مع وسواسهِ الخنّاس في صدرك وأنّك على الحقّ وناصر اليماني على الباطل وأنك أنت المهديّ المنتظَر.

    وأعلم بأنّ في عصر الظهور يكثر المهديّون بغير الحقّ وذلك مكرٌ من الشياطين حتى لا يتبيّن للناس المهديّ المنتظَر الحقّ والذي يهدي بالحقّ إلى صراطٍ مستقيمٍ، ولم يدخل منهم الإنترنت العالمية إلا قليلٌ كمثل حبيب الحبيب وغيره كثيرين يوجدون في كُلّ محافظة في دول العالمين، وبعضهم ينبِّئ النّاس بأنّه المهديّ المنتظَر وآخرون لا يكشفون للنّاس ما بأنفسهم وينتظرون النّاس أن يقولوا له إنك أنت المهديّ المنتظَر، وهؤلاء يحاولون لفت النظر إليهم لعلّ بعض النّاس يقول لهم إنّك أنت المهديّ فيزداد ضلالاً إلى ضلاله ويضلّ كثيراً بغير علمٍ ولا هُدًى ولا كتابٍ منير.

    ولسوف أفتي جميع المسلمين في أمرهم وكيف لهم أن يميّزوا بين الحقّ والباطل فيعلمون أيَّ المُدّعين هو المهديّ المنتظَر الحقّ، فإلى جميع الباحثين عن الحقيقة الفتوى بالحقّ لمن يريد أن يتبع الحقّ ولا غير الحقّ فيستطيعون أن يعلموا المهديين الذين وسوست لهم الشياطين وأكثرهم لا يعلمون بأنه يوسوس له شيطانٌ رجيمٌ فهم يصدّونهم عن السبيل الحقّ ويحسبون أنهم مهتدون، ولكن الذي لا تأخذه العزّة بالإثم منهم فسوف ينطلق إلى شيخٍ يعالج بالقرآن ليتأكد هل يوسوس له شيطانٌ رجيمٌ وهو لا يعلم ويظنّ ذلك وحياً من الرحمن إلى القلب ولم يوحِ له الرحمن شيئاً؛ بل وسوسة شيطانٍ رجيمٍ يريد أن يصدّه عن الحقّ فيضلّه ويضلّ به العالمين، فتعالوا لأعلمكم يا معشر الباحثين عن الحقيقة كيف تعلمونهم فتعرفونهم وهو بما يلي:

    أولاً سوف تجدونهم يتّبعون المتشابه في القرآن العظيم ويذرون المحكم والواضح والبيّن من الآيات المحكمات الواضحات البيّنات والتي لا تحتاج لمفسِّر يفسِّرهنّ نظراً لوضوحهنّ باطناً وظاهراً، وأبشِّركم بأنّ الآيات المحكمات في كلّ موضوعٍ تجدونهنّ أكثر من الآيات المتشابهة في نفس الموضوع، ولسوف أضرب لكم على ذلك مثلاً كمثل ما يجادلني فيه حبيب الحبيب في أنه مكلف مع الإنسان ملكٌ واحدٌ وليس ملكان ومن ثم يأتي بسلطان كما وسوس له الشيطان حين طلبت من حبيب البرهان فجاءني بقوله تعالى: {إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ} صدق الله العظيم، ولكنه لا يعلم تأويلها الحقّ مع أنها تتشابه مع ما وسوس له به الشيطان الرجيم ضدّ آيات الله المحكمات الواضحات البيّنات وكذلك لها علاقة بموضوع الحوار ولكنّي لا أنكرها بل أتيتكم ببيانها بالحقّ وأحسن تفسيراً. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بالحقّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا} صدق الله العظيم [الفرقان:٣٣].

    ومن ثم آتيكم بالآيات المحكمات اللاتي تؤكد أنهم ملكان اثنان وليس ملكاً واحداً، وقال الله تعالى:
    {إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧﴾ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ ﴿١٨﴾} صدق الله العظيم [ق]، وهذه من الآيات المحكمات الواضحات البيّنات أنهما ملكان اثنان وتقدم الآية عدة براهين أنهما اثنان والبراهين في نفس آية واحدة وهي:

    1 - { يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ }: فهذا لفظ مُثنى بلا شك أو ريب واضح ومحكم.
    2 - { عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ }: فكيف يكون واحدٌ عن اليمين وعن الشمال؟ فازدادت الآية تأكيداً على أنهما اثنان وليسا واحداً.
    3 - { مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ ﴿١٨﴾ }: وهذه الآية تؤكد أنهم اثنان أحدهما اسمه (رقيب) والآخر (عتيد)، أحدهما يكتب القول والعمل الحسن والآخر يكتب القول والعمل السيئ.
    4 - { وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ }: كذلك تؤكد أن المكَلَفَين ملكان اثنان أحدهما سائق والآخر شهيد.
    5 - { أَلْقِيَا فِي جهنّم كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ }: كذلك نجد القول يخُاطب المُثنى وليس المفرد وتُؤكد أنّ المكلفين ملكان اثنان وليسا واحداً ولا ثلاثة.
    6 - { فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ }: وكذلك تؤكد هذه الآية أن المكلفين اثنان وليسا واحداً كما يقول حبيب، ولا أكثر من اثنين كما يقول علم الجهاد.

    وجميع تلك البراهين لهذا الموضوع استنبطناها ليس إلا من سورةٍ واحدةٍ من سورة [ق]، وقال الله تعالى:
    {وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧﴾ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ ﴿١٨﴾ وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بالحقّ ذَٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ ﴿١٩﴾ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ ﴿٢٠﴾ وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ ﴿٢١﴾ لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ ﴿٢٢﴾ وَقَالَ قَرِينُهُ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتيدٌ ﴿٢٣﴾ أَلْقِيَا فِي جهنّم كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ ﴿٢٤﴾ مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ ﴿٢٥﴾ الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ ﴿٢٦﴾ قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ ﴿٢٧﴾ قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ ﴿٢٨﴾ مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ ﴿٢٩﴾ يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ ﴿٣٠﴾ وَأُزْلِفَتِ الجنّة لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ ﴿٣١﴾ هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ ﴿٣٢﴾ مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ ﴿٣٣﴾ ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ ﴿٣٤﴾} صدق الله العظيم [ق].

    من ثم ننتقل إلى البرهان في سورةٍ أخرى وهو قوله تعالى:
    {وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ ﴿١٠﴾ كِرَامًا كَاتِبِينَ ﴿١١﴾ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ﴿١٢﴾} صدق الله العظيم [الإنفطار]، وهذه الآية تنفي بأنّ الموكل ملَكٌ واحدٌ بل أكثر من واحدٍ وهم اثنان كما سبق البرهان على ذلك من آيات سورة [ق].

    وإلى برهانٍ آخر:
    {وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يفرّطون} صدق الله العظيم [الأنعام:٦١]، وهذه آية محكمة تُبيِّن بأنّ الحفظة للأعمال هم أنفسهم رُسل الموت وأنّ الله أرسلهم ليكونوا مكلفين مع الإنسان من البداية حتى إذا جاءه قدر الموت ومن ثم يتوفونه ثم تبيّن أنهم لا يفرّطون بل يستمر التكليف حتى يُلقيا به في نار جهنّم أو يرافقونه إلى الجنّة. ولكنكم سوف تجدون آيةً أخرى متشابهة مع الباطل في ظاهرها فتجدون ظاهرها ينفي ملائكة الموت فتجعلهم ملكاً واحداً كمثال قول الله تعالى: {قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ} صدق الله العظيم [السجدة:١١]، ولكن إذا رجعت إلى المحكم سوف تجد أنّ ملائكة الموت أكثر من واحدٍ فإذاً ما المقصود بقوله تعالى: {قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ}؟ فإذا رجعتم إلى المحكم فسوف تجدون بأنّ لكل إنسان ملكُ موتٍ، ومعنى ملك الموت أي القائد للإنسان الكافر من بعد الموت، لذلك تجدون الملك (عتيد) يسوق خصمه الإنسان الكافر سوقاً والملك (رقيب) يرافق الملك (عتيد) ولكن ليس له من الإمارة شيئاً بل بإمارة الملك (عتيد)، وأما إذا كان صالحاً فيكون بإمارة الملك (رقيب) وليس للملك (عتيد) من الإمارة بشيء، فيقومون جميعاً بمرافقة الإنسان الصالح إلى الجنّة ليريه الملك (رقيب) مقعده في الجنّة.

    ومن استمسك بهذه الآية في ظاهرها فسوف تضله عن الآيات المحكمات والتي تفتيه بأنّ لكلّ إنسانٍ ملك موتٍ يتوفاه ويساعده الملك الآخر في التّوفي فإذا كان المتوفى من أصحاب النّار فيتوفاه الملك (عتيد) ويتولى القيادة ويقوم الملك (رقيب) بالمساعدة والإمارة للملك (عتيد)، وكذلك يأتي معه شهيدٌ كما سبق تفصيل ذلك من الكتاب المُبين.

    ويا حبيب إني أراك تحاج بهذه الآية أيضاً في قوله تعالى:
    {وَتَرَىٰ كُلَّ أمّة جَاثِيَةً كُلُّ أمّة تُدْعَىٰ إِلَىٰ كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٢٨﴾ هَٰذَا كِتَابُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بالحقّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٢٩﴾} صدق الله العظيم [الجاثية].

    ومن ثمّ نردّ عليكم فنقول: إنها تخاطب الكفار أصحاب السوء والمكلف بكتابة سوءهم الملك (عتيد) لذلك قال تعالى:
    {هَٰذَا كِتَابُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بالحقّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٢٩﴾}
    صدق الله العظيم، ويقصد الكتاب الذي ينطق بالسيئات بالحقّ وهم له منكرون بقولهم "ما كنا نعمل من سوء"، وذلك كتاب الملك (عتيد)، فما خطبك لا تفقه القول الصواب من الكتاب وتريد أن تجعل القرآن متناقضاً حسب تأويلك يا حبيب؟ فهل تريد أن يكفر المسلمون بالقرآن فتُشكِّكهم فذلك ما يبغيه الشيطان الذي يوسوس لك في صدرك فلا تتّبعه واتّبعني أهدِك إلى صراط مُستقيم، واحذّر الشيطان الذي في نفسك وإن استمر في الوسوسة لك بغير الحقّ فسوف أدعو الله أن يجعل جسد وروح حبيب الحبيب ناراً وسعيراً كبيراً على الشيطان الرجيم الذي يعلم أنّي أنطق بالحقّ وأريد الحقّ وهو يريد الباطل ومن ثم أدعو ربّي أن يجعل بأسه على حبيب الحبيب برداً وسلاماً.

    فإن تحدّيتني يا أيها الشيطان الذي يوسوس لحبيب الحبيب فأقسم بالله العلي العظيم لأجعلنّ - بإذن الله - عليك حبيب كنزل من جهنّم، فكفّ عن الوسوسة له بغير الحقّ إنّي أحذّرك ولن أصيب حبيب الحبيب بسوءٍ إذا كان من الذين ضلّ سعيهم في الحياة الدنيا وهم يحسبون أنهم يحسنون صُنعاً، أما إذا كان من شياطين البشر فسوف يتعذب الاثنان بحول الله وقوته، ولن أؤذيهم بذاتي بل أؤذيهم بالدعاء باليقين فينصرني الله عليهم العزيز المقتدر فهم يعلمون أنهم لا يأمنون مكره وأنّ الله على كلّ شيء قدير. فهل فهمت الخبر أم تتحدى المهديّ المنتظَر وتريد أن تشكك في الذكر؟ وقبل أن أدعو سوف أوجه للأخ حبيب الحبيب نصيحة يستطيع أن يفعلها بشكل سري وهو أن يذهب إلى شيخ يعالج بالقرآن فيطلب منه أن يتلو عليه قدر ساعةٍ كاملةٍ من آيات الذكر الحكيم التي تحرق الشياطين حتى يتبيّن له الحقّ إن كان يريد الحقّ ومن ثم يأتي يشهد بالحقّ فلا تأخذه العزّة بالإثم ومن ثم يفوز فوزاً عظيماً ويهديه الله صراطاً مستقيماً، ويؤتيه من لدنه عزّاً كبيراً في الدنيا والآخرة، وإن أخذته العزّة بالإثم فحسبه جهنّم وبئس المصير.

    فكم كررت سلطان العلم في شأن (رقيب) و(عتيد) وفصّلته تفصيلاً وكأنّي لم أقل شيئاً فينبذ السلطان من القرآن المحكم ويعمد للمتشابه فيجعل القرآن متناقضاً حسب تأويله، وذلك لأنه يستمسك بالمتشابه ويترك المحكم الذي أجادله به ولم يطعن في القرآن المحكم بل ينبذه وراء ظهره وكأنّه لم يكن شيئاً مذكوراً ويذهب ليأتي بآيات متشابهة من القرآن لكي تكون ضدّ الآيات المحكمات التي أجادله بها، ولكني لست مثله بل آتيه بالمحكم ومن ثم أبيّن له تأويل القرآن المتشابه وأفصّله له تفصيلاً وأنفي افتراء التناقض للقرآن من مكر شياطين الجنّ والإنس، فانتهِ يا حبيب الحبيب وخذ بنصيحتي، ألا ترى بأنّك كثيراً من الأحيان إذا سمعت القرآن يُتلى يضيق صدرك يا حبيب الحبيب؟ وأرجو من الله أن يهديك صراطاً مستقيماً إن كنت تريد الحقّ.

    وسلامٌ على المرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..
    المهدي المنتظر الإمام ناصر محمد اليماني.
    ـــــــــــــــــــــــ





  8. افتراضي Riwayat palsu yang bertentangan dengan kebanyakan dari ayat-ayat muhkamaat, yang merupakan pokok (intisari) kandungan Al Quran..


    -8-

    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    11 - 09 - 1430 هـ
    31 - 08 - 2009 مـ
    12:23 صـباحاً
    ـــــــــــــــــــــ


    Riwayat palsu yang bertentangan dengan kebanyakan dari ayat-ayat muhkamaat, yang merupakan pokok (intisari) kandungan Al Quran..



    Raja Sulaiman dan malaikat maut
    Salam sejahtera ke atas kalian beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya, sholawat dan keberkahan ke atas Saiyidina Muhammad -shollallaahu 'alayhi wa sallam- dan ke atas seluruh hamba-hamba Allah sholeh..

    Aku telah membaca riwayat dari beberapa syaikh dan aku juga menemukannya di internet, riwayat yang menceritakan tentang Raja Sulaiman dan malaikat maut, yang menimbulkan minat dan rasa ingin tahuku untuk bertanya dengan persoalan lain, riwayat itu seperti berikut:

    Sesungguhnya telah ditundukkan buat Nabi Sulaiman untuk kemudahannya, akan perkara yang tidak ditundukkan buat selainnya dari kerajaan dan kekuasaan, sesungguhnya manusia, jinn, angin, burung-burung dan haiwan-haiwan tunduk patuh pada perintah Nabi Sulaiman dan melaksanakan arahannya, adalah dewan majlis tempat pertemuan Nabi Sulaiman itu dihadiri oleh semua termasuk malaikat maut Izrail, dan malaikat maut berteman dengan Nabi Sulaiman

    Malaikat maut selalu memberitahu Nabi Sulaiman tentang siapa orang-orang yang akan dicabut nyawa mereka pada hari ini, dia juga menceritakan kepada Nabi Sulaiman mengenai kisah mereka, Nabi Sulaiman pernah bertanya malaikat maut, tentang situasi paling sulit yang pernah dilaluinya ketika mencabut nyawa manusia, malaikat maut menceritakan situasi yang paling sulit adalah ketika dia diperintahkan untuk mengambil nyawa seorang wanita yang telah tiba ajalnya di gurun

    Dan wanita itu baru sahaja melahirkan anak sementara tiada sesiapa yang bersamanya di gurun itu, rupa anak kecil yang kelak aku akan cabut nyawa ibunya itu menyedihkan, dia akan ditinggal bersendirian di gurun, kemudian malaikat maut meneruskan ceritanya, bahawa setelah beberapa tahun berlalu, dia diperintahkan pula untuk mencabut nyawa salah seorang raja, sementara raja itu sedang berada di tengah-tengah askarnya, raja itu adalah anak kecil yang kematian ibunya sedang dia satu-satunya bayi di gurun, yang mana Allah telah mentakdirkan anak itu hidup dan menjadi raja

    Ketika Allah memerintahkan malaikat maut untuk mengambil nyawa Nabi Sulaiman -'alayhissalaam-, malaikat maut pergi ke tempat Nabi Sulaiman berada, ketika itu Nabi Sulaiman sedang berdiri bertelekan dengan tongkatnya mengawasi manusia dan jinn bekerja, tiba-tiba datang malaikat maut menemui Nabi Sulaiman, yang mana Nabi Sulaiman merasa aneh dengan kehadiran malaikat maut ke tempat ini pada waktu begini, sedangkan malaikat maut biasanya hanya mengunjungi Nabi Sulaiman di dewan majlis tempat pertemuan dan duduk bersamanya, Nabi Sulaiman memperhatikan malaikat maut berkeliaran di sekitarnya, malaikat maut merasa malu untuk mengambil nyawanya, kerana dia adalah Nabi Sulaiman dan juga teman duduknya

    Nabi Sulaiman dapat merasakan malaikat maut tidak mendatanginya kecuali untuk mengambil nyawanya, lalu Nabi Sulaiman mengatakan padanya agar mendekat dan jangan malu untuk melaksanakan perkara yang telah Allah perintahkan padanya, lantas malaikat maut pun maju dan mencabut nyawa Nabi Sulaiman, maka wafatlah Nabi Sulaiman dalam keadaan berdiri bertelekan dengan tongkatnya, dan tidak ada yang menunjukkan manusia dan jinn akan kewafatan Nabi Sulaiman kecuali ketika baginda jatuh setelah serangga kayu memakan tepi-tepi hujung tongkatnya, lalu Nabi Sulaiman jatuh dan ketika itu, sadarlah jinn bahawa mereka tidak mengetahui perkara yang ghaib kecuali apa yang Allah kehendaki mereka mengetahuinya

    Pertanyaanku untuk Imam dan para anshar:
    Adakah riwayat ini shahih, ataukah padanya ada pernyataan yang berlebihan
    ?
    Jika malaikat maut ditundukkan buat Nabi Sulaiman untuk kemudahannya dengan izin Allah, adakah ini bermakna ada juga sebahagian malaikat yang ditundukkan buat Nabi Sulaiman untuk kemudahannya
    ?
    Adakah fitnah ujian yang diterima oleh Nabi Sulaiman itu berat untuknya
    ?
    Apakah fitnah ujian itu
    ?
    Berapa lamakah tempohnya
    ?
    Semoga kalian selalu baik-baik sahaja, salam sejahtera ke atas kalian beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya


    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Saudaraku yang mulia, salam sejahtera ke atas kalian, seluruh anshar pendahulu terbaik dan umat Islam semua, aku nyatakan dengan kebenaran bahawasanya Allah tidak menurunkan suatu bukti keterangan apapun mengenai riwayat ini, kerana malaikat maut yang diserahi tugas buat mengambil nyawa orang-orang baik itu bukan hanya satu malaikat sahaja, bahkan dia adalah malaikat Raqib

    Pada setiap manusia yang baik ada malaikat maut Raqib yang diserahi tugas menyertainya dan mengambil nyawanya ketika diperintahkan oleh Allah, untuk menarik ruhnya dengan perlahan dan lembut, sementara malaikat Atid pula membantu malaikat Raqib, namun yang diserahi tugas untuk menarik ruh orang-orang baik dengan perlahan dan lembut adalah malaikat maut Raqib

    Setiap orang yang baik ada malaikat padanya yang bernama Raqib, dia adalah malaikat duta perutusan bagi penghuni syurga, adapun orang-orang kafir dan orang-orang yang berbuat kerosakan di muka bumi, maka malaikat yang diserahi tugas untuk mencabut nyawa mereka adalah malaikat Atid, itulah malaikat yang diserahi tugas menyertai dan mencabut nyawa mereka, dan pada setiap manusia penghuni neraka pula ada malaikat maut yang bernama Atid, dia adalah malaikat duta perutusan bagi neraka

    Demikian juga para malaikat Raqib dan Atid itu diserahi tugas mencatat amal perbuatan baik dan buruk manusia, mereka menyelesaikan tugasan mereka menyertai manusia sepanjang hayatnya, sehinggalah tiba takdir yang telah ditetapkan bagi manusia, lalu para malaikat itu ditugaskan mencabut nyawa manusia atau menarik ruhnya dengan perlahan dan lembut, dalam ketetapan yang telah ditentukan ianya pasti berlaku dalam kitab yang tertulis -lauh mahfuz-

    Para malaikat itu tidak pernah lengah atau lalai dalam menjalankan tanggungjawab mereka, dengan meninggalkan manusia setelah kematiannya, bahkan para malaikat itu tetap diserahi tugas menyertai manusia setelah kematiannya sampailah kedua malaikat itu mencampakkan manusia ke dalam neraka

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepada kalian malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (61)
    Maha Benar Allah
    [Al An'aam]


    Sekiranya manusia itu termasuk kalangan penghuni neraka, maka malaikat Atid yang akan menggiringnya di mahkamah keadilan Allah, sementara malaikat Raqib pula sebagai penyaksi kebenaran dengan menyatakan kesaksiannya di hadapan Allah, bahawa malaikat Atid mencatatkan amal perbuatan jahat yang disaksikannya dengan sebenar-benarnya

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (16) (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. (17) Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (18) Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. (19) Dan ditiuplah pada bentuk makhluk (dengan Kun Fayakuun). Itulah hari terlaksananya ancaman. (20) Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi. (21) Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. (22) Dan yang menyertai dia berkata: "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku". (23) Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (24) yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (25) yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia olehmu berdua ke dalam siksaan yang sangat". (26) Yang menyertai dia berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh". (27) Allah berfirman: "Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu". (28) Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku (29) (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab: "Masih ada tambahan?" (30)
    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    Melalui ayat-ayat ini kita dapat memahami bayan keterangan yang benar dari firman Allah Ta'ala: dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (61) Maha Benar Allah, yakni para malaikat itu tidak membiarkan dan meninggalkan manusia setelah kematiannya, sehinggalah kedua malaikat itu melemparkannya ke dalam azab seksaan yang keras, kerana itulah kalian temukan perintah arahan dikeluarkan kepada dua malaikat, yaitu malaikat Raqib dan malaikat Atid, "Lemparkanlah olehmu berdua", demikian juga "Maka lemparkanlah dia olehmu berdua", maka jelaslah bahawa "Hafadhah" adalah para malaikat penjaga yang mencatatkan amal perbuatan manusia, mereka adalah malaikat Raqib dan malaikat Atid

    Malaikat Raqib dan Atid juga adalah malaikat kematian itu sendiri, satu malaikat merupakan duta perutusan syurga dan satu malaikat lagi merupakan duta perutusan neraka, begitu juga mereka tidak pernah lengah menjalankan tugas, mereka tidak membiarkan dan meninggalkan manusia setelah kematiannya, sampailah mereka berdua mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam, para malaikat itu tidak melepaskan tanggungjawab mereka hingga Hari Kiamat sampailah mereka berdua melemparnya ke dalam azab seksaan yang keras

    Tidak selayaknya ada satu malaikat maut sahaja yang mematikan manusia kesemuanya, tidaklah layak bagi makhluk untuk dapat meliputi ruh-ruh manusia seluruhnya, dapat mematikan mereka di sini dan di sana pada suatu masa yang sama, ini bertentangan dengan akal fikiran dan logika; padahal Allah yang Maha Esa semata-mata sahajalah yang dapat meliputi segala sesuatu, dengan ilmu pengetahuan-Nya dan kemahakuasaan-Nya pada suatu masa yang sama, manakala bagi para makhluk pula, tidaklah dijadikan untuk mereka itu adanya dua hati di dalam rongga dadanya


    Barangkali ada seseorang mahu menyelaku dengan mengatakan: Tetapi Allah berfirman: Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) kalian akan mematikan kalian"..(11) Maha Benar Allah [As Sajdah], maka kami katakan: Akan tetapi bukan hanya satu malaikat sahaja untuk seluruh manusia, namun pada setiap manusia ada malaikat bernama Atid yang ditugaskan untuk mencabut nyawa orang-orang kafir, sedangkan bagi orang-orang baik pula, petugas yang akan mengambil nyawa mereka, yang menarik ruh mereka dengan perlahan dan lembut adalah malaikat Raqib, dan para malaikat kematian akan memukul orang kafir sampai ruhnya keluar.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri). (50)
    Maha Benar Allah
    [Al Anfaal]


    Kemudian jadi jelas bagi kita bahawa mereka adalah dua malaikat, tidak lebih dari dua, mereka berdualah malaikat Raqib dan malaikat Atid

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, (24) yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, (25) yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia olehmu berdua ke dalam siksaan yang sangat". (26)
    Maha Benar Allah


    Maka jelaslah bagi kalian bahawa riwayat itu batil dan direkayasa, Allah tidak menurunkan suatu bukti keterangan apapun mengenainya, terungkaplah rekayasa mereka, persangkaan mereka bahawa malaikat maut itu hanya satu malaikat bernama Izrail yang mematikan semua manusia, berdasarkan demikianlah mereka membuat rekayasa dan mengada-adakan perkara yang tidak benar, sebab itu kita temukan adanya banyak pertentangan antara perkara yang mereka ada-adakan itu dengan Al Quran


    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Saudara kalian, Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    ـــــــــــــــــــــ


    اقتباس المشاركة: 90284 من الموضوع: رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه: { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..



    - 8 -
    الإمام ناصر محمد اليماني
    11 - 09 - 1430 هـ
    31 - 08 - 2009 مـ
    12:23 صـباحاً
    ـــــــــــــــــــــ


    روايةٌ كاذبةٌ مخالفةٌ لكثير من الآيات المحكمات هُنَّ أمّ الكتاب ..

    الملك سليمان وملك الموت
    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته وصلي وبارك على سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم وعلى كافة الصالحين..
    قرأت رواية عن احد المشايخ وايضا وجدتها في النت تتكلم عن الملك سليمان وملك الموت اثارت اهتمامي وفضولي باسئلة اخرى والرواية كما يلي:
    لقد سخر للنبي سليمان مالم يسخر لغيره من ملك و سلطان ولقد كانت الإنس و الجن و الريح و الطيور و الحيوانات تأتمر بأمره و تنفذه وكان مجلسه عليه السلام يحضره الجميع ومن ضمنهم ملك الموت عزرائيل وكان بمثابة الصديق للنبي سليمان و كان دائم يخبر النبي سليمان عن من أنتزع أرواحهم اليوم ويخبره قصصهم و لقد سئل نبي الله سليمان عليه السلام ملك الموت عن أصعب موقف مر عليه وهو ينزع روح إنسان فقال أصعب موقف حينما أمرت بنزع روح أمرأه في الصحراء حان أجلها ولقد كانت قد ولدت للتو ولم يكن أحد معها وهي في الصحراء فكان منظر الطفل الصغير الذي سوف أنتزع روح أمه محزناً حيث سيكون لوحده في هذه الصحراء , ويكمل ملك الموت قوله بان مرت السنين و أمر بنزع روح أحد الملوك وهو في وسط جنده و لقد كان ذلك الملك الطفل الصغير الذي توفت أمه وهو وليد وحيد في الصحراء حيث ان الله عز وجل كتب له أن يعيش و يصبح ملك . و عندما أمر الله ملك الموت بأخذ روح نبيه سليمان عليه السلام ذهب ملك الموت إلى مكان تواجد النبي سليمان حيث كان حينها واقف يشرف على الإنس و الجن وهم يعملون متكىء على عصاه فإذا بملك الموت يأتي إلى النبي سليمان حيث أستغرب عليه السلام حضور ملك الموت إلى هذا المكان وفي هذا الوقت حيث تعود على زيارته فقط في مجلسه عندما يجلس به , فلاحظ أن ملك الموت يجول ويدور حول نبي الله سليمان مستحي من أن يقدم أليه لينزع روحه وهو نبي الله وصديقه الذي يجالسه فأحس نبي الله سليمان أن ملك الموت لم يحضر ألا من اجل أن يستلم روحه فقال له أقترب و لا تستحي من أمر أمرك به الله فتقدم ملك ونزع روحه عليه السلام فمات وهو واقف متكىء على عصاه ولم يدل الإنس و الجن على موته إلا لما وقع بعد أن أكلت حشرة الخشب أطراف العصي فوقع عليه السلام وعلم حينها الجن أن ليس لهم من علم الغيب ألا ما أراد الله أن يعلموه.
    سؤالي للإمام والأنصار:
    هل الرواية صحيحة أم فيها مبالغة؟
    إذا كان ملك الموت مسخراً لسيدنا سليمان بإذن الله هل يعني بعض الملائكة مسخرين لسيدنا سليمان؟
    هل كانت فتنة سيدنا سليمان شديدة عليه؟ وماهى فتنته؟ وماهي مدة الفتنة؟
    وكل عام وانتم بخير والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    بسم الله الرحمن الرحيم، وسلامٌ على المرسلين والحمدُ لله ربّ العالمين..
    أخي الكريم، سلامُ الله عليكم وعلى كافة الأنصار السابقين الأخيار وجميع المسلمين، وأفتيك بالحقّ أنّ هذه الرواية ما أنزل الله بها من سُلطانٍ نظراً لأنّ ملك الموت الموكل بالصالحين ليس واحداً بل هو رقيبٌ، وكل إنسان صالح لديه ملك الموت رقيبٌ موكل به عند أمر الله بنشط روحه ويقوم الملك عتيد بمساعدته ولكن الموكل بنشط أرواح الصالحين هو ملك الموت رقيب، وكُلّ إنسان صالح لديه ملك يُسمى رقيب وهو مندوب لأهل الجنة وأما الكافرون والمفسدون فموكل بنزع أرواحهم الملك عتيد وهو الموكل بهم، وكل إنسانٍ من أهل النار له ملك الموت اسمه عتيد وهو مندوب النار وكذلك مُكلفون بحفظ أعمالهم خيرها وشرها فتم تكليفهم مع الإنسان طيلة حياته حتى يأتي قدره ثم يوَّكَلون بنزع أو نشط روحه في قدره المقدور في الكتاب المسطور وهم لا يفرّطون فيه فيتركونه من بعد موته بل موكلون به حتى بعد موته حتي يلقيا به في نار جهنم. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمْ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لا يُفَرِّطُونَ (61)} صدق الله العظيم [الأنعام].

    وإذا كان من أهل النار فيسوقه الملك عتيد والملك رقيب يكون شاهداً بالحقّ فيلقي شهادته بين يدي الله أنّ الملك عتيد لم يكتب من السوء إلا بما شهد به من أعمال السوء. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (16) إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (17) مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (18) وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ (19) وَنُفِخَ فِى الصُّورِ ذَلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ (20) وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ (21) لَقَدْ كُنتَ فِى غَفْلَةٍ مِّنْ هَذَا فَكَشَفْنَا عَنكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ (22) وَقَالَ قَرِينُهُ هَذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ (23) أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ (24) مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ (25) الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ (26) قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ (27) قَالَ لا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ (28) مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ (29) يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلْ امْتَلأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ (30)} صدق الله العظيم [ق].

    ومن خلال هذه الآيات نفهم البيان الحقّ من قول الله تعالى:
    {وَهُمْ لا يُفَرِّطُونَ (61)} صدق الله العظيم، أي لا يتركونه من بعد موته حتى يُلقياه في العذاب الشديد ولذلك تجدون الأمر صادر على الملكين رقيب وعتيد،{أَلْقِيَا} وكذلك {فَأَلْقِيَاهُ} فتبين إن حفظة الأعمال هم رقيب وعتيد وهم أنفسهم ملائكة الموت أحدهم مندوب الجنة والآخر مندوب النار وكذلك لا يفرّطون به من بعد موته حتى يُلقياه في نار جهنم فلا يُخلوا مسؤوليتهم إلى يوم البعث فيلقياه في العذاب الشديد، فلا ينبغي أن يتوفى الناس ملك موتٍ واحدٍ لهم جميعاً، فلا ينبغي لمخلوقٍ أن يحيط بأرواح البشر جميعاً فيتوفاهم هنا وهناك في آنٍ واحدٍ فهذا مخالفٌ للعقل والمنطق؛ بل الله وحده هو الذي يحيط بكلّ شيءٍ علماً وقدرةً في آنٍ واحدٍ، أما المخلوقين فما جعل لأحدهم من قلبين في جوفه.

    ولربما يود أن يقاطعني أحدٌ فيقول: ولكن الله قال: "
    {قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ} صدق الله العظيم [السجدة:11]"، فنقول ولكنه ليس ملكاً واحداً للناس جميعاً بل لكل إنسانٍ ملكٌ اسمه عتيد يوكّل بنزع أرواح الكافرين، والصالحون موكّل بنشط أرواحهم الملك رقيب، ويقوم ملائكة الموت بضرب الكافر حتى تخرج روحه. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَلَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُواْ الْمَلائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُواْ عَذَابَ الْحَرِيقِ} صدق الله العظيم [الأنفال:50].

    ثم تبيّن لنا أنهم اثنان وليسا أكثر من اثنين وهم رقيب وعتيد. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {أَلْقِيَا فِى جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ (24) مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُّرِيبٍ (25) الَّذِى جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَفَأَلْقِيَاهُ فِى الْعَذَابِ الشَّدِيدِ (26)}
    صدق الله العظيم.

    فتبيّن لكم أنّ الرواية باطلةٌ ومفتراة وما أنزل الله بها من سلطان، وكشف افتراءهم ظنّهم أنّ ملك الموت ليس إلا واحدٌ اسمه (عزائيل) يتوفّى الأنفس، وعلى ذلك بنوا افتراءهم بغير الحقّ ولذلك وجدنا بينه وبين القرآن اختلافاً كثيراً.

    وسلامٌ على المُرسلين، والحمدُ لله رب العالمين..
    أخوكم الإمام ناصر محمد اليماني.
    ـــــــــــــــــــــ




  9. افتراضي Inilah Kitab Catatan Kami Yang Menuturkan Kepada Kalian Dengan Kebenaran, Sesungguhnya Kami Yang Memerintahkan Untuk Menyalin Apa Yang Kalian Kerjakan..

    ======== اقتباس =========

    اقتباس المشاركة: 269467 من الموضوع: رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه: { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..

    >المصدر<

    - 9 -

    { هَذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بالحقّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ }
    صدق الله العظيم


    Inilah Kitab Catatan Kami Yang Menuturkan Kepada Kalian Dengan Kebenaran, Sesungguhnya Kami Yang Memerintahkan Untuk Menyalin Apa Yang Kalian Kerjakan
    Maha Benar Allah


    بسم الله الرحمن الرحيم، وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين..
    قال الله تعالى:
    {وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شيءٍ قدير} صدق الله العظيم [البقرة‏:‏284‏]‏.

    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, salam ke atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Firman Allah Ta’ala:

    Dan jika kalian melahirkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan kalian itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (284)
    Maha Benar Allah
    [Al Baqarah]



    بمعنى أنّ رقيب وعتيد عن يمينِ وشمالِ الإنسان مُكلّفين بكتابة عمل الإنسان في كتبهم خيره وشره، فتكون كتبهم صورةً طبق الأصل لعملهم. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {هَذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بالحقّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ} صدق الله العظيم [الجاثية:29].

    Bermakna bahawasanya Raqib dan ‘Atid di kanan dan kiri manusia telah ditugaskan untuk menulis amalan manusia pada kitab-kitab catatan mereka, amalan yang baik dan buruk, maka kitab-kitab catatan mereka itu menjadi gambaran imej dari salinan yang asli bagi amal perbuatan kalian.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:

    Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadap kalian dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kalian kerjakan. (29)
    Maha Benar Allah
    [Al Jaatsiyah]



    ولكنّ الملكين رقيب وعتيد لا يعلمان بما توسوس به نفس الإنسان ولذلك يتلقّيان الوحي من الله بنسخ ما في نفس الإنسان من خيره وشره. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (16) إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (17)} صدق الله العظيم [ق]

    Namun kedua malaikat Raqib dan ‘Atid itu tidak tahu apa yang dibisikkan di dalam diri manusia, kerana itu kedua malaikat Raqib dan ‘Atid menerima wahyu dari Allah untuk menyalin apa yang ada dalam diri manusia dari kebaikan dan keburukan.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:

    Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,(16)

    (yaitu) ketika dua orang malaikat menerima dan mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. (17)

    Maha Benar Allah
    [Qaaf]


    والذي يتلقاه المُتلقيان من الرحمن هو الوحي لنسخ ما في نفس الإنسان طبق ما في نفسه، فيقومون بنسخ ما في نفسه صورةً طبق الأصل سواء سيغفر الله له أو سيحاسبه فلا بدّ من أن يستنسخ ما في أنفس عباده فيُعلم اللهُ به المُكلفَين الملكين رقيب وعتيد فيتلقون ذلك من ربّهم ما وسوست به نفس الإنسان، فينسخون ما وسوست به نفسه في كتاب عتيد إذا كان وسوسةَ باطلٍ، فيلقي الشيطان في نفس الإنسان شكاً في الحقّ وإذا كان نبيّاً أو رسولاً فينسخ الله ما يُلقي الشيطان فيوحي به إلى عتيد لكتابته ثم يحكم الله له آياته ويغفر له ذلك. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {فَيَنْسَخُ اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ آَيَاتِهِ} صدق الله العظيم [الحج:52].

    Perkara yang diterima dari Ar Rahman untuk dicatatkan oleh kedua malaikat itu adalah wahyu untuk menulis apa yang ada dalam diri manusia, untuk menyalin sama mengikut apa yang ada dalam dirinya, maka mereka (para malaikat kanan dan kiri) mencatat apa yang ada dalam diri manusia menjadi gambaran imej menurut salinan asalnya.

    Sama ada Allah akan mengampuni baginya atau memperhitungkannya, apa yang ada dalam diri hamba-hamba-Nya mesti dituliskan, maka Allah memberitahukan perkara yang ada dalam diri manusia kepada kedua malaikat Raqib dan ‘Atid yang ditugaskan-Nya, mereka (malaikat) menerima pengetahuan mengenai perkara yang dibisikkan dalam diri manusia dari Tuhan mereka, lalu mereka (malaikat) menuliskan apa yang dibisikkan dalam diri manusia, di dalam kitab catatan ‘Atid jika ianya bisikan yang batil.

    Ini kerana syaitan mencampakkan keraguan terhadap kebenaran dalam diri manusia, jika manusia itu seorang nabi atau rasul, maka Allah menyalin bisikan yang dicampakkan oleh syaitan dengan mewahyukan perkara itu kepada malaikat ‘Atid untuk mencatatnya, lalu Allah menetapkan ayat-ayat-Nya dengan kokoh dan mengampuni baginya terhadap yang demikian.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:

    Maka Allah menyalin apa yang dimasukkan syaitan lalu Allah menguatkan ayat-ayat-Nya
    Maha Benar Allah
    [Al Hajj]


    ومعنى النسخ هنا: بأنْ يوحى إلى الملك المُكلف بكتابة وسوسة الشك نسخةً طبق الأصل للحساب في الكتاب.تصديقاً لقول الله تعالى:
    {هَذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بالحقّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ} صدق الله العظيم [الجاثية:29].

    Makna An Naskh di sini adalah:

    Diwahyukan kepada malaikat yang ditugaskan untuk mencatat bisikan keraguan mengikut salinan aslinya buat diperhitungkan dalam Al Kitab

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:

    (Allah berfirman): "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadap kalian dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kalian kerjakan". (29)
    Maha Benar Allah
    [Al Jaatsiyah]


    وتصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شيء قدير} صدق الله العظيم [البقرة:284] .

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:

    Dan jika kalian melahirkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan kalian itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (284)
    Maha Benar Allah
    [Al Baqarah]



    فتبيّن لنا إنما النسخ هو: وحي من الله إلى ملائكته لكتابة ما في نفسه نسخةً طبق الأصل دون زيادةٍ أو نقصانٍ في الكتاب طبقاً لما في نفسه نسخةً طبق الأصل لما وسوست به له نفسه بالشكّ في الحقّ، ثم يُحكم الله له آياته ويغفر لمن يشاء ويعذب من يشاء.


    Maka menjadi jelaslah bagi kita bahawa An Naskh adalah:

    Wahyu dari Allah kepada malaikat untuk mencatat apa yang ada dalam diri manusia sebagai salinan asal tanpa ada penambahan atau pengurangan dalam Al Kitab, catatan yang serupa dengan perkara yang ada dalam diri manusia, sebagai salinan asal bagi hasutan yang dibisikkan dalam diri manusia untuk membuatnya meragukan kebenaran, kemudian Allah menetapkan ayat-ayat-Nya dengan kokoh, lalu Dia mengampuni bagi sesiapa yang Dia kehendaki dan menyeksa sesiapa yang Dia kehendaki.



    تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ} صدق الله العظيم [البقرة:284].

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:

    Dan jika kalian melahirkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan kalian itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (284)
    Maha Benar Allah
    [Al Baqarah]



    {هَذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بالحقّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ}
    صدق الله العظيم [الجاثية:29].

    Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadap kalian dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kalian kerjakan. (29)
    Maha Benar Allah
    [Al Jaatsiyah]



    فيجد كتابه نسخةً كاملةً لعمله ونيّته وما وسوست به نفسه.

    Maka manusia menemukan kitab catatannya sebagai sebuah salinan lengkap bagi amal perbuatannya, niatnya dan segala bisikan dalam dirinya.


    وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين..
    أخوكم الإمام ناصر محمد اليماني.

    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Saudara kalian, Al Imam Naser Mohammed Al Yamani

    ـــــــــــــــــــ
    >sumber<

    اقتباس المشاركة: 92338 من الموضوع: رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه: { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..


    - 9 -

    الإمام المهدي ناصر محمد اليماني
    _________________


    قال الله تعالى: {هَـٰذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بِالْحَقِّ ۚ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ} صدق الله العظيم.

    بسم الله الرحمن الرحيم، وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين.. قال الله تعالى: {وَإِن تُبْدُوا مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ اللَّـهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّـهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} صدق الله العظيم [البقرة‏:‏284‏]‏.

    بمعنى أنّ رقيب وعتيد عن يمينِ وشمالِ الإنسان مكلَّفين بكتابة عمل الإنسان في كتبهم خيره وشره، فتكون كتبهم صورةً طبق الأصل لعملهم تصديقاً لقول الله تعالى: {هَـٰذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بِالْحَقِّ ۚ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٢٩} [الجاثية].

    ولكنّ الملكين رقيب وعتيد لا يعلمان بما توسوس به نفس الإنسان ولذلك يتلقّيان الوحي من الله بنسخ ما في نفس الإنسان من خيره وشره تصديقاً لقول الله تعالى: {وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧} صدق الله العظيم [ق].


    والذي يتلقّاه المُتلقِّيان من الرحمن هو الوحي لنسخ ما في نفس الإنسان طِبق ما في نفسه، فيقومون بنسخ ما في نفسه صورةً طِبق الأصل سواءٌ سيغفر الله له أو سيحاسبه فلا بدّ من أن يستنسخ ما في أنفس عباده فيُعلِّم اللهُ به المُكلَّفين الملكين رقيب وعتيد فيتلقَّون ذلك من ربّهم ما وسوست به نفس الإنسان، فينسخون ما وسوست به نفسه في كتاب عتيد إذا كان وسوسةَ باطلٍ، فيُلقِي الشيطانُ في نفس الإنسان شكاً في الحقّ وإذا كان نبيّاً أو رسولاً فينسخ الله ما يُلقِي الشيطانُ فيوحي به إلى عتيد لكتابته ثم يُحكِم الله له آياته ويغفر له ذلك، تصديقاً لقول الله تعالى: {فَيَنسَخُ اللَّـهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّـهُ آيَاتِهِ} صدق الله العظيم [الحج:52].


    ومعنى النسخ هنا: بأنْ يوحي إلى الملك المُكلَّف بكتابة وسوسة الشك نسخةً طبق الأصل للحساب في الكتاب، تصديقاً لقول الله تعالى: {هَـٰذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بِالْحَقِّ ۚ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٢٩} [الجاثية].


    وتصديقاً لقول الله تعالى: {وَإِن تُبْدُوا مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ اللَّـهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّـهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} صدق الله العظيم [البقرة‏:‏284‏]‏.


    فتبيَّن لنا إنما النسخ هو: وحيٌ من الله إلى ملائكته لكتابة ما في نفسه نسخةً طبق الأصل دون زيادةٍ أو نقصانٍ في الكتاب طبقاً لما في نفسه نسخةً طبق الأصل لما وسوست به له نفسه بالشكّ في الحقّ، ثم يُحكِم الله له آياته ويغفر لمن يشاء ويعذب من يشاء.

    تصديقاً لقول الله تعالى: {وَإِن تُبْدُوا مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ اللَّـهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّـهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} صدق الله العظيم [البقرة‏:‏284‏]‏.

    {هَـٰذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بِالْحَقِّ ۚ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٢٩}[الجاثية].
    فيجد كتابَه نسخةً كاملةً لعمله ونيّته وما وسوستْ به نفسه.

    وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين ..
    أخوكم الإمام ناصر محمد اليماني.
    _______________


  10. افتراضي Al Imam Al Mahdi berpesan kepada kalian, agar tidak mendebat orang-orang jahil, dengan hadits-hadits yang tidak dinyatakan keshahihannya oleh Al Imam Al Mahdi, semisal hadits dusta ini yang mengatakan penyembelihan malaikat kematian..


    -10-

    Al Imam Al Mahdi berpesan kepada kalian, agar tidak mendebat orang-orang jahil yang tidak mengetahui, dengan hadits-hadits yang tidak dinyatakan keshahihannya oleh Al Imam Al Mahdi, semisal hadits dusta ini yang mengatakan penyembelihan malaikat kematian dalam bentuk seekor kambing..



    Postingan asal ditulis oleh Al Bashirah:
    Salam sejahtera ke atas kalian beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya, selamat datang saudara Ahmad Adly, sesungguhnya pertanyaanmu tidak memperlihatkan selain akal fikiran yang bertadabbur merenungkan, dengan izin Allah, engkau akan menjadi termasuk kalangan orang-orang yang mendengarkan ucapan, lalu mengikuti yang terbaik darinya, kerana itu aku menasihatimu untuk membaca pelbagai topik pembahasan oleh Al Imam Al Mahdi Al Muntadhar Nasser Mohammed Al Yamani

    Kita kembali ke pertanyaanmu, terimalah kebenaran perkara yang aku fahami dari pertanyaanmu, yang engkau ucapkan secara tidak langsung dengan sindiran, tanpa menyebutkan hadits yang akan aku nyatakan, engkau mengatakan:
    "Bagaimana 'thooir' yang telah mati dapat didatangkan, padahal 'kematian' telah pun disembelih di antara syurga dan neraka"

    Bukankah demikian
    ?
    Sesungguhnya hadits ini shahih, muttafaqun 'alayhi, tiada sebarang kesangsian pada sanad dan matannya di kalangan pakar hadits

    Dari Abu Said Al Khudri -radliallaahu 'anhu- dia berkata: Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa sallam- bersabda:

    Kematian didatangkan pada bentuk kambing berkulit hitam putih, lalu seorang penyeru memanggil:
    Wahai penduduk surga! Mereka melongok dan melihat, penyeru itu berkata: Apakah kalian mengenal ini? Mereka menjawab: Ya, ini adalah kematian, mereka semua telah melihatnya

    Kemudian penyeru memanggil: Wahai penduduk neraka! Mereka menengok dan melihat, penyeru itu berkata: Apakah kalian mengenal ini? Mereka menjawab: Ya, ini adalah kematian, mereka semua telah melihatnya, lalu disembelih diantara surga dan neraka

    Lalu berkata: Wahai penduduk surga, kekekalan tiada kematian setelahnya, dan wahai penduduk neraka, kekekalan dan tiada kematian setelahnya, lalu beliau membaca: Dan berilah mereka peringatan tatkala ditetapkan perkara sedangkan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman (39) Surah Maryam, dan pertanyaanku yang kedua, apa yang engkau fahami dari hadits ini

    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, salam ke atas kalian beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya, para kekasihku anshar pendahulu yang terbaik..

    Kami berpesan kepada kalian agar tidak mendebat orang-orang jahil yang tidak mengetahui, dengan hadits-hadits yang tidak dinyatakan keshahihannya oleh Al Imam Al Mahdi, semisal hadits dusta ini yang mengatakan penyembelihan malaikat kematian dalam bentuk seekor kambing, ini adalah hadits palsu yang direkayasa, Allah tidak menurunkan bukti keterangan mengenainya, kami telah menyatakan dengan sebenar-benarnya mengenai para malaikat kematian, bahawa mereka adalah dua malaikat, Raqib dan Atid



    Berkenaan dengan kematian, maka segala sesuatu akan mati dan semuanya akan binasa, kecuali Wajah-Nya, Maha Suci Dia, Dia-lah yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan, akan tetapi kalian ini dengan persangkaan kalian terhadap hadits dusta ini, kalian menyangka kematian itu tatkala telah berakhir maka tidak akan ada lagi kematian, mereka lupa bahawa Allah adalah yang Maha Menghidupkan dan yang Maha Mematikan, dan Allah-lah yang Maha Hidup tidak akan mati


    Ya Subhaanallaah, aduhai Maha Suci Allah, seolah-olah Allah tiada kaitannya dengan mematikan nyawa-nyawa
    !
    Padahal hakikatnya Allah-lah yang mengambil nyawa ketika kematiannya:
    Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya
    Maha Benar Allah
    [Aali 'Imran:145]


    Bagaimanapun, sesungguhnya kami telah menjelaskan mengenai malaikat kematian, bahawasanya bagi setiap manusia yang kafir ada malaikat maut yang diserahi tugas mencabut nyawanya, yakni malaikat Atid, sementara bagi manusia yang beriman pula ada malaikat maut yang diserahi tugas mengambil nyawanya, yakni malaikat Raqib; kedua mereka itulah para malaikat kematian

    Malaikat Atid diserahi tugas mencabut nyawa orang-orang kafir dan para pendosa, kerana malaikat Atid adalah duta perutusan neraka, sementara malaikat Raqib membantunya dan menjadi saksi kebenaran bersamanya, bahawa tiada manusia yang dianiaya dan dizalimi, adapun malaikat Raqib yang mencatatkan kebaikan-kebaikan, maka dia adalah duta perutusan buat penghuni syurga, bagi setiap orang yang baik ada malaikat maut yang diserahi tugas menarik ruhnya dengan perlahan dan lembut ketika dia mati, nama malaikat maut baginya adalah Raqib, sementara malaikat Atid pula membantunya, namun malaikat yang dipertanggungjawabkan untuk mengambil nyawa orang-orang baik adalah malaikat maut Raqib

    Pada setiap orang yang baik ada malaikat bernama Raqib, kami telah menjelaskan dalam beberapa bayan keterangan mengenai para malaikat kematian serta tugas-tugas yang menjadi kewajiban mereka, kerana mereka diserahi tugas buat mencatatkan kebaikan dan keburukan manusia dari permulaan sehinggalah tiba ajal yang telah ditentukan baginya

    Allah Ta'ala berfirman:
    Ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. (61)
    Maha Benar Allah
    [Al An'aam]


    Adapun mengenai lelaki ini yang bernama Ahmad Adly, maka dia termasuk kalangan orang-orang yang tidak mengetahui seperti selainnya, dengan tidak mengurangi penghormatanku padanya, akan tetapi dia menyangkal Allah itu murka dan redha, gembira dan duka, padahal sifat-sifat ini termasuk sifat-sifat nafsiyah bagi Allah (sifat Diri-Nya), yang mana hamba-hamba-Nya juga turut memiliki sifat-sifat ini

    Manakala sifat-sifat dzaatiyah bagi Allah (sifat Dzat-Nya), maka tiada suatu apapun yang setara dengan-Nya dalam sifat dzaatiyah-Nya, akan tetapi kalian telah mencampur adukkan antara sifat-sifat nafsiyah dan sifat-sifat dzaatiyah bagi Allah
    !
    Wahai lelaki, bukankah engkau mensifatkan Allah sebagai Arhamar Raahimiin, yang Maha Penyayang dari sekalian yang menyayangi, yang Paling Pengasih dari sekalian yang mengasihani
    ?
    Ini bermakna bahawa sifat penyayang dan pengasih (ar rahmah) adalah sifat nafsiyah, sifat kasih sayang yang juga ada pada orang-orang yang berkasih saying dari kalangan hamba-hamba-Nya, akan tetapi Dia-lah yang Paling Penyayang dan yang Paling Pengasih dari sekalian yang menyayangi dan mengasihani

    Begitu juga sifat kemuliaan dan kedermawanan adalah sifat nafsiyah, yang juga turut dimiliki oleh orang-orang mulia para dermawan yang murah hati dari kalangan hamba-hamba Allah, namun Allah-lah yang Paling Mulia dan Paling Dermawan dari kesemuanya


    Bagaimanapun wahai Ahmad Adly, sekiranya engkau standing untuk berhiwar dengan Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani, maka hendaklah engkau ketahui bahawa kami telahpun berhiwar dengan ramai orang mengenai perkara-perkara yang sama, yakni perkara-perkara yang engkau ingkari terhadap kami, dan kami juga telah tegakkan hujjah terhadap mereka dengan setiap standar dan kriteria, dan di antara mereka adalah Dr. Ahmad Amru

    Namun Allah memberikan petunjuk-Nya kepada sesiapa sahaja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, dan Allah menyesatkan orang-orang yang hatinya menyimpang dan cenderung menjauhi kebenaran

    Apapun, terimalah jawaban balas dan respon kami terhadap mereka itu, tentang perkara sama yang engkau sangkalnya terhadap kami, lalu berilah jawaban balas dan respon dengan sebenar-benarnya, andai kebenaran ada bersamamu, bawakan dalil hujjah ilmu pengetahuan yang ada padamu, dalil hujjah ilmu pengetahuan yang meyakinkan


    Wahai lelaki, kami telah menyatakan dengan sebenar-benarnya, bahawa kesalan dan kedukaan dalam Diri Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang menzalimi diri mereka sendiri, tidak akan datang sehinggalah terjadinya kesalan dan kedukaan dalam diri mereka, di atas perkara yang telah mereka lengahkan dan abaikan terhadap Tuhan mereka, yakni dalam menunaikan kewajiban mereka terhadap Allah

    Maka bertadabburlah merenungkan bayan-bayan keterangan serta penjelasan yang fokus dan tertumpu pada perkara ini, kemudian balaslah hujjah dengan hujjah, kerana demi Allah, demi Allah, sesungguhnya engkau termasuk kalangan orang-orang yang tidak mengagungkan Tuhan mereka dengan sebenar-benar pengagungan, engkau tidak mengenal Tuhanmu dengan sebenar-benarnya, sesungguhnya janji Allah itu benar dan Dia-lah yang Maha Pengasih dari sekalian yang mengasihani


    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Saudara kalian; Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani
    _____________


    اقتباس المشاركة: 235215 من الموضوع: رد صاحب علم الكتاب إلى حبيب الحبيب بالبيان الحقّ لا ريب فيه: { مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَ‌قِيبٌ عَتِيدٌ } ..





    - 10 -

    الإمام المهديّ يأمركم بعدم مُجادلة الجّاهلين بأحاديث لم يُفتِ بصحّتها الإمام المهديّ
    كمثل هذا الحديث المفترى بذبح ملك الموت على صورة كبش
    ..



    المشاركة الأصلية كتبت بواسطة البصيرة
    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته اهلا ومرحبا بك ياخ احمد عادل وان سؤالك لايدل الا على عقل متدبر وانشاء الله تكون من الذين يستمعون القول فيتبعون احسنه لذا انصحكم فى قراءة مختلف المواضيع للامام المهدي المنتظر ناصر محمد اليماني ولنعد الى سؤالك فاصدقنى بفهمي لسؤالك انت تقول لكن بغمز دون ذكر الحديث والذي انا اتيك به تقول كيف ان يوتى بطير قد مات وقد ذبح الموت بين الجنة والنار اليس كذلك؟ إن هذا الحديث صحيح متفق عليه، لم يطعن فيه بأية شبهة سندا ولا متنا بين نقاد الحديث. فعن أبي سعيد الخدري - رضي الله عنه - قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «يؤتى بالموت كهيئة كبش أملح، فينادي مناد: يا أهل الجنة، فيشرئبون وينظرون، فيقول: هل تعرفون هذا؟ فيقولون: نعم، هذا الموت - وكلهم قد رآه - ثم ينادي: يا أهل النار، فيشرئبون وينظرون، فيقول هل تعرفون هذا؟ فيقولون: نعم. هذا الموت، وكلهم قد رآه. فيذبح، ثم يقول: يا أهل الجنة، خلود فلا موت. ويا أهل النار، خلود فلا موت. ثم قرأ: )وأنذرهم يوم الحسرة إذ قضي الأمر وهم في غفلة وهم لا يؤمنون (39)( (مريم)» وسؤالي الثاني مالذي انت تفهمه من الحديث
    بسم الله الرحمن الرحيم، سلامُ الله عليكم ورحمة الله وبركاته أحبّتي الأنصار السابقين الأخيار..
    ونأمركم بعدم مجادلة الجاهلين بأحاديث لم يُفتِ بصحّتها الإمام المهديّ كمثل هذا الحديث المفترى بذبح ملك الموت على صورة كبش فهذا حديثٌ موضوعٌ مفترى ما أنزل الله به من سلطانٍ، وسبقت فتوانا بالحقّ عن ملائكة الموت أنّهما الملك رقيب والملك عتيد.

    وبالنسبة للموت فكلّ شيءٍ يموت وكل شيءٍ هالكٌ إلا وجهه سبحانه وهو المحيي وهو المميت، ولكنّهم بظنّهم بهذا الحديث المفترى أنّ الموت إذا انتهى فإنّه لم يعُد هناك موت ونسوا أنّ الله هو المُحيي والمميت وهو الحيّ الذي لا يموت.

    ويا سبحان الله، فكأنّ ليس لله عَلاقة بتُوفي الأرواح! وهو الذي يتوفّاها حين موتها:
    {وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّـهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا} صدق الله العظيم [آل عمران:145].

    وعلى كل حالٍ لقد سبق التفصيل عن ملائكة الموت، وأنّ لكلّ إنسانٍ كافرٍ مَلك موت وُكِّلَ به اسمه (عتيد)، ولكلّ مؤمن مَلَك موت وُكِّل به اسمه (رقيب)؛ وهم أنفسهم ملائكة الموت. والمَلَك عتيدٌ موكلٌ بنزع أرواح الكافرين والمجرمين كونه مندوب النار، ويقوم المَلَك رقيب بمساعدته وشاهداً معه بالحقّ من عدم ظلم الإنسان، وأمّا الملَك رقيب كاتب الحسنات فهو مندوب أهل الجنة، ولكلِّ إنسانٍ صالحٍ ملَك موتٍ وُكِّلَ بنشط روحه حين التُّوفّي اسمه رقيب ويقوم الملك عتيد بمساعدته، ولكنّ الموكّل بأراواح الصالحين ملك الموت رقيب، ولكل إنسانٍ صالحٍ ملَكٌ اسمه رقيب، وسبق تفصيل ملائكة الموت ومهامِهم في عدة بيانات كونهم مكلّفين بكتابة الحسنات والسيئات من البداية حتى يأتي قدر موته. وقال الله تعالى:
    {تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ ﴿٦١﴾} صدق الله العظيم [الأنعام].

    وأما بالنسبة لهذا الرجل المسمّى (أحمد عدلي) فهو من الجاهلين كغيره مع احترامي له، ولكنّه ينكر أنّ الله يغضب ويرضى ويفرح ويحزن وهذه الصفات من صفات الله النفسيّة ويتشارك معه في هذه الصفات عباده. وأما صفات الله الذاتيّة فليس كمثله شيء في صفاته الذاتيّة، ولكنّكم خلطتم بين صفات الله الذاتية وصفاته النفسيّة! ويارجل ألم يصف الله نفسه بأرحم الراحمين؟ وهذا يعنى أنّ صفة الرحمة صفة نفسيّة يشاركه فيها الرحماء من عباده ولكنّه أرحم الراحمين، وكذلك الكرم صفة نفسيّة لله ويشاركة فيها الكُرماء من عباده ولكن الله أكرم الأكرمين.

    وعلى كل حال إذا كنت (يا أحمد عدلي) كفواً لحوار الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني فعليك أن تعلم بأنّنا حاورنا كثيرين في نفس المواضيع التي أنكرتَها علينا وأقمنا الحجّة عليهم بكل المقاييس، ومنهم الدكتور أحمد عمرو، ويهدي الله من يشاء من عباده الهدى ويضلّ الذين أزاغت قلوبهم عن الحقّ. وعلى كل حال فخذ ردودنا عليهم على نفس الموضوع الذي أنكرته علينا ومن ثمّ تقوم بالردّ بالحقّ إن كان الحقّ معك، فهات ما لديك بسلطان العلم المقنع.

    ويارجل، سبقت الفتوى بالحقّ أنّ الحسرة في نفس الله على عباده الذين ظلموا أنفسهم لا تأتي حتى تحدث الحسرة في أنفسهم على ما فرّطوا في جنب ربهم، فتدبّر (يا أحمد) البيانات المركزة في هذا الموضوع فمن ثمّ تقرع الحجّة بالحجّة، فوالله ثم والله إنّك من الذين ما قدَروا ربَّهم حقَّ قدره وما عرفتَ ربك حقّ معرفته، ووعده الحقّ وهو أرحم الراحمين.

    وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين..
    أخوكم؛ الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
    _____________





المواضيع المتشابهه

  1. مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 23-10-2017, 07:38 PM
  2. مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 22-05-2016, 12:32 AM
  3. مشاركات: 1
    آخر مشاركة: 16-03-2016, 12:27 PM
  4. مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 27-06-2015, 12:43 AM
  5. مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 21-08-2014, 11:12 PM

ضوابط المشاركة

  • لا تستطيع إضافة مواضيع جديدة
  • لا تستطيع الرد على المواضيع
  • لا تستطيع إرفاق ملفات
  • لا تستطيع تعديل مشاركاتك
  •